- Momen Haru Presiden Prabowo Cium Balita Anak Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
- Hadapi Tantangan Industri Logistik, Pekerja TTL Ikuti Pelatihan CTO di Terminal Petikemas Berlian
- Pasca Gempa Bumi 7,6 SR, TPK Bitung dan TPK Ternate Kembali Beroperasi
- Pilu, Tangis Keluarga Memeluk Peti Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
- Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Tiba di Indonesia
- 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dapat Santunan Rp1,8 Miliar dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa
- HUT Ke-64 Pasukan Katak Donor Darah dan Bagikan Sembako ke Nelayan
- Kolaborasi Maritim Indonesia–Jepang, KSOP Patimban dan Yokohama City Teken MoU
- Kapal Perang dan 480 Prajurit TNI AL Kawal Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Ketapang
- Pengaturan Gate Pass di Tanjung Priok Terkoordinasi Lintas Sektoral, Arus Barang Lancar
Hadapi Tantangan Industri Logistik, Pekerja TTL Ikuti Pelatihan CTO di Terminal Petikemas Berlian

Keterangan Gambar : Pelatihan Container Terminal Operation (CTO) diikuti 30 orang pegawai operasional di Terminal Peti Kemas Berlian (TPK Berlian). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan SDM pekerja dalam menghadapi tantangan industri logistik. Foto: TTL
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi tantangan industri logistik yang semakin mengandalkan digitalisasi.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan perusahaan adalah menyelenggarakan Pelatihan Container Terminal Operation (CTO) yang diikuti 30 orang pegawai operasional di Terminal Peti Kemas Berlian (TPK Berlian).
Kegiatan digelar selama 3 hari sejak 31 Maret hingga 2 April 2026 di Pelindo Place Surabaya. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara PT TTL dan PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI) sebagai lembaga pelatihan dan pengembangan kompetensi di bawah Pelindo Group yang berfokus pada sektor maritim dan logistic CTO.
Pelatihan CTO bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM agar mampu mendukung transformasi digital dan efisiensi waktu layanan serta membangun pola pikir strategis dan adaptif terhadap perubahan teknologi di lingkungan pelabuhan modern yang semakin kompetitif.
Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur dalam arahannya menyatakan bahwa dunia logistik dan pelabuhan kini bergerak menuju otomasi dan efisiensi berbasis data. Oleh karena itu, investasi terbesar TTL harus diarahkan pada peningkatan kapasitas manusia yang menjadi penggerak utama seluruh sistem.
“Pelatihan CTO dan program pengembangan SDM lainnya menjadi langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan layanan bisnis dan menempatkan SDM yang unggul sebagai aset strategis perusahaan sehingga mampu bersaing secara global”, ujar Syukur dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).
Seluruh peserta CTO dibekali pemahaman terkait pola operasional dan pemanfaatan teknologi di terminal petikemas sekaligus port visit ke Terminal Petikemas Teluk Lamong.
Selain itu, materi yang diberikan juga terkait dengan beberapa aspek penting operasional antara lain: Shipping Industry & Containerization, Terminal Design & Capacity, Terminal Facilities & Equipments, Terminal Activities, Business Process & Organization Structure, Terminal Performance, pengenalan Terminal Operating System (TOS), hingga konsep Safety dan Revenue & Cost Management.
“Semoga pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi budaya belajar berkelanjutan di seluruh lingkungan kerja TTL. Dengan cara itu, perusahaan tidak hanya mencetak pegawai terampil, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang dinamis dan berorientasi masa depan.” pesan Syukur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Group untuk menambah wawasan dan kemampuan pegawai operasional guna mendukung program transformasi dan standarisasi operasional diseluruh terminal petikemas SPTP group dengan menerapkan pola operasi berbasis and control. (Bow/Mar)











