NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
10 ABK Indonesia Akan Ditebus
Abu Sayyaf ancam akan bunuh sandera

Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA : Proses negosiasi tebusan terhadap 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina masih berlangsung bahkan mengancam akan membunuh sndera.Dipastikan kesepuluh ABK itu akan ditebus oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Filipina tetap meminta Indonesia mengabaikan tuntutan kelompok Abu Sayyaf untuk menebus 10 ABK Indonesia sebesar 50 juta Peso, atau sekitar Rp15 miliar. Namun hingga Jumat (22/4/2016) militer Filipina belum juga berhasil membebaskan korban. Perusahaan tempat 10 ABK bekerja akhirnya memutuskan membayar tebusan, namun bukan menggunakan uang negara.

Kepastian tersebut diungkapkan oleh Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Saat ini, kata Luhut, proses pembayaran sedang berjalan. "Bukan kami (pemerintah), kita nggak bayar uang tebusan, tapi perusahaan. Uang perusahaan murni," kata di kantor Menko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/4/2/2016).

Ditegaskan Luhut, keputusan tersebut bukan berarti menunjukkan sikap pemerintah lemah atau menyerah. Konstitusi di Filipina memang tidak membolehkan ada operasi militer asing di negara tersebut. Padahal militer Indonesia sudah siap melakukan operasi pembebasan. Pasukan TNI lengkap dengan kapal perang masih siaga di Tarakan, Kalimantan Timur, tinggal menunggu aba-aba.

FILIPINA DIMINTA TIDAK MENYERANG
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta pemerintah Filipina tidak melakukan penyerangan ke lokasi penyanderaan WNI.

"Pemerintah Filipina tidak merencanakan juga serangan, takut korban banyak. Kita minta itu jangan di daerah-daerah yang diperkirakan sandera itu berada," jelas JK.

Dikatakan Wakpres, pemerintah tetap mengutamakan negosiasi kemanusiaan supaya dicapai solusi terbaik. Pemerintah juga tidak mendorong perusahaan membayar tebusan.

Seperti diketahui, 10 WNI itu awak kapal tug boat Brahma 12 yang menarik kapal tongkang Anand 12 berisi 7.000 ton batubara, dibajak oleh perompak di perairan Filipina pada 28 Maret lalu.? Kapal tersebut milik PT Patria Maritime Lines, anak perusahaan dari PT United Tractors Pandu Engineering. Mereka memberi tenggat waktu pembayaran tebusan sampai 8 April 2016, namun diperpanjang lagi sampai batas waktu yang belum ditentukan.?

10 ABK Indonesia yang disandera adalah:

1.Alvian Elvis Peti, asal Tanjung Priok Jakarta Utara.
2.Julian Philip, asal Tondang Utara, Minahasa.
3.Peter Tonsen Barahama, asal Batu Aji, Batam.
4.Mahmud, asal Banjarmasin Kalimantan Selatan.
5.Surian Syah, asal Kendari Sulawesi Tenggara.
6.Surianto, asal Gilireng Wajo Sulawesi Selatan.
7.Wawan Saputra, asal Malili Palopo.
8.Bayu Oktavianto, asal Delanggu Klaten.
9.Rinaldi,? Makassar, Sulawesi Selatan.
10.Wendi Raknadian, asal Sumatera Barat.

Kelompok bersenjata kembali membajak dua kapal berbendera Indonesia, yakni Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi di perairan perbatasan Malaysia-Filipina. Dari 10 anak buah kapal (ABK) yang diserang, 4 di antaranya diculik dan disandera. Enam lainnya berhasil lolos diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia, 1 di antaranya tertembak.

Pembajakan terjadi Jumat 15 April 2016 sekira pukul 18.31 WIB. Kapal tersebut dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina menuju Tarakan. Satu orang ABK tertembak, lima orang selamat dan empat orang diculik. Nasib keempat WNI tersebut belum diketahui, diperkirakan mereka ditempatkan terpisah dari 10 tawanan lainnya.
(Arry/Oryza/Mar)

Image

Index

Industri Pelayaran Kian Terpuruk

Dihantam Krisis Ekonomi Global

10 ABK Indonesia Akhirnya Dibebaskan Abu Sayyaf

5 Pekan Ditawan di Filipina

Pelaut Demo Damai di Depan Istana

Tuntut Standarisasi Gaji Sesuai ILO

10 ABK Indonesia Akan Ditebus

Abu Sayyaf ancam akan bunuh sandera

Kapal Malaysia Dibajak 3 ABK Indonesia Dilepas

Di Pulau Ligitan

Indonesia Ekspor Kapal Perang Ke Filipina

Buatan PT PAL, Diluncurkan Di Surabaya

KM Marina Karam, 70 Penumpang Hilang

Di Teluk Bone Sulawesi Selatan

SertifikasiI KM Komponen Kapal

Pemerintah Bantu Fasilitas Pembiayaan

Hanya 3 Kapal Tol Laut Diluncurkan

Pelni Gagal Dapat Kucuran PMN

Pelaