NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
INSA Minta Proyek Drilling Dikerjakan Perusahaan Lokal
SKK Migas Dukung Azas Cabotage

Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA : Pemerintah berkaitan KKKS di bidang minyak dan gas bumi, diminta memberi kesempatan perusahaan lokal mengelola dan mengolah sumber daya alam Indonesia. Selama ini, proyek jasa drilling dan seismik banyak diberikan kepada perusahaan asing.

Hal ini diungkapkan General Marketing PT Apexindo Pratama Duta Tbk,? Irawan Sigit? yang juga anggota Indonesia National Shipowners Association (INSA) di Jakarta, Senin (16/5/2016).

Ia mengatakan, melemahnya harga minyak mentah seperti saat ini membuat KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) tidak banyak menangani proyek migas, karena aktivitas eksplorasi turun drastis hingga mencapai sekitar 60 persen. Ini jadi kesempatan pemerintah? memberikan peluang anak bangsa mengelola beberapa proyek yang ada.

"Yang kita harapkan bahwa kalaupun ada kontrak-kontrak baru diprioritaskan buat teman teman INSA yang benar-benar berbendera Indonesia. Itu dulu yang paling penting. Supaya proyek kecil jangan diambil orang," kata Irawan.

Saat harga minyak sedang tinggi, perusahaan jasa eksplorasi seperti Apexindo bisa menjalankan hampir seluruh peralatan drilling dan seismik. Tapi saat ini di tengah turunnya harga minyak dunia, peralatan drilling yang bekerja hanya sekitar 30 sampai 40 persen.

"Otomatis pemberi kerja melihat tidak ekonomis proyeknya jadi mereka tidak mengambil tender-tender. Akibatnya kami, karena perusahaan jasa tidak ada pekerjaan," ungkapnya. Namun perusahaan jasa eksplorasi masih mampu mengolah kegiatan eksplorasi proyek-proyek kecil.

"Berilah kesempatan kita orang Indonesia berbendera Indonesia kerja di Indonesia. Jangan orang asing bekerja di Indonesia. Selama kita mampu kasih kesempatan dulu," tandasnya.

DUKUNG AZAS CABOTAGE
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendukung pemberlakuan azas cabotage. Kapal yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia berbendera Indonesia termasuk kapal-kapal eksplorasi migas.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dvisi Penunjang Operasi SKK Migas, Baris Sitorus, usai rapat nasional Indonesia National Shipowners Association (INSA) di Jakarta, Senin (16/5/2016).
"Tetap kita dukung, itu kan usulan INSA ke perhubungan untuk mendukung kapal kapal sebagai tuan rumah," kata Baris Sitorus.

Baris menjelaskan, KKKS juga tidak keberatan diberlakukan cabotage, asal harga yang diberikan kompetitif. Selagi Indonesia bisa memenuhi kebutuhan eksplorasi tersebut, SKK Migas akan mendukung. Namun, bila belum bisa terpenuhi mau tidak mau harus menggunakan kapal asing.

"Selagi belum ada mampu, tersedia. Mau tak mau (gunakan kapal asing). Sekarang masih ada, izin penggunaan kapal asing itu. Setelah kita lihat secara kebutuhan kapal besar drilling, seismik itu kita koordinasi ke INSA, nanti perhubungan memberikan rekomendasi itu," jelas Baris.? (Arry/Oryza/Mar)

Image

Index

6 Holding Company BUMN Disiapkan

Menko Perekonomian Membahas bersama Rini Soemarno dan Sri Mulyani

JAI Terima Tiga Sertifkat ISO 2015

"Membanggakan namun merupakan tantangan"

INSA Minta Proyek Drilling Dikerjakan Perusahaan Lokal

SKK Migas Dukung Azas Cabotage

FSRU Lampung Serap Kargo LNG Tangguh

Akhir Mei 2016

Petamina Bangun Kilang di Tuban & Bontang

Penuhi Kebutuhan BBM Nasional

Urusan Izin di 21 Kementerian Dialihkan ke BKPM

Jokowi: Selama Ini Bagi-bagi Kue

Pasar Logistik Asia Tenggara Bisa Direbut

11 Pusat Logistik Berikat Diresmikan

Primus Sebut BUMN Kaum Dhuafa

Tahun ini pemerintah ,menyuntik dana Rp 80 Triliun

BUMN Dapat Kucuran PMN Rp34,32 Triliun

Dilarang Dipakai Proyek KA Cepat

3 Bank Pelat Merah Utang Ke Tiongkok

Rp43 Triliun Untuk Pembanguan Infrastruktur

Poll

Subscribe Newsletter