NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Lemhannas: Bhineka Tunggal Ika Diuji
Butuh Kearifan Lokal Merajut Bangsa


Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Lemhanas mencermati situasi pasca Pemilu 2019 masyarakat terpolarisasi,konflik antar kelompok terlihat di media sosial, Sesanti Bhineka Tunggal Ika sedang diuji.

Kearifan lokal dan kekayaan pengalaman perjalanan Bangsa Indonesia diharapkan dapat menghadapi tantangan dan keluar dari kondisi saat ini, serta dapa merajut bangsa ini agar semakin besar dengan tingkat peradaban yang lebih tinggi.

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas RI) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan hal itu saat memberikan keterangan pers menyikapi situasi terkini setelah Pemilu 2019 dari Perpektif Ketahanan Nasional di Gedung Lemhanas, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

Menurutnya,"Menyikapi kondisi saat ini perlu adanya Kedewasaan dalam berbangsa, kedewasaan dalam berdemokrasi, kedewasaan dalam menjadi bangsa yang beradab, termasuk kedewasaan dalam memaknai Sesanti Bhineka Tunggal Ika yang sedang diuji setelah baru saja melewati hari pencoblosan tanggal 17 April 2019."

Agus mengharapkan adanya kesabaran dari semua pihak, mulai dari tingkat Elite sampai dengan akar rumput untuk menjaga makna sesanti Bhineka Tunggal Ika dengan terus memelihara dan merawat nilai dari kebangsaan kita yang didasari 4 konsensus dasar Pancasila,UUD 1945 dan Bhineka Tunggak Ika."

TOLERANSI
Kondisi saat ini, lanjut Agus, tingkat toleransi di Indonesia terus mengalami penurunan sejak 2010. Ini terlihat dari tingginya tingkat intoleransi yang ditandai maraknya konflik sosial di masyarakat, masalah kerukunan sosial dan solidaritas sosial.

"Berdasarkan indikator toleransi sesama anak bangsa, kualitas persatuan bangsa Indonesia paling tidak sejak mulai dibukanya keran demokrasi pada tahun 1998, mengalami kemunduran," ungkap Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo.

KPU PERBAIKI KESALAHAN & TRANSPARAN
Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo juga meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbaiki kekurangan dan kesalahannya dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Kepada Komisi Pemilihan Umum agar melakukan perbaikan atas kesalahan dan kekurangannya secara transparan dan akuntabel,dan kepada seluruh komponen masyarakat atas civil society melakukan pengawasan independen atas kerja KPU ini termasuk dalam menyikapi catatan kekurangannya,"ungkapnya.

Menurut Agus, penyelenggaraan pemilihan umum yang lalu tidak berlangsung tanpa cacat, dan kekurangan. Dia menjelaskan, tidak ada yang melarang untuk menyatakan temuan atas kekurangan ini, namun pencarian solusi atas perbedaan harus dilakukan berdasarkan kaidah demokrasi untuk membangun kesepakatan berdasarkan musyawarah.

"Di atas kearifan tersebut adalah trust yang kita berikan kepada lembaga fungsional untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai bagian dari pelaksanaan pemilihan umum,"ungkap Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. (MAR/IMN)

Image

Index

Lemhannas: Bhineka Tunggal Ika Diuji

Butuh Kearifan Lokal Merajut Bangsa

Optimistis BKI

Rebut Pasar Domestik dan Regional

Ketua JAMIN Ir.H. Erwan Rozadi Nasution

Optimisme Jokowi Unggul 65% di Sumut

Meriam Meledak 4 Prajurit TNI Gugur

LAtihan PPRC di Natuna

Kementerian BUMN Berangkatkan 93.334 Pemudik

Pemudik Masuk Rekor MURI

TNI AL Tangkap Kapal Tiongkok di Aceh

Buronan Interpol

Angkatan Laut 35 Negara Tampil di Komodo 2016

Latihan Bersama di Padang

Pasar Ikan Digempur, Warga Menjerit

Kampung Luar Batang Tinggal Puing

2 Penerjun Payung Tewas Jatuh di Halim

Gladi Bersih HUT ke-70 TNI AU

Helikopter TNI Jatuh 13 Prajurit Gugur

Tersambar Petir di Poso

Poll

Subscribe Newsletter