- Ini Langkah IPC TPK Kenalkan Industri Petikemas ke Generasi Muda Jakarta Utara
- Buka Maritime Expo 2026, Wamenhub Suntana Apresiasi Pengabdian Pelaut Indonesia
- Bangun Proyek Dermaga Tanpa Izin, Dua Perusahaan di Riau Disegel KKP
- Puluhan Ekor Hiu Bambu Hasil Penangkaran Dilepas KKP di Laut Kepulauan Seribu
- Libur Sekolah, Penjualan Tiket Diskon Kapal PELNI Tembus 214 Ribu Penumpang
- Kapal Perang Inggris HMS Tamar (P233) Merapat di Jakarta, Ada Apa ?
- Pelindo Regional 2 Priok Gandeng Kejaksaan Tangani Kepastian Hukum Penyelenggaraan Kegiatan Kepelabuhanan
- Ini Hasil RUPS Pelindo 2025: Kinerja Tumbuh, Setor ke Negara Rp7,81 Triliun
- Latma Malindo Jaya 28AB-26, Indonesia dan Malaysia Himpun Kekuatan Laut Hadapi Tantangan Maritim
- Operasi Senyap TNI AL di Tengah Malam, Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah 4,25 Ton Miliaran Rupiah
Antisipasi Banjir, ASDP Salurkan Bantuan Perkuat Drainase Pelabuhan Bastiong Ternate

Keterangan Gambar : PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyalurkan bantuan perbaikan drainase di sekitar Pelabuhan Bastiong, Ternate, Maluku Utara. Foto: ASDP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), TERNATE: Hujan deras yang turun di kawasan pesisir bisa berdampak banjir bila tidak diatasi. Menyadari pentingnya infrastruktur yang memadai, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyalurkan bantuan perbaikan drainase di sekitar Pelabuhan Bastiong, Ternate.
Dalam siaran resminya ASDP menyebutkan, bantuan perbaikan drainase disalurkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bagi masyarakat sekitar pelabuhan, drainase bukan sekadar saluran air. Fungsinya vital untuk memastikan air hujan mengalir lancar, menjaga lingkungan tetap bersih, dan mengurangi risiko bencana.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa perbaikan drainase ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam menjaga keselamatan warga.
Baca Lainnya :
- Komitmen Transformasi Pelindo Multi Terminal Ajak Pengguna Jasa Tumbuh Bersama Ciptakan Peluang0
- AHY Tinjau Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Cek Progres Pelaksanaan Inpres0
- ASDP Hadirkan Green Port di Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Ramah Lingkungan0
- Pemprov Sulsel Dukung Pelindo Kembangkan Pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia0
- Pelindo Terminal Petikemas Bagikan 2.000 Paket Makanan, Pengemudi Truk: Terimakasih... 0
“Sebagai perusahaan yang mengusung budaya safety habit, khususnya dalam menjaga lingkungan, kami berperan aktif mencegah potensi banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan,” ungkap Heru dalam keterangan tertulis, Selasa (23/9/2025).
Bantuan yang disalurkan mencakup perbaikan drainase sepanjang 8 meter, lebar 7 meter, dengan kedalaman 100 sentimeter. Pekerjaan ini juga meliputi pemasangan batu penahan jembatan kecil yang kerap digunakan warga sebagai jalur alternatif. Dengan saluran yang lebih kuat dan tertata, air dapat mengalir lebih lancar sehingga risiko genangan berkurang signifikan.
Langkah ASDP ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa program ini mendukung dua tujuan penting.
“Pertama, SDGs ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi, yang memastikan ketersediaan air dan sanitasi yang lebih layak. Kedua, SDGs ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena saluran air yang baik akan melindungi masyarakat dari risiko penyakit akibat genangan air,” jelas Shelvy.
Simpul Penting Mobilitas
Manfaat perbaikan ini bukan hanya infrastruktur yang lebih tertata, tetapi juga peningkatan kualitas kesehatan dan kenyamanan hidup masyarakat sekitar.
Pelabuhan Bastiong sendiri memiliki posisi strategis karena berada tepat di pusat Kota Ternate, sehingga menjadi simpul penting mobilitas masyarakat, logistik, sekaligus pintu masuk wisata.
Dari pelabuhan ini, ASDP melayani sejumlah lintasan utama seperti, Ternate-Bitung, Ternate–Tidore, Ternate–Sofifi, dan Ternate–Halmahera yang setiap hari dipadati pengguna jasa.
Sejak digitalisasi penyeberangan diterapkan, layanan di Bastiong semakin mudah diakses.
Pembelian tiket kini dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Ferizy, didukung armada kapal seperti KMP Tuna, KMP Maming, KMP Baronang, dan KMP Portlink VIII yang melayani rute-rute sibuk di Maluku Utara.
Hingga periode Januari–Juli 2025, tercatat lebih dari 336 ribu penumpang dan 124 ribu unit kendaraan telah menyeberang melalui Bastiong. Angka ini menegaskan peran Bastiong sebagai salah satu pelabuhan tersibuk ASDP di kawasan timur, sekaligus urat nadi transportasi dan distribusi ekonomi di Maluku Utara.
Diketahui, pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, menjaga kualitas lingkungan di sekitarnya menjadi bagian penting dari keberlanjutan layanan ASDP.
“Kami percaya bahwa upaya ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Bukan hanya mengurangi potensi banjir, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kualitas hidup yang lebih baik bagi warga Ternate,” tambah Shelvy.
Perbaikan drainase di Bastiong merupakan bagian dari konsistensi ASDP dalam menjalankan program TJSL yang berdampak nyata. Ke depan, perusahaan berkomitmen terus menghadirkan program lingkungan yang mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar pelabuhan.
Seperti halnya air yang terus mengalir, komitmen ASDP menjaga lingkungan dan masyarakat akan berjalan tanpa henti. Setiap langkah kecil diharapkan memberi dampak besar bagi kehidupan yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan. (Arry/Oryza)











