- IPC TPK Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan Kacamata untuk 150 Sopir Truk Peti Kemas
- Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat: Jaga Integritas Profesi Wartawan
- Buka UKW Angkatan ke-66 PWI Jaya, Wali Kota Jakpus: Pemprov dan Pers Bergandengan
- RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disetujui Lanjut ke Pembicaraan Tingkat II
- Mengintip Dapur Pelabuhan! Talenta Muda Peserta MAGENTA Pelindo Tur Eksklusif di IPC TPK
- Insiden Kecelakaan KM Virgo Ttansport 8 Jangan Hanya ABK yang Bertanggung Jawab
- Pelindo Kenalkan ADHARA, Konektivitas Terpadu Ekosistem Maritim Satu Platform Digital
- Presiden Prabowo: TNI Lahir dari Rakyat, Berjuang Bersama Rakyat, Hadir di Tengah Bencana
- HUT ke-81 TNI di Cilangkap, Presiden Prabowo: Terima Kasih atas Kesetiaan dan Pengabdian Para Prajurit
- Buruan Daftar! Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 Dibuka hingga 14 Oktober
15.000 Benih Ikan Ditebar KKP ke Sungai Ciliwung

Keterangan Gambar : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepasliarkan 15 ribu ekor benih ikan ke Sungai Ciluwung berkolaborasi dengan Pemkot Bogor, Jawa Barat. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepasliarkan 15 ribu ekor benih ikan ke Sungai Ciluwung berkolaborasi dengan Pemkot Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini sebagai upaya KKP yang terus menerus menjaga populasi perikanan darat di habitatnya untuk kelestarian ekosistem dan ketahanan pangan.
Ikan yang ditebar merupakan ikan-ikan lokal di antaranya ikan nilem (Osteochilus vittatus), ikan soro (Neolissochilus soro), ikan tawes (Barbonymus gonionotus) dan ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii).
Benih tersebut merupakan hasil pengembangan Program Smart Fisheries Village (SFV) Budidaya Ikan Air Tawar yang dikelola BRPBATPP di Instalasi Perikanan Cijeruk, Bogor. Kegiatan ini juga melibatkan Komunitas Peduli Ciliwung, Komunitas Alkesa, serta Himpunan Alumni FPIK IPB.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta mengatakan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan, tetapi juga keberlanjutan.
Baca Lainnya :
- KKP Hibahkan 2 Kapal Asing Bekas Illegal Fishing ke Pemkab Deli Serdang0
- Pangan Biru, Solusi Penuhi Gizi Masyarakat Menuju Indonesia Emas0
- Dongkrak Ekonomi Pesisir, KKP dan IFAD Kembangkan Blue Coast Project0
- KKP Stop Aktivitas Reklamasi dan Pemanfaatan Ruang Laut 3 Perusahaan di Sultra0
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul, KKP Bekali Warga Literasi Keuangan0
"Karena itu, kami memastikan produk budi daya tidak terputus dari upaya pemulihan populasi ikan di alam. Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor ini adalah model sinergi yang harus diperluas ke daerah lain,” ujar Nyoman dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
“Protein ikan adalah sumber nutrisi terbaik yang terjangkau masyarakat. Edukasi konsumsi ikan harus terus berjalan berdampingan dengan rehabilitasi ekosistem perairan,” sambungnya.
Pelepasliaran atau restocking ini menjadi upaya penting dalam memulihkan populasi ikan di alam, memperkuat ekosistem perairan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, sejalan dengan tema nasional Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045”.
Jaga Kehidupan Generasi
Sementara itu Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan dan pemenuhan gizi merupakan agenda yang berjalan beriringan. “Ini sebagai pengingat bahwa menjaga sungai berarti menjaga kehidupan generasi mendatang. Anak-anak Indonesia harus dibiasakan makan ikan sejak dini,” ujar Didie.
Selain restocking, peringatan Harkannas di Kota Bogor juga diisi edukasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan), lomba masak ikan, bazar olahan ikan, serta pelantikan Duta Jumat Makan Ikan (Jumani). Pemkot Bogor turut menyalurkan 12.000 paket ikan untuk penanganan stunting dan 8.000 paket bagi masyarakat umum sebagai intervensi peningkatan konsumsi ikan.
Kepala BRPBATPP Bogor, Raden Roro Sri Pudji Sinarni Dewi, yang memimpin langsung kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Bogor dan komunitas lingkungan. “Benih ikan yang kami tebar merupakan spesies perairan umum yang kini mulai jarang ditemui. Kami bangga dapat turut serta memulihkan Ciliwung, sekaligus mengedukasi generasi muda untuk menjaga sungai," tandasnya.
Dalam kegiatan ini, para pegawai BRPBATPP juga terlibat dalam aksi bersih-bersih bantaran sungai bersama komunitas lainnya yang hadir sebagai bagian dari edukasi cinta lingkungan. Langkah ini sesuai kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menempatkan kepentingan ekologi sama tujuan utama pengelolaan sektor kelautan dan perikanan nasional. (Bow/oryza)











