NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
KLB Sibolangit
Kembalikan Marwah Partai Demokrat


Indonesiamaritimenews.com
(IMN), JAKARTA: Gagasan melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit Sumut awal Maret 2021 dimaksudkan untuk mengembalikan marwah partai Demokrat sebagai Partai terbuka, rumah besar rakyat Indonesia, dari tirani clan cikeas yang menjadikan Partai Demokrat untuk kepentingan keluarga.

Marzuki Alie, Ketua DPR RI 2009 - 2014, menegaskan hal itu di Jakarta Kamis, (18/3/2021) dan meminta semua kader untuk mendorong dan mendukung KLB agar partai yang sudah lama diperjuangkan itu kembali kepada khitahnya, yakni membuka ruang bagi semua kader terbaik untuk menjadi Pemimpin, baik dalam pengurusan Partai maupun di Lembaga Legislatif, eksekutif dan lembaga-lembaga lainnya.

"Hadirnya Susilo Bambang Yudhoyono yang dikenal dengan sebutan SBY dalam Partai Demokrat, merupakan bentuk tanggung jawab Para Penggagas Partai untuk menghadirkan Pemimpin Nasional yang diperkirakan akan mampu menyelesaikan permasalahan Bangsa pasca krisis multi dimensi tahun 1998. Alhamdulillah, dengan bekerja keras para kader dan SBY sebagai Calon Presiden yang difigurkan, SBY bisa menjabat dua periode," ungkap Marzuki.

Namun harus disadari, ibarat pepatah setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya, oleh karenanya kita wajib mencarikan pengganti yang mampu melanjutkan agenda-agenda yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Sayangnya, SBY yang diusung oleh PD, justru menjadikan PD sebagai kendaraan untuk melanjutkan kekuasaannya kepada anaknya, menjadikan PD yang semula partai terbuka menjadi Partai dinasti. Pemilu 2014 dan 2019, SBY sebagai Ketua Umum, tidak mampu mengusung calon Pemimpin Nasional baik dari Internal
maupun eksternal, walaupun kesempatan itu sangat terbuka pada Pemilu 2014, dan ini akan mengancam eksistensi PD pada pemilu yang akan datang.

Sebagai partai terbuka, selama PD belum memiliki figur Internal, siapapun bisa menjadi figur yang diunggulkan untuk Pilpres yang akan datang, sepanjang memenuhi komitmen kebangsaan dan berjuang dibawah bendera Demokrat, serta memenuhi kualifikasi sebagai Pemimpin Nasional, akan diperjuangkan menjadi Capres / Cawapres PD. Keberadaan figur ini sangat penting, untuk meningkatkan keterpilihan PD pada Pemilu yang akan datang.

PD memiliki banyak figur muda, antara lain AHY, Emil Dardak (wagub Jatim), Nova Iriansyah (Gub Aceh) dan banyak figur-figur lainnya yang pada saatnya akan mengisi ruang-ruang itu, Marzuki menggaris bawahi, tapi bukan sekarang waktunya, perlu diisi dengan beragam pengalaman sehingga pada saatnya siap menjadi Pemimpin Nasional. Untuk itulah, dalam masa pencarian ini, mulai diunggulkan beberapa tokoh nasional, termasuk Moeldoko.

Langkah-langkah untuk menjadikan PD sebagai partai dinasti, dilakukan secara sistimatis, sejak kongres 2010, KLB 2013 dan Kongres 2015, sehingga kongres 2020 langsung diwariskan kepada Putranya AHY, yang dipilih secara aklamasi, namun semuanya by design, yaitu mendapatkan dukungan secara tertulis dari seluruh pemilik suara, yang diwakili oleh para Ketua DPD provinsi. Dapat diduga, 2014 dan 2015 PD tidak mengusung Capres/ Cawapres, untuk memuluskan suksesi kepemimpinan PD kepada sang Mahkota, yang langsung berada di atas bukit tanpa pernah merasakan sulitnya mendaki bukit.

Untuk melanggengkan kekuasaannya, maka sby melakukan perubahan atas AD / ART, yang menjadikan SBY dan AHY sebagai penguasa Partai, selebihnya adalah mereka yang diangkat dan diberhentikan oleh Ketum dan Ketua MT, dari tingkat Pusat sampai tingkat Daerah. Dan yang lebih tidak beretika, dengan merubah akte pendirian dalam AD 2020, dimana semua nama pendiri dihilangkan, dan hanya SBY dan VR alm sebagai The founding Father PD.
Dengan demikian, kalau kita bicara kudeta, sesungguhnya yang mulai mengkudeta struktur Partai Demokrat adalah SBY itu sendiri.

Marzuki Alie mengingatkan kepada para kader agar bergabung, "Bersama-sama bersatu mengembalikan kejayaan PD yg telah kita mulai dengan. melakukan KLB yang bertema Simbiosis Mutualisme Untuk memenangkan Partai Demokrat 2024 kembali merebut kursi di DPR seperti tahun 2009,"katanya.

Ia juga meminta agar para tokoh masyarakat dan tokoh agama, tidak diseret-seret ke partai yang saat ini seolah dikuasai AHY, karena hal itu justru akan memperlemah demokrasi dan dapat menurunkan kridibilitas para tokoh.

"Biarlah Pak Jusuf Kalla, Pak Gatot dan Pak Dim Syamsudin, tokoh dari Muhammadiyah berbicara sesuai dengan nuraninya gak usah diseret ke pusaran politik, "pesannya. (Mar)

Image

Index

KLB Sibolangit

Kembalikan Marwah Partai Demokrat

Orientasi PWI Jaya

Wartawan Harus Independen

Orientasi PWI Jaya

Wartawan Harus Independen

WA Paman Bobby Nasution Dibobol

Pelaku minta uang atas Nama Erwan Rozadi Nasution

Kapolri Naikkan Pangkat 25 Pati

5 Irjen dan 20 Brigjen

Marak HUT RI 75 Relawan Pasti Bobby Nasution

Bagi Makanan dan Masker Hindari Covid 19

Pelindo IV & Kejaksaan Tinggi Sulsel

Sepakat Tingkatkan Efektivitas Penanganan Hukum

Polda Aceh dan Kodam Iskandar Muda Peduli

Bagikan 450 Sembako Warga Terdampak Covid 19

Ike Edwin Pengungkap Korupsi Gayus

Daftar Capim KPK

Kapal Meledak, 5 Pekerja Tewas

Sedang Dirakit di Serang

Poll

Subscribe Newsletter