NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Pelaut Indonesia Julianto Ditahan China
Komunikasi Terputus Harapkan Perhatian Presiden


Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA: Pelaut Indonesia Julianto Ginting di Tahan Pemerintah China, Keluarga kesulitan melakukan komunikasi, bahkan hilang kontak dan mengharapkan perhatian Presiden Jokowi.

Juliantono Ginting bekerja sebagai Master di Kapal Cargo HENG SMOOTH, PT. ARMADA MARITIM NUSANTARA atau PT. BALENO SHIPING.

Ia diduga menyelundupkan barang biasa, ditahan oleh penguasa China sejak 5 April 2019, hinga kini keberadaan dan nasibnya belum dapat diketahui.

Jims Tambunan, SH, MA selaku Kuasa Hukum
Keluarga Juliantono Ginting, Jumat sore (30/8/2019) di bilangan Kampus AMI/ASMI Jakarta mengungkapkan,
bahwa pihaknya telah mengirimkan surat Permohonan Perlindungan Hukum kepada Duta Besar RI di Beijing, No. 012/SPPH/JST/-Law Firm/VII/2019 tanggal 22 Juli 2019, Surat Permohonan Perlindungan Hukum kepada Menteri Perhubungan No.014/SPPH/JST-Law Firm/VII/2019 tanggal 23 Juli 2019, Surat Permohonan Perlindungan Hukum kepada Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia.

"Bahwa sejak dilakukan penahanan terhadap Klien kami, Kementerian luar negeri Cq Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu mengalami kebuntuan dalam memberi bantuan hukum. Sebab aparat yang berwenang China belum memberikan akses kepada KJRI Shanghai untuk bisa ketemu langsung dengan Juliantono Ginting," ujar Tambunan.

Namun demikian, tuturnya, pihak KJRI Shanghai telah dapat informasi dari Kepolisian Lianyunggang bahwa berkas perkara Juliantono sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. "Tapi untuk proproses selanjutnya KJRI masih menunggu Contak person kejaksaan di China yang menangani kasus yang bersangkutan,"Kata Jhuda Nugraha dari Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu.

Menurut Jhuda Nugraha, Dldugaan kasus penyelundupan barang tidak hanya melibatkan Julianyono, tetapi ada juga WNI lainya yaitu Dadang Sutardi dan Joni falam kasus yang sama. Sementara 7 WNI lainnya, Hidayat, Hartono, Tolip, Turcia, Rizki, Arya dan Rahman telah dibebaskan karena berdasarkan hasil insvestigasi Kepolisian China dinyatakan tidak cukup bukti.

"Bahwa perkara ini sudah kita laporkan kepada Presiden Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan, Duta Besar Indonesia di China, dan Kepala Staf Kepresidenan, karena hingga saat ini belum ada penyelesaian yang kongkrit terhadap keberadaan Juliantono,"tegas Tambunan.

Yang kami sesalkan jelas Tambunan, selaku Agen yang memberangkatkan tidak pernah memberi informasi mengenai keberadaan Klien Kami yang hingga berujung terjadinya penangkapan oleh pihak Kepolisian Negara China.

Dikatakan Tambunan, sejak naik diatas Kapal HENG SMOOTH, Juliantono yang menjabat sebagai Master selalu berkomunikasi melalui telepon mengabari keadaan dan kondisi diatas Kapal hingga pada tanggal 05 April 2019 dan merupakan komunikasi terakhir.

"Bahwa selanjutnya pada 7 April 2019 melihat ada Miscall selama enam kali dari Juliantono, kemudian? Klien Kami (keluarga) mencoba menghubungi kembali namun tidak ada respon sama sekali, alias putus komunikasi. Penasaran dengan kejadian yang tidak biasa tersebut, Klien Kami berusaha menghubungi melalui telepon celuler dan mengirimkan WA namun tetap tidak mendapat respon,"ujar Tambunan.

"Kami dari Corp Alumni STMar AMI yang tergabung dalam CAASA siap menghadap Presiden RI untuk memberikan perlindungan hukum kepada warga negaranya yang tersangkut masalah hukum di luar negeri. Negara harus hadir membela warga negaranya," tandas Sekjen CAASA, Hariman Siregar, yang juga Korda Pemuda Pancasila DKI Jakarta. (Arry/MAR/IMN)

Image

Index

Pelaut Indonesia Julianto Ditahan China

Komunikasi Terputus Harapkan Perhatian Presiden

Ketua INSA Carmelita Hartoto:" Berikan Pelayaran Equal Treatment"

"Lokomotif logistik Pelayaran, efisienkan, bila mogok ekonomi terhenti"

KMP.Mutiara Persada 2 Kandas

Kapal Miring Kekiri,6 Jam Menunggu Bantuan

Penumpang Mudik Melonjak

Pelni Tingkatkan Pelayanan

SP Mogok, 14 Kapal Pindah Terminal

Diperkirakan 25.870 TEuS atau Rp 70 M Lost dari JICT

Industri Pelayaran Kian Terpuruk

Dihantam Krisis Ekonomi Global

10 ABK Indonesia Akhirnya Dibebaskan Abu Sayyaf

5 Pekan Ditawan di Filipina

Pelaut Demo Damai di Depan Istana

Tuntut Standarisasi Gaji Sesuai ILO

10 ABK Indonesia Akan Ditebus

Abu Sayyaf ancam akan bunuh sandera

Kapal Malaysia Dibajak 3 ABK Indonesia Dilepas

Di Pulau Ligitan

Poll

Subscribe Newsletter