- PELNI Tebar Ribuan Life Jacket, Peduli Keselamatan Masyarakat Pesisir
- Operasi Penyergapan Tengah Malam, Penyelundupan 8,8 Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan TNI AL
- 5 Bulan Disandera Perompak Somalia, 4 ABK Kapal MT Honour 25 Selamat Bisa Kembali ke Indonesia
- Tok! DPR Sahkan UU Ketenagakerjaan, Ini 13 Poin Aturan Baru Lindungi Pekerja
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam
- Dugaan Penyiksaan ABK, KKP Tangguhkan Izin Operasional KM Maulana 23
- Menaker: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum
- Dirut Pelindo Sambangi Mabes TNI AL, Ada Apa ?
- IPC TPK Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan Kacamata untuk 150 Sopir Truk Peti Kemas
- Direktur UKW PWI Pusat Aat Surya Safaat: Jaga Integritas Profesi Wartawan
PELNI Tebar Ribuan Life Jacket, Peduli Keselamatan Masyarakat Pesisir

Keterangan Gambar : PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) telah menyalurkan ribuan pcs life jacket kepada nelayan dan masyarakat pesisir di berbagai wilayah Indonesia. Foto: PELNI
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) telah menyalurkan 3.067 pcs life jacket kepada nelayan dan masyarakat pesisir di berbagai wilayah Indonesia.
Bantuan ribuan life jacket untuk nelayan dan masyarakat pesisir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah dilakukan sejak 2021 hingga 2026. Program ini merupakan bagian dari komitmen PELNI dalam mendukung keselamatan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.
Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan aspek keselamatan merupakan bagian penting yang terus dikedepankan PELNI, tidak hanya dalam kegiatan operasional pelayaran perusahaan, tetapi juga melalui kontribusi kepada masyarakat di wilayah pesisir.
Baca Lainnya :
- 5 Bulan Disandera Perompak Somalia, 4 ABK Kapal MT Honour 25 Selamat Bisa Kembali ke Indonesia0
- Tolak Kekerasan, KKP Jamin Keselamatan Awak Kapal Perikanan, Catat Nomor Pengaduan 24 Jam0
- Pelindo Kenalkan ADHARA, Konektivitas Terpadu Ekosistem Maritim Satu Platform Digital0
- Aksi Sosial Lintas Negara, Satgas Port Visit 2026 Gelar Bakti Kesehatan di Vanuatu0
- Pemprov DKI Tambah Kelompok Penerima KLG, Pencari Kerja Wara-wiri Bisa Naik Transjakarta Gratis0
“Keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas PELNI. Melalui program TJSL, kami juga berupaya memperluas kepedulian terhadap keselamatan masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang sehari-hari beraktivitas menggunakan perahu atau kapal. Kami berharap bantuan life jacket ini dapat digunakan dengan baik dan memberikan perlindungan tambahan dalam menjalankan aktivitas di perairan,” ujar Ditto, Kamis (8/10/2026).
Sepanjang 2021–2025, PELNI telah menyalurkan 2.867 pcs life jacket ke sejumlah wilayah, antara lain Jakarta, NTT, Bitung, Sorong, Kendari, Parepare, Ternate, Makassar, Bau Bau, Denpasar, Bangsring, Gorontalo, Kumai, hingga Pangkep.
Pada 2026, PELNI kembali menyalurkan 200 pcs life jacket dengan rincian sebanyak 100 pcs diberikan kepada nelayan di Pulau Kapota, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada September 2026. Sementara pada Februari 2026, sebanyak 100 pcs life jacket juga disalurkan untuk kapal-kapal di Pelabuhan Paotere serta guru-guru di wilayah Kabupaten Pangkep dan Makassar.
Bangun Kesadaran Masyarakat
Ditto menambahkan, pemberian perlengkapan keselamatan tersebut menjadi bagian dari upaya PELNI untuk membangun kesadaran keselamatan secara lebih luas di tengah masyarakat.
“Bantuan ini memang sederhana, tetapi kami berharap dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kesadaran penggunaan perlengkapan keselamatan,” tambah Ditto.
Program penyaluran life jacket tersebut juga sejalan dengan pelaksanaan TJSL PELNI yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Pilar Sosial, khususnya TPB 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
PELNI akan terus mendorong berbagai program TJSL yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan aktivitas yang lebih aman, khususnya bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir.
Sebagai catatan, PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 83 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 17 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (Riz/Mar)











