NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
TPK Koja Tingkatkan Performance
Faktor X & ancaman persaingan menghantui


Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Pasca hengkangnya shipping line,TPK Koja berupaya meningkatkan performance dan strategi marketing untuk meningkatkan produksi, kendati faktor X dan ancaman persaingan antar perusahaan terminal petikemas menghantui.

Langkah perbaikan performance dengan berberinovasi dilakukan untuk mempertahankan dan menarik minat pelanggan agar melakukan bongkar muat di TPK Koja.

"Sejak akhir Desember Tahun 2015 , En wai ki (NYK) sudah tidak sandar lagi di dermaga TPK Koja yang merupakan Shipping line terbesar memberikan TPK Koja volume 130 000 ribu Teus pertahun,"jelas Nuryono Arif sekretaris Perusahaan Terminal Petikemas TPK Koja.

Untuk mengantisipasi itu, lanjut Arif, pihaknya akan melakukan perubahan- perubahan performance dan non performance.

"Salah satunya adalah loket,karena loket kan menjadi satu rangkaian proses pada saat kita menyerahkan petikemas dan pembuatanya, "tambahnya.

FAKTOR X
Pada saat TPK Koja mempertahankan dan hendak meningkatkan produksi perusahaan dihantui Faktor X.

Faktor X yang utama tambah Arif,adalah suasana kondusifitas terminal,tidak ada gejolak, tidak ada keributan antara pekerja dengan manajemen, pekerja dengan owner atau pemilik barang."Karena kalau ada gejolak Shipping line pasti komplain karena be to be mereka jelas sekali,"papar Arif.

Solusinya agar tidak terjadi gejolak,lanjut Arif, yang pertama harus saling pengertian antar pekerja.Intinya saling bahu membahu karena tidak satu masalah yang tidak bisa diselesaikan.Hal ini, " Mesti harus dilihat oleh kita semua jangka panjang,bahwa kita masih punya harapan kedepan," ungkap Nuryono Arif.

PERSAINGAN
Persaingan antar pengelola terminal petikemas pun sangat ketat bahkan menjadi ancaman satu sama lainnya."Selama kapasitas New Priok Container Terminal (NPCT) 1belum masuk kedalam kapasitas maksimal masih menjadi bentuk ancaman buat TPK Koja," jelas Arif galau.

Apalagi menurut Arif, mereka tidak mengetahui kebijakan yang dilakukan pesaing termasuk strategi marketing.

"Kita tidak mengetahui strategi marketing mereka," jelas Arif," Namun salah satunya adalah Shipping Line En Wai Ki memprioritaskan sandar di NPCT 1."

" Hampir rata-rata kontainer En Wai Ki tidak ada di TPK Koja dan JICT," hal ini menurut Arif,"Merupakan bentuk ancaman TPK Koja."

Arif memaparkan, saat ini Pertumbuhan volume di TPK Koja sekitar 3 - 4 persen dan ada kenaikan dari tahun lalu tetapi belum signifikan.

Kedepan seiring dengan kondisi,kata Arif, TPK Koja akan meengadakan berbagai perbaikan," Tahap awal kita masih study pergantian QCC."

"Memang kita harus bisa bersaing dengan terminal-terminal disekeliling kita .Untuk mendukung itu semua alat- alat harus bagus dan diperbaharui, kalau tidak secara otomatis Shipping line akan meninggalkan kita," papar Nuryono Arif. (LEY/RYZA/Mar)

Image

Index

SP JICT Secara Sepihak Berhenti Mogok

Namun belum beraktivitas, operasional di kendalikan Koja

SP JICT Mogok

Elvyn: Tak Perlu Kuatir

Dirut IPC, Elvyn G. Masassya:

IPC Ingin Dekat Dengan Semua Lini

Sharing Session MTI

Perusahaan LakukanTransformasi Bisnis

TPK Koja Tingkatkan Performance

Faktor X & ancaman persaingan menghantui

MTI Mendapat Apresiasi

Para Dirut BUMN Peserta ELP

Sekjen DPP INSA Lolok Sudjatmiko:

Lancarkan Tol Laut, Pelindo jalankan no service no pay

Proyek Pelabuhan Patimban Telan Anggaran Rp43 Triliun

Dikerjakan Selama 10 Tahun

IPC Berangkatkan 18.412 Pemudik Gratis

Naik 185 Bus ke 14 Kota

Kemenhub Resmikan 6 Pelabuhan di Sumatera & Bangka

Diharapkan jadi pelopor peningkatan ekonomi daerah

Poll

Subscribe Newsletter