NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Menhub Mohon Maaf Terjadi Lagi Korupsi
Pelaksana Dirjen Hubla ditunjuk Bay

Indonesiamaritimenews.com (IMN)-JAKARTA: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas korupsi yang kembali terjadi di jajaran yang dipimpinnya kemudian menunjuk Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Bay Mokhamad Hasani sebagai pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

Penunjukan Bay Mokhamad Hasani sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut ( Dirjen Hubla) terhitung mulai 24 Agustus 2017 sampai dengan ditetapkannya pejabat definitif atau penunjukan pejabat lain oleh Menteri Perhungan (Menhub).

Menhub Budi Karya Sumadi menunjuk Bay Mokhamad Hasani sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, menyusul ditetapkannya Antonius Tonny Budiono sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya sudah mengeluarkan surat perintah sebagai pelaksanaan tugas sebagai Dirjen Perhubungan Laut kepada Bay Mokhamad Hasani," kata Menhub Budi Karya kepada pers, Jumat (25/8/2017) di Surakarta, Jawa Tengah.

Bay saat ini menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

Menurut Menhub, sebagai pelaksana tugas, Bay diberi wewenang untuk melaksanakan tugas rutin dan melaporkan hasil pelaksanaan tugas secara berkala kepada Menteri Perhubungan.

MOHON MAAF

Budi menyampaikan permohonan maaf atas korupsi yang kembali terjadi di Kemenhub yang dipimpinnya sejak pertengahan 2016.

"Atas nama pribadi dan Kementerian Perhubungan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia, karena kejadian ini kembali terulang," ungkapnya.

Budi merasa prihatin dengan kejadian penangkapan salah satu dirjennya dan menunjung tinggi kegiatan yang dilakukan KPK.

"Prihatin karena sejak awal saya sudah keras supaya jangan ada orang Kemenhub yang menerima suap atau korupsi," katanya.

Budi memastikan akan menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk melakukan proses hukum sebagaimana mestinya.

Kejadian tersebut, menurut Budi, akan menjadi masukan bagi dirinya untuk lebih keras melakukan pengawasan ke dalam.

TERKAIT PERIZINAN DAN PROYEK

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, mengatakan pihaknya menetapkan dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Tahun Anggaran 2016-2017.

"Setelah pemeriksaan awal yang dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek barang dan jasa di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut Tahun Anggaran 2016-2017 yang diduga dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono (ATB)," katanya.

KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan sejalan dengan penetapan dua orang tersangka, yaitu Antonius Tonny Budiono (ATB) dan Komisaris PT Adhi Guna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan (APK).
(Arry/Orz/Mar)

Image

Index

Menhub Mohon Maaf Terjadi Lagi Korupsi

Pelaksana Dirjen Hubla ditunjuk Bay

Tersangka Suap Rp20 M

Dirjen Hubla Ditahan KPK

Dermaga Eksekutif

Ada di Merak dan Bakauheni

Pungli di Kemhub Dibongkar Polri

Suap Pengurusan Izin Kapal

Belawan Terapkan Sistem Inaportnet

Memberantas praktik nakal

Resmikan VTS Distrik Navigasi Kelas I Makassar

Jonan: Keselamatan Pelayaran Terjamin

Tonny Budiono Jabat Dirjen Hubla

Menteri Jonan Lantik 3 Pejabat

9 Perompak Disergap KRI Untung Suropati

Diduga Dikendalikan dari Singapura

Pelni Siapkan 25 Kapal

Hadapi Mudik Lebaran 2016

10 ABK Indonesia Masih Disandera

Filipina Tolak Bantuan TNI

Poll

Subscribe Newsletter