NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Ketua INSA Carmelita Hartoto:" Berikan Pelayaran Equal Treatment"
"Lokomotif logistik Pelayaran, efisienkan, bila mogok ekonomi terhenti"

Indonesiamaritimenews.com(IMN): Mentari mulai condong ke Barat, sinarnya lembut menyapa di balik awan menembus kaca gedung pencakar langit.Tim IMN menuju lantai 29 Gedung Menara Kadin Jakarta, untuk memenuhi janji mewawancarai Ketua Indonenesia National



Shipownwers Association (INSA) Carmelita Hartoto.Adalah INSA yang diakui oleh pemerintah, berdiri serta beroperasi secara legal yang sudah diputuskan inchracht oleh pengadilan.







Carmelita terlihat masih melayani tamu-tamu,serius berdikusi.Kendati demikian,



ia tetap memberikan slot waktu, sehingga mewawancara tetap berjalan sesuai skedul.Stafnya mempersilahkan kami duduk diruang tunggu bernuansa jawa,dengan latar tokoh perwayangan. Instrumental lembut menyentuh dawai menghanyutkan dan mengingatkan kami ke masa silam. "Silahkan masuk Pak sudah ditunggu Ibu," suara stafnya menyadarkan bahwa kami sedang menunggu dan bekerja untuk berbincang dengan seorang wanita sukses pengusaha dan tokoh pelayaran.







Perbincangan kami mengalir seputar Merah Putih memperinngati hari Kemerdekaan RI 74. Tentang Sejauh mana dukungan pemerintah memberikan dukungan terhadapa INSA agar menjadi tuan di Negeri Sendiri.



Carmelita sebelumnya mengajak seluruh anggota INSA bekerja lebih keras agar pelayaran tetap eksis



di negeri sendiri. Kemauan Bank nasional memberikan pinjaman modal, Bunga tinggi dan pajak masih menghantui pelayaran. INSA berteriak agar pemerintah menyamakan mereka dengan pelayaran asing segala kemudahannya termasuk tentang pajak dan memberikan equal treatment dalam semua lini.







"Dukungan Pemerintah terhadap industri Pelayaran Nasional, sudah cukup banyak,"ungkap Carmelita mengawali penjelasannya. Saat ditanyakan apa saja dukungan yang diberikan pemerintah,sebagai



negara Merdeka yang saat ini dalam suasana memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 74,Rabu (21/8/2019).







"Seperti adanya UU Pelayaran no 17 th 2008,"kata Carmelita melanjutkan, "Serta paket-paket kebijakan eknonomi yang juga banyak mendengar aspirasi dari industri pelayaran nasional, sudah terasa.



Walaupun masih belum maksimal."







INSA pernah mengajuka paket ekonomi di antaranya penerapan beyond cabotage dengan



perubahan skema term of trade. Kebijakan term of trade ekspor impor barang tertentumerupakan kelanjutan dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendag dengan



dunia usaha untuk mengubah term of trade ekspor dari sistem FOB menjadi CIF.







Kendati demikian, Carmelita melihat, Indonesia sebagai negara kepulauan yang mengklaim dirinya sebagai



negara maritim, masih saja ada hal-hal yang kita rasakan belum maksimal,"Sebagaimana yang kita harapkan adalah equal treatmentatau kesetaraaan, sebagaimana negara lain memperlakukan industri maritimnya.







"Kita menghendaki equal treatment sebagaimana kapal-kapak di internasionalTerutama dalam hal pendanaan investasi kapal. Di LN, bunga investasi berkisar antara 1 atau 2% diatas Sibor atau Liboer sedangkan bunga perbankan nasional kita diatas 11%. Belum lagi jaminan kolateral yang dipersyaratkan," Kata Carmelita mengharapkan, agar pelayaran Indonesia bisa bersaing dengan pelayaran asing.



Best womens Obsesion 2017 ini mengusulkan "Seyogyanya bahwa investasi pengadaan Kapal, disetarakan dengan invesiest infrastruktur, dengan tenor yang panjang dan bunga inves asi yang rendah. Selain itu, kebijakan fiskal serta perpajakan kita juga masih berbeda dengan dengan pelayaran asing di negaranya masing-masing."







