- Lanal Lampung Bekali Materi Bela Negara, Tanamkan Displin Siswa SMAN 11 Bandar Lampung
- TPK Koja Pastikan Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Lancar dan Terjaga Saat Pekerja Sampaikan Aspirasi
- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya
- Latma DIVEX 2026, Pasukan Katak TNI AL dan Republic of Korea Navy Asah Kemampuan Operasi Bawah Air
- KRI Hiu-634 Angkut Bantuan Kejati NTT, Disalurkan ke Maumere dan Reo
- BKPRMI Jakarta Gelar Pelatihan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah di Pulau Pramuka
- KRI Selar-879 TNI AL dan Philippine Navy Siaga Jaga Perbatasan Indonesia dan Filipina
Gotong Royong, TNI AL dan Masyarakat Bangun Tanggul Penahan Abrasi di Tapal Batas

Keterangan Gambar : TNI AL dalam hal ini Satgasmar Pam Ambalat XXX membangun tanggul penahan abrasi di Pantai Indah, Sei Bajau, Desa Tanjung Aru, Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Jumat (10/1/2025). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), NUNUKAN: TNI AL dalam hal ini Satgasmar Pam Ambalat XXX membangun tanggul penahan abrasi di Pantai Indah, Sei Bajau, Desa Tanjung Aru, Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Jumat (10/1/2025). Kegiatan ini sebagai bagian dari tugas dalam menjaga kedaulatan negara serta stabilitas lingkungan di masyarakat.
Prajurit Pasmar 2 Korps Marinir yang tergabung dalam Satgasmar Pam Ambalat XXX bergotong royong bersama masyarakat wilayah 'tapal batas' dalam proses pembuatan tanggul. Seperti diketahui, Nunukan adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Kegiatan diawali dengan menyusun karung-karung berisi pasir di sepanjang garis pantai sehingga membentuk tanggul. Tumpukan karung pasir ini berfungsi sebagai penahan gelombang pasang dan ombak besar sehingga dapat mencegah abrasi yang berpotensi merusak permukiman warga dan infrastruktur di sekitar Pantai Indah.
Dansatgasmar Pam Ambalat, Kapten Marinir Oki Prabowo mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah nyata prajurit TNI AL dalam menjawab tantangan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat khususnya yang berada di pesisir.
Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata sinergi yang kuat dalam menghadapi tantangan di wilayah perbatasan, sekaligus mempererat hubungan baik antara prajurit TNI AL dan masyarakat.
"Sejalan dengan peran tugas TNI AL yang tidak hanya menjaga laut sebagai wilayah kedaulatan, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat pesisir dapat hidup aman dan sejahtera," ujarnya.
Kolaborasi antara TNI AL dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan ini sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bahwa kehadira TNI AL di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan solusi atas berbagai permasalahan termasuk yang berkaitan dengan lingkungan. (Arry/Oryza)











