- Presiden Prabowo: TNI Lahir dari Rakyat, Berjuang Bersama Rakyat, Hadir di Tengah Bencana
- HUT ke-81 TNI di Cilangkap, Presiden Prabowo: Terima Kasih atas Kesetiaan dan Pengabdian Para Prajurit
- Buruan Daftar! Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 Dibuka hingga 14 Oktober
- Presiden Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, ada Rocky Gerung, Margarito hingga Babah Alun
- Hari ke-18 Pencarian Korban, Penyelam Sisir Badan KMP Virgo Transport 8
- Pelantikan Ketua PWI Jabar, Akhmad Munir dan KDM Ingatkan Independensi Pers
- Aksi Sosial Lintas Negara, Satgas Port Visit 2026 Gelar Bakti Kesehatan di Vanuatu
- Perusahaan Diminta Serap Tenaga Kerja Disabilitas, Menaker: Kami Latih, Kami Siapkan
- Ketum PWI: Pers di Tengah Gempuran Algoritma, Negara Harus Hadir
- Reshuffle ke-7 KMP: 18 Pejabat Baru mulai Menteri-Wamen hingga Kapolri-Wakapolri Dilantik Presiden
TNI AL dan Tim Gabungan Terjun di Lokasi Terdampak Gempa di Pelabuhan Say Maumere NTT

Keterangan Gambar : Prajurit TNI AL terjun ke lokasi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Prajurit TNI AL beserta tim gabungan bergerak cepat menanggulangi dampak bencana gempa berkekuatan 7,0 Magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di kawasan Pelabuhan L. Say Maumere, Sabtu (15/08/2026).
Gempa tektonik yang terjadi pada pukul 05.58 WITA tersebut berpusat di laut pada koordinat LS 8,33° dan BT 121,32° (38 km Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo) dengan kedalaman 10 km. Tim perbantuan TNI AL langsung diterjunkan sejak pukul 08.00 WITA untuk melakukan pemantauan, pengamanan, dan penanganan darurat di area pelabuhan.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara di lapangan, bencana ini mengakibatkan 2 korban meninggal dunia atas nama Bernadus Muda (66 thn) dan Maria Diana Meliana (54 thn) akibat tertimpa material beton. Korban lainnya 2 orang luka-luka telah mendapatkan penanganan medis dan proses pendataan identitas masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Baca Lainnya :
- BMKG: 235 Kali Aktivitas Gempa Susulan di NTT0
- Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Operasional Kapal di Maumere Tetap Berjalan0
- Gempa Magnitudo 7,0 di Mbay Nagekeo NTT, Peringatan Tsunami, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi0
- Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin Dievakuasi 212 Orang, Data Manifest 131 Penumpang0
- KMP Putri Yasmin Terbakar, Menhub: Kondisi Kapal Laik Laut, Tunggu Investigasi KNKT0
Danlanal Maumere Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho A.S. menyampaikan bahwa dalam rangka percepatan penanganan dampak bencana di Pelabuhan L. Say Maumere, TNI AL menerjunkan personel tim pengamanan Pelabuhan yang berkolaborasi erat dengan personel PT Pelindo.
Tim gabungan ini bertugas menyisir area pelabuhan, mengamankan objek vital pascagempa, membantu proses evakuasi warga serta memastikan jalur logistik maritim tetap terkendali.
Situasi dan kondisi di Pelabuhan L. Say Maumere berada dalam pengawasan penuh TNI AL dan instansi terkait. Pemantauan intensif terus dilakukan guna mengantisipasi potensi gempa susulan serta memastikan keselamatan masyarakat dan aktivitas di kawasan pelabuhan.
Pengerahan unsur tersebut merupakan wujud kesiapsiagaan TNI AL dalam merespons kondisi darurat yang terjadi di wilayah Indonesia serta menjadi bukti nyata implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang sesuai dengan kebijakan Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (Riz/Mar)











