- Tinggalkan Vietnam, KRI Bima Suci Lanjutkan Pelayaran KJK 2026 ke China
- Lanal Tegal Tanam 10.000 Bibit Mangrove, Warga Pesisir Brebes Dibagikan Sembako
- Komandan Seskoal Hadiri Tasyakuran Hari Pendidikan TNI AL ke-80 di Surabaya
- 1,5 Ton Kayu Stigi Mau Diselundupkan, Digagalkan Kodaeral VII di Pelabuhan Tenau Kupang
- Tasyakuran Hardik TNI AL, Kasal Tekankan Pentingnya Bangun Prajurit Jalasena Unggul dan Profesional
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat Bersama BI dan KRI HIU-634, Sukses Layani Masyarakat di Pulau Terpencil
- Resmikan Museum Marsinah, Presiden Prabowo: Simbol Keberanian Pejuang Buruh
- Tim SFCR TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura
- Delegasi TNI AL Tinjau Industri Penerbangan di Italia, Lirik Pesawat A-Viator
- Kapal Survei dan Pemetaan Canggih, KRI Canopus-936 Siap Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia
Berantas Pencurian Ikan di Kawasan Asia Tenggara, Indonesia Gandeng 10 Negara

Keterangan Gambar : Pemerintah Indonesia Berantas Pencurian Ikan di Kawasan Asia Tenggara, Indonesia Gandeng 10 Negara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk memerangi kegiatan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUUF).
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Pemerintah Indonesia Berantas Pencurian Ikan di Kawasan Asia Tenggara, Indonesia Gandeng 10 Negara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk memerangi kegiatan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUUF).
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono menjelaskan, penguatan kerja sama ini melibatkan 11 negara anggota Regional Plan of Action to Promote Responsible Fishing Practice including Combating IUU Fishing in the Region (RPOA IUU).
Baca Lainnya :
- Sehat dan Bersih, 8 Pelabuhan Perikanan KKP Raih Penghargaan PBUS 2024 Kemenkes0
- Jaga Harta Karun BMKT di Laut, KKP Gugah Kesadaran Generasi Muda0
- 52 Ribu BBL Rp7,8 M Mau Diselundupkan dari Krui Lampung, Digagalkan KKP0
- Kemenhub Tetapkan Alur Pelayaran, Sistem Rute dan Zona Labuh Pelabuhan Sikakap0
- DPR Dorong KKP Tingkatkan Konsumsi Ikan di Daerah0
“RPOA merupakan forum regional yang beranggotakan 11 negara, di mana negara-negara di kawasan membentuk komitmen bersama untuk mencegah dan menanggulangi IUU Fishing untuk mengelola sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan,” ungkap Pung Nugroho dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (19/12/2024).
Negara anggota RPOA-IUU mencakup Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Indonesia memiliki peran strategis dalam RPOA-IUU, yakni sebagai Sekretariat RPOA-IUU.
BERBAGI DATA
Penguatan kerjasama kali ini diwujudkan melalui Data Sharing Mechanism Working Group antar negara anggota RPOA-IUU. Sebelumnya, RPOA-IUU dengan dukungan USAID SuFiA TS telah menyelenggarakan pertemuan pertama Data Sharing Mechanism Working Group menjelang akhir November lalu. Tujuannya, membangun mekanisme berbagi data antar negara anggota yang lebih terstruktur dan efektif untuk pemberantasan IUUF.
Pembahasan pada pertemuan pertama Data Sharing Mechanism Working Group meliputi tipe data yang akan dibagikan, protokol berbagi data, dan penyusunan timeline pembuatan Data Sharing Mechanism Roadmap. Disepakati enam jenis data utama yang akan dibagikan, yaitu:
1. Protected/Regulated Species Data, Informasi Peraturan
2. Rencana Pengelolaan, dan Target Pasar
3. Daftar Kapal IUU
4. Pergerakan Kapal yang Melintasi Batas Negara
5. Detail Kapal dan Informasi Perizinan
6. Insiden IUU Fishing.
“Ini dirancang khusus untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi pada kawasan regional,” ujar Vice Executive Director RPOA-IUU Secretariat Eko Rudianto.
Melalui mekanisme berbagi data dan kerja sama lintas batas, RPOA-IUU juga diharapkan terus menjadi platform strategis untuk mempromosikan kebijakan ekonomi biru. Komitmen bersama ini untuk menciptakan kawasan perikanan yang bebas dari ancaman IUU Fishing dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah regional.
Indonesia sendiri dalam aksi pemberantasan IUU Fishing, memiliki sejumlah capaian signifikan, termasuk peluncuran dua kapal pengawas Barakuda 01 dan Barakuda 02, penerapan Vessel Traffic Control, serta implementasi Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (STELINA). Dalam aspek penegakan hukum, Indonesia menyoroti keberhasilannya menangani kasus transnasional, seperti MV. Run Zeng 03.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan peningkatan pengawasan wilayah perikanan Indonesia dari praktik IUUF. Pengawasan dilakukan melalui skema patroli langsung, juga dengan teknologi pemantauan pergerakan kapal berbasis satelit. (RIZ//Oryza)











