- Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026
- Pelindo Regional 4 Peduli Korban Kebakaran di Makassar, Salurkan Bantuan
- Pelindo Indonesia Network Pendulum Diluncurkan, Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Logistik Nasional
- KRI Alamang-644 Tebar Kebaikan, Nelayan Tanjung Balai Asahan Dibagi Sembako dan Cek Kesehatan
- TNI AL dan Tentara Australia Asah Kemampuan, Operasi Pendaratan Amfibi di Situbondo
- Senangnya Bocah-bocah TK Dewi Sartika Wonokromo Naik Tank Amfibi 2 Marinir
- Kapolri Suyudi Temui Panglima TNI di Mabes Cilangkap, Ini yang Dibahas
- Misi Kemanusiaan di Fiji Berakhir Sukses, Satgas Port Visit 2026 Lanjutkan Berlayar ke Solomon
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Menembus Lautan Distribusikan Rp25 Milyar ke Pulau 3T
- Aksi Sosial Lintas Benua, Bakti Kesehatan Satgas Port Visit 2026 Disambut Antusias Masyarakat Fiji
Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026

Keterangan Gambar : PT PELNI (Persero) meraih penghargaan kategori Upcycling Materials Innovation di ajang ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 di Jakarta, Senin (19/10/2026). Penghargaan diterima oleh Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya, dan diserahkan oleh Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard. Foto: Pelni
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) meraih penghargaan kategori Upcycling Materials Innovation dalam ajang ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026 di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya, dan diserahkan oleh Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Febrian Alphyanto Ruddyard bersama Direktur Republika Rangga Danu Prasetyo.
Penghargaan ini diberikan atas inovasi PELNI dalam mengolah limbah life jacket yang telah memasuki akhir masa pakainya menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah. Melalui program Upcycle Life Jacket, PELNI mengembangkan pemanfaatan kembali material bekas sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah sekaligus mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan perusahaan.
Baca Lainnya :
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM0
- Ini Kesepakatan Kemenhub dan Pelindo, Alur-Pelayaran Pulau Baai Tahap II, Keselamatan dan Kelancaran Logistik Jadi Prioritas0
- Pasar Meluas, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand0
- Penertiban Kendaraan ODOL Diperluas hingga Pelabuhan, Menhub: Tingkatkan Keselamatan0
- Indonesia Tuan Rumah Regional Marpolex 2026, Gandeng Filipina dan Jepang Tanggulangi Pencemaran Laut0
Direktur Utama PELNI Budi Setyawan Wijaya menyampaikan, penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi PELNI untuk terus mengembangkan inovasi yang tidak hanya memberikan nilai tambah bagi perusahaan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi lingkungan. Melalui program Upcycle Life Jacket, kami berupaya mengubah material yang sebelumnya menjadi limbah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Budi.
Dari sisi lingkungan, pemanfaatan material bekas tersebut turut memberikan dampak terukur. Untuk setiap pasang sepatu daur ulang, PELNI memanfaatkan 227 gram material bekas yang berkontribusi pada pencegahan emisi karbon hingga 5,244 kilogram CO2-eq serta penghematan penggunaan air sebesar 755,56 liter dibandingkan proses produksi konvensional.
Budi menambahkan, PELNI akan terus mendorong inisiatif keberlanjutan yang dapat diterapkan secara nyata dan memberikan dampak jangka panjang. Menurutnya, pengelolaan limbah melalui inovasi daur ulang merupakan salah satu langkah untuk membangun praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kami meyakini bahwa keberlanjutan perlu diwujudkan melalui langkah konkret dan berkelanjutan. PELNI akan terus membuka peluang inovasi dalam pemanfaatan kembali material, sehingga dapat mengurangi limbah sekaligus menciptakan produk yang bermanfaat. Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung ekonomi sirkular di Indonesia,” tutup Budi.
Melalui program Upcycle Life Jacket, PELNI terus memperkuat komitmen terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui inovasi yang mendukung pengurangan limbah, efisiensi sumber daya, dan penciptaan nilai tambah bagi lingkungan.
Sebagai catatan, PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 83 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 17 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (Riz/oryza)











