NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Kapal TNI Tangkap Kapal China
Di Laut Natuna

Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA: Kapal ikan Gui Bei Yu bernomor 27088 berbendera China, disergap oleh KRI Oswald Siahaan-354 saat memasuki Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Penangkapan kapal yang diduga melakukan kegiatan illegal fishing tersebut diwarnai aksi kejar-kejaran dan beberapa kali tembakan peringatan oleh KRI Oswald Siahaan. Aksi ini disaksikan oleh kapal cost guard China yang diduga akan menyelamatkan kapal tersebut.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI A. Taufiq R mengatakan, penangkapan berawal ketika kapal perang TNI AL melakukan patroli di Perairan Natuna pada posisi 05' 16' 00', Lintang Utara dan 110' 14' 00' Bujur Timur, Jumat (27/5/2016).

"Saat itu terdeteksi kapal Cina yang diduga melakukan illegal fishing,"jelas Taufiq, Minggu (29/5/2016). Kapal tersebut dikejar dan ditangkap."Saat dibawa ke Natuna rusak mesinnya kemudian kita tarik pakai tali tundang,"tambah Taufiq.

Penembakan dilakukan KRI Oswald Siahaan-354 karena peringatan untuk menghentikan mesin kapal tidak dihiraukan para Anak Buah Kapal (ABK) ikan milik China. "Setelah kapal ikan China dapat dihentikan."Tim Visit Board Search and Seizure (VBSS) KRI Oswald Siahaan-354 diluncurkan untuk melakukan pemeriksaan di atas kapal yang diawaki delapan orang ABK yang semuanya berwarga negara China," jelas Taufiq.

TANPA DOKUMEN
Kapal China tersebut diduga menangkap ikan di wilayah yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

"Penangkapan tersebut menurut semata-mata untuk memberikan pengetahuan kepada dunia bahwa Koarmabar secara tegas menindak kapal-kapal yang melakukan pelanggaran di wilayah yurisdiksi Indonesia," ucapnya.

Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlaarmabar) Laksamana Pertama TNI Hutabarat menambahkan, kehadiran KRI Koarmabar di perairan tersebut guna mengamankan kedaulatan dan menunjukkan kepada dunia bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah NKRI.

"Penangkapan kapal ikan China tersebut termasuk dalam penegakan hukum, karena itu proses pemeriksaannya harus dilakukan di Pangkalan Angkatan Laut," ucap Hutabarat.

Kapal China tersebut tergolong besar dengan spesifikasi panjang 60 meter dan kapasitas muatan seberat 500 ton. Di dalamnya ditemukan ikan segar diduga hasil tangkapan di wilayah perairan Indonesia.
(Arry/Oryza/Mar)

Image

Index

Kapal TNI Tangkap Kapal China

Di Laut Natuna

100 Kapal Pencuri Ikan Ditenggelamkan 2016

Target Menteri Susi

Indonesia-Jepang Kerjasama Bidang Kelautan

Bentuk Forum Maritim

Pejabat Dishub DKI

Ditahan Kejaksaan Agung Tersandung Korupsi Kapal

Pejabat Dishub DKI

Ditahan Kejaksaan Agung Tersandung Korupsi Kapal

Indonesia Punya UU Kelautan

Setelah 69 tahun merdek

Indonesia Punya UU Kelautan

Setelah 69 tahun merdek

Kapal Tanker MT Cilacap Terbakar

Bawa 4.500 kiloliter BBM

Pemilu Jurdil dan Berkualitas Terus Diperjuangkan

Agar pemimpin terpilih mendapat legitiminasi

Konsep Ocean Governance Policy Di Indonesia

Wujudkan Negara Kepulauan Mandiri

Poll

Subscribe Newsletter