Pemerintah Larang Ekspor Batubara
Ini Alasannya

By Indonesia Maritime News 05 Jan 2022, 11:23:46 WIB Bisnis
Pemerintah Larang Ekspor Batubara

Keterangan Gambar : Pemerintah melarang ekspor batubara terhitung 1 Januari-31 Januari2022. Presiden Jokowi menegaskan, perusahaan batubara harus mematuhi DMO [domestic market obligation] untuk kepentingan dalam negeri..(Foto:Istimewa



IMN-Indonesiamaritimenews.com,JAKARTA  : Pemerintah melarang ekspor batubara terhitung 1 Januari-31 Januari2022. Presiden Jokowi menegaskan, perusahaan batubara harus mematuhi DMO [domestic market obligation] untuk kepentingan dalam negeri.

Presiden menegaskan perusahaan tambang batu bara wajib memprioritaskan pasokan batu bara untuk kepentingan dalam negeri. Jokowi meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian BUMN, dan PT PLN (Persero) mencari solusi terbaik demi kepentingan nasional.

Baca Lainnya :

Prioritas utama sumber daya di dalam negeri adalah pemenuhan kebutuhan domestik, baik untuk PLN maupun industri. Sudah ada mekanisme DMO [domestic market obligation] yang mewajibkan perusahaan tambang memenuhi kebutuhan pembangkit PLN. “Ini mutlak. Jangan sampai dilanggar dengan alasan apapun,” kata Jokowi  di kanal Youtube Setpres, Senin (3/1/2022) malam.

Presiden mengancam akan menjatuhkan sanksi para pelaku usaha tambang batu bara bila melanggar. Perusahaan swasta, BUMN, beserta anak usaha yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan maupun pengolahan sumber daya alam, wajib untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dulu sebelum ekspor.

IMN-Indonesiamaritimenews.com, seperti diketahui, Kementerian ESDM telah menerbitkan larangan ekspor kepada perusahaan tambang batu bara pada 1–31 Januari 2022. Kebijakan ini diambil dengan alasan pasokan batu bara di pembangkit listrik kian menipis. Setidaknya 20 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), baik milik PLN maupun independent power producer (IPP) mengalami defisit pasokan batu bara. Sehingga berpotensi mengganggu keandalan listrik bagi 10 juta lebih pelanggan PLN.

KRISIS ENERGI

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap alasan di balik larangan ekspor batu bara.Kebijakan tersebut diambil guna menghindari krisis energi dan risiko inflasi seperti yang dialami oleh sejumlah negara.

"Kita kalau ingin supaya pemulihan ekonomi tidak terancam oleh inflasi yang tinggi, maka kita juga harus lihat itu," jelas Sri Mulyani pada konferensi pers Realisasi APBN 2021 di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (3/1/2022).

IMN-Indonesiamaritimenews.com, sejumlah negara seperti China, mengalami krisis energi sehingga memicu lonjakan kenaikan harga sejumlah komoditas, utamanya batu bara. Menurut Sri Mulyani, meski ekspor batu bara turut memberikan sumbangan besar terhadap ekspor Indonesia, namun pemerintah perlu mengambil pilihan kebijakan. (ORIZ)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment