NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Apa Yang Dilakukan?
Priok Macet, Area Tetap Kendaraan Bertambah


Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA: Luas area Pelabuhan Tangjung Priok tetap mamun kendaraan yang masuk terus bertambah membuat "sesak" dan macet.OP Priok, IPC dan stake holder terkait berupaya melakukan berbagai inovasi mengurai kemacetan.Apa yang harus dilakukan ?

Pertanyaan itu muncul pada saat Dialog Kepelabuhanan bertajuk : "Penataan Akses Transportasi Darat Pelabuhan Tanjung Priok", Selasa (23/3/2021) di Jakarta.

Pelindo II/IPC sebagai operator Pelabuhan Priok tentang hal ini tak "tutup mata",terus berupaya mengatasi kemacetan di dalam Pelabuhan Tanjung Priok dan sekitarnya.General Manager (GM) Pelabuhan Tanjung Priok Guna Mulyana mengatakan, mereka melakukan berbagai langkah mengatasi kemacetan itu.

Pelabuhan Priok, lanjut dia, akan menambah buffer area. Selain sudah ada buffer di wilayah barat, pihaknya tengah berupaya untuk menambah buffer di wilayah timur Pelabuhan Tanjung Priok. "Kita masih melakukan diskusi dengan manajemen KBN untuk memanfaatkan lahan di daerah Cakung sebagai buffer area di timur pelabuhan.Buffer di sebelah timur Pelabuhan dinilai pengguna jasa sangat penting mengingat 70 % arus barang dari dan ke pelabuhan berasal dari arah timur (hinterland)," jelas Guna.

Pada 2018 IPC melakukan Autogate Pas di pelabuhan Priok yakni melakukan perubahan transaksi di Pos 1, 8 dan 9 serta Terminal secara bertahap.

Pelabuhan Priok pada 2019 menyediakan Fasilitas buffer untuk kendaraan Truk yang akan melakukan bongkar muat di terminal atau non terminal dan pada 2021 (tahun ini) akan menerapkan single truck identity document (TID).Single TID akan mengidentifikasi setiap kendaraan atau Truk yang akan melakukan bongkar muat di terminal non terminal.

Program aksi pada 2021-2022 yaitu terminal booking system (TBS) yakni integrasi data Truk ke terminal untuk mengurangi antrean kendaraan yang akan melakukan bongkar atau muat.

"Program IPC Priok lainnya adalah trafik management yang dilakukan bersama-sama dengan stakholder lainnya dengan cara mengarahkan ke buffer area Trucking terhadap truk yang keluar masuk terminal apabila terjadi antrean atau kemacetan di jalan raya pelabuhan," tambah Guna.

Dia berharap pengembangan dan pengoperasian jalan Tol Cilincing-Cibitung atau JTCC sebagai jalan tol strategis yang menghubungan Pelabuhan Tanjung Priok dengan hinterland utama berupa daerah industri diwilayah timur Jakarta.Pengembangan Tol JTCC tersebut akan menciptakan jalur distribusi baru untuk angkutan barang dari pusat industri di Belasi, Karawang dan Purwakarta ke Pelabuhan Priok tanpa melalui pusat Kota.

Guna memaparkan, faktor penyebab potensi kemacetan antara lain 50% kegiatan impor/ekspor/domestik melalui Pelabuhan Tanjung Priok, arus kapal dan barang makin meningkat, akses ke daerah industri (hinterland ) cukup padat, kedatangan truk ke pelabuhan cenderung bersamaan pada wakru tertentu. Lahan area pelabuhan tetap tetapi jumlah kendaraan meningkat.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonedia (Aptrindo) Jakarta Sudirman mengatakan macet banyak penyebabnya. Selain tidak optimalnya penataan sisi darat Pelabuhan Priok, juga akibat masih buruknya pengelolaan sistem IT (informasi dan teknologi) oleh regulator maupun oleh operator di pelabuhan.Misalnya, Kamis (25/2/2021) terjadi kemacetan akibat kegagalan sistem pembayaran jasa layanan (Billing) di terminal petikemas TPK Koja. Sehari sebelumnya (Rabu 24/2/20221), kelancaran angkutan barang terganggu akibat Sistem layanan di Bea Cukai CEISA (Centralized Integrated Inter- Connected Automated) mengalami masalah.

Menurut dia, selama ini tidak ada yang memperhatikan keluhan para operator trucking menyangkut kemacetan di pelabuhan Priok. "Tidak ada yang membela kami. Itu yang kami rasakan. Jangan sampai kami bersurat ke Menko yang ngurusin soal pelabuhan dan transportasi ini. Priok ini jalur vital logistik tetapi bisnis trucking masih sering terganggu," ungkapnya.

Menanggapi laporan petugas Satlantas Polres Pelabuhan bahwa sering kali pengemudi truk gak pakai baju dan supir tembak, Sudirman mengatakan setelah pemberlakuan Single TID (April) pengusaha angkutan yang mempekerjakan sopir tanpa baju dan supir tembak tak ada lagi. Satu kenderaan satu identitasnya. Perusahaan yang melakukan hal itu akan di-black list.

Ketua Umum DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim mengatakan,"Harusnya semua program penataan itu leader-nya pihak kantor Otoritas Pelabuhan. Instansi itu bisa dibilang Gubernur Jenderal-nya pelabuhan Priok," tandas Adil Karim.Penataan sisi darat Tanjung Priok tidak bisa ditawar-tawar lagi lantaran saat ini Pemerintah telah meluncurkan National Logistic Ecosystem (NLE).

Ketua Ikatan Eksportir Importir (IEI) Amalia, berharap kelancaran arus logistik Pelabuhan Priok menjadi perhatian semua pihak terkait guna mengefisiensikan biaya logistik nasional. (Arry/Mar)

Image

Index

KAI Akan Masuk Panjang

Jelang Lebaran & Pandemi Pelayanan Tetap berjalan

IPC Sesuaikan Tarif Lo-Lo

Cost Recovery Dihilangkan

IPC Bukukan Laba Rp 1,15 T

Pendapatan Tahun 2020 Rp 10,4 T

IPC-KPK Amanah

No Corruption & Gratification

IPC-KPK Amanah

No Corruption & Gratification

Kini Tanjungpandan

Terapkan Tapcash

Alhamdulillah

GeNose C-19 Ada di Pelabuhan Tanjung Priok

Apa Yang Dilakukan?

Priok Macet, Area Tetap Kendaraan Bertambah

Apa Yang Dilakukan?

Priok Macet, Area Tetap Kendaraan Bertambah

Tanjungpandan Fasilitasi BBM & Gas Rp 30 M

Dibutuhkan Dukungan DPRD

Poll

Subscribe Newsletter