Wanita Direktur Utama Andika Lines ini, menilai muatan dalam negeri sudah dikuasai pelayaran nasional sebagian besar,"Dengan adanya INPRES 5 th 2005 mengenai pemberdayaan pelayaran nasional, serta UU Pelayaran no 17 th 2008, Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri.99% muatan dalam negeri sudah diangkut oleh kapal-kapal bendera nasional. Hanya 1 % yang masih di industri lepas pantai pengeboran minyak. Itupun untuk pekerjaan yang bukan mengangkut komoditi. Namun pekerjaan teknoloqi tinggi untuk eksplorasi yang sifat pekerjaannya hanya jangka pendek,"ungkap Carmelita membatasi sekaligus menjawab pertanyaan IMN apakah pelayaran nasional sudah berjaya di negeri sendiri?







Carmelita menilai erat kaitan pradigma pelayaran dengan rantai logistik mengangkut barang atau muatan, dari hulu hingga hilir sebagai denyut ekonomi."Shipping menganut paradigma Ship Follow the trade. Dimana ada arus barang, maka kapal akan datang untuk megambil muatan perdagangan. Seburuk apapun



fasilitas pelabuhan tersebut, kalau ada barang, pasti kapal akan datang. Sebagai contoh, adalah di era booming kayu glondongan. Tanpa ada pelabuhan, kapal-kapal pengangkut kayu glondongan datang ke muara-muara sungai untuk menambil muatan,"jelasnya, sehingga alur logistik berjalan.



Lantas sinergi apa yang dibutuhkan agar pelabuhan sebagai pintu ekonomi dan pelayaran sebagai bagian dari hal itu berjalan lebih efektif untuk meningkatkan ekonomi?"Saya balik.Kapal atau Pelayaran adalah sebagai lokomotif rantai logistik. Pelabuban memang sebagai gateway atau pintu gerbang yang memfasilitasi lokomotif itu untuk berbagai kegiatan ekspor impor, pengisian bahan bakar, perbaikan dan lain lain. Dengan sendirinya, diperlukan sinergi yang efficient untuk lancarnya rantai logistik



tersebut terus bergerak.Jangan sampai lokomotifnya mogok. Kalau lokomotif mogok,



pelabuhanpun akan sepi. Dan ekonomi berhenti," jawab wanita yang terlihat smart ini menutup perbincangan di saat senja menebal diselimuti awan.







Ia mencatat isi pertemuan dari berbagai relasinya dan menginventaris apa saja yang belum dan akan di Follow up kemudian ia sampaikan pada stafnya.Kami harus berpisah kesibukan lain menunggu.Carmelita menggunakan dress bermotif tradsional unggu bermotif emas hari itu,menunjukan ia piawai memilih gaun, sambil tersenyum ia mengantar dan melepaskan kami di Pintu. Instrumentalia di ruang itu masih mengalun membuat kami berat melangkah merekat dawai-dawai di qalbu



.(M.Arifin Mukendar)



(-)

Image

Index

Pelaut Indonesia Julianto Ditahan China

Komunikasi Terputus Harapkan Perhatian Presiden

Ketua INSA Carmelita Hartoto:" Berikan Pelayaran Equal Treatment"

"Lokomotif logistik Pelayaran, efisienkan, bila mogok ekonomi terhenti"

KMP.Mutiara Persada 2 Kandas

Kapal Miring Kekiri,6 Jam Menunggu Bantuan

Penumpang Mudik Melonjak

Pelni Tingkatkan Pelayanan

SP Mogok, 14 Kapal Pindah Terminal

Diperkirakan 25.870 TEuS atau Rp 70 M Lost dari JICT

Industri Pelayaran Kian Terpuruk

Dihantam Krisis Ekonomi Global

10 ABK Indonesia Akhirnya Dibebaskan Abu Sayyaf

5 Pekan Ditawan di Filipina

Pelaut Demo Damai di Depan Istana

Tuntut Standarisasi Gaji Sesuai ILO

10 ABK Indonesia Akan Ditebus

Abu Sayyaf ancam akan bunuh sandera

Kapal Malaysia Dibajak 3 ABK Indonesia Dilepas

Di Pulau Ligitan

Poll

Subscribe Newsletter