NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
10 ABK Indonesia Akhirnya Dibebaskan Abu Sayyaf
5 Pekan Ditawan di Filipina



Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA : Sebulan lebih ditawan kelompok Abu Syyaf di Filipina, 10 WNI akhirnya dibebaskan. Sedangkan nasib 4 ABK lainnya yang masih disandera belum diketahui.

Kesepuluh pelaut tersebut dibebaskan penyandera dan didrop di depan rumah Gubernur Sulu (Abdusakur) Toto Tan (II), di Provinsi Sulu, Filipina, Minggu (1/5/2016) siang. Mereka ditampung di rumah Gubernur Sulu dan diberi makan sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Kepala Kepolisian Sulu, Superintendent (Letkol) Wilfredo Cayat segera menginformasikan pembebasan 10 WNI tersebut diteruskan ke konsultat RI. Minggu (2/5/2015) malam 10 WNI itu tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, disambut sejumlah pejabat antara lain Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Mensesneg Pratikno.

"Kami diberitahu ada orang-orang tak dikenal yang men-drop warga Indonesia di depan rumah Gubernur Sulu (Abdusakur) Totoh Tan (II)," kata Kepala Polisi Sulu Superintenden Wilfredo Cayat kepada media Filipina, Inquirier.

Setelah itu, 10 WNI itu diajak masuk ke ke dalam dan diberi makan, sebelum diserahkan kepada kepolisian Sulu. Mereka selanjutnya dibawa ke Zamboanga dan diserahkan ke konsulat RI.

Polisi Filipina sebelumnya menyebut 10 orang itu bernama:

1.Peter Tonsen (asal Batam, Riau)

2.Julian Philip (Minahasa, Sulut)

3.Alvian Elvis Peti (Tj Priok, Jakarta Utara)

4.Mahmud (Banjarmasin, Kalsel)

5.Surian Syah (Kendari, Sulawesi Tenggara)

6. Surianto (Wajo, Sulsel)

7. Wawan Sapu(Palopo, Sulsel)

8. Bayu Oktavianto (Klaten, Jateng

9. Rinaldi (Makassa, Sulsel)

10. Wendi Raknadian (Padang, Sumbar)

Berikut kronologi 10 WNI disandera hingga dibebaskan:

29 Maret 2016
Dua kapal Indonesia, Brahmana 12 yang sedang menarik tongkang Anand 12 mengangkut 7.000 ton batubara dan membawa 10 ABK Indonesia? dibajak oleh kelompok Abu Sayyaf saat sedang berlayar dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan menuju ke Batangas, Filipina Selatan. Penyandera minta tebusan Rp15 miliar. Batas akhir tebusan pada 8 April.

31 Maret
Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) meyakini operasi pembebasan sandera, masih bisa mereka tangani sendiri. Pasukan TNI lengkap dengan kapal perang siaga di Tarakan, Kaltim, namun tawaran bantuan militer Indonesia ditolak Filipina.

8 April
Umar Patek siap membantu pemerintah untuk membebaskan WNI yang disandera Abu Sayyaf. Terpidana kasus terorisme 20 tahun bui itu pun mengaku tanpa pamrih apapun, asalkan persyaratan secara teknis dipenuhi. Umar Patek disebut-sebut pernah membekali para petinggi militan Abu Sayyaf saat ini dengan pelatihan menggunakan senjata api serta merakit bom.

10 April
18 Prajurit Filipina tewas dan 5 anggota Abu Sayyaf tewas dalam operasi pembebasan sandera di Pulau Jolo, Basilan. Mereka disergap saat dalam perjalanan menuju medan pertempuran.

12 April
Militer Filipina justru kembali menggelar operasi penyergapan lanjutan selama 10 jam pada hari berikutnya sepanjang Minggu (10/4) malam hingga Senin (11/4) dinihari.

15 April
Pukul 18.31 telah kapal berbendera Indonesia, kapal tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi di perairan perbatasan Malaysia-Filipina kembali dibajak. Kapal tersebut dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina menuju Tarakan. Kapal membawa 10 orang ABK WNI, 6 dibebaskan dan 4 lainnya disandera.

1 Mei
10 ABK Warga Negara Indonesia dibebaskan oleh kelompok militan Abu Sayyaf di daerah Sulu pada Minggu siang hari.
(Arry/Oryza/Mar)

Image

Index

Industri Pelayaran Kian Terpuruk

Dihantam Krisis Ekonomi Global

10 ABK Indonesia Akhirnya Dibebaskan Abu Sayyaf

5 Pekan Ditawan di Filipina

Pelaut Demo Damai di Depan Istana

Tuntut Standarisasi Gaji Sesuai ILO

10 ABK Indonesia Akan Ditebus

Abu Sayyaf ancam akan bunuh sandera

Kapal Malaysia Dibajak 3 ABK Indonesia Dilepas

Di Pulau Ligitan

Indonesia Ekspor Kapal Perang Ke Filipina

Buatan PT PAL, Diluncurkan Di Surabaya

KM Marina Karam, 70 Penumpang Hilang

Di Teluk Bone Sulawesi Selatan

SertifikasiI KM Komponen Kapal

Pemerintah Bantu Fasilitas Pembiayaan

Hanya 3 Kapal Tol Laut Diluncurkan

Pelni Gagal Dapat Kucuran PMN

Pelaut Indonesia Diminati Dunia

Etos Kerja Lebih Unggul tapi jumlah yang dihasilkan masih kurang

Poll

Subscribe Newsletter