- Bantu Petambak Garam Genjot Produksi, KKP Terapkan Teknologi SWSO
- Presiden Prabowo dan PM Albanese Tandatangani Traktat Keamanan Bersama
- Baharkam Polri dan Prancis Jajaki Kerja Sama Teknologi Alutsista Modern
- IPC TPK Dorong Budaya Sadar Keselamatan Warakas Nuansa K3 Nasional 2026
- Seminar Nasional HPN 2026: Bangun Infrastruktur, Transportasi dan Pelabuhan Ciwandan untuk Banten
- Arus Petikemas IPC TPK Pontianak Dinamis Tumbuh 7,47% Sepanjang 2025, Logistik Kalbar Menggeliat
- IPC TPK Implementasi ESG Utamakan Keselamatan Kerja, TKBM Dilatih K3
- IPC TPK Palembang Melejit Saat Perdagangan Global Lesu, Tumbuh 6,15% Sepanjang 2025
- Cek Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Ditjen Hubla Uji Petik di Labuan Bajo
- Integrated Planning & Control IPC TPK Tingkatkan Efektivitas Operasional Pelabuhan Panjang
Gotong Royong, TNI AL dan Masyarakat Bangun Tanggul Penahan Abrasi di Tapal Batas

Keterangan Gambar : TNI AL dalam hal ini Satgasmar Pam Ambalat XXX membangun tanggul penahan abrasi di Pantai Indah, Sei Bajau, Desa Tanjung Aru, Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Jumat (10/1/2025). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), NUNUKAN: TNI AL dalam hal ini Satgasmar Pam Ambalat XXX membangun tanggul penahan abrasi di Pantai Indah, Sei Bajau, Desa Tanjung Aru, Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Jumat (10/1/2025). Kegiatan ini sebagai bagian dari tugas dalam menjaga kedaulatan negara serta stabilitas lingkungan di masyarakat.
Prajurit Pasmar 2 Korps Marinir yang tergabung dalam Satgasmar Pam Ambalat XXX bergotong royong bersama masyarakat wilayah 'tapal batas' dalam proses pembuatan tanggul. Seperti diketahui, Nunukan adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Kegiatan diawali dengan menyusun karung-karung berisi pasir di sepanjang garis pantai sehingga membentuk tanggul. Tumpukan karung pasir ini berfungsi sebagai penahan gelombang pasang dan ombak besar sehingga dapat mencegah abrasi yang berpotensi merusak permukiman warga dan infrastruktur di sekitar Pantai Indah.
Dansatgasmar Pam Ambalat, Kapten Marinir Oki Prabowo mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah nyata prajurit TNI AL dalam menjawab tantangan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat khususnya yang berada di pesisir.
Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata sinergi yang kuat dalam menghadapi tantangan di wilayah perbatasan, sekaligus mempererat hubungan baik antara prajurit TNI AL dan masyarakat.
"Sejalan dengan peran tugas TNI AL yang tidak hanya menjaga laut sebagai wilayah kedaulatan, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat pesisir dapat hidup aman dan sejahtera," ujarnya.
Kolaborasi antara TNI AL dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan ini sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bahwa kehadira TNI AL di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan solusi atas berbagai permasalahan termasuk yang berkaitan dengan lingkungan. (Arry/Oryza)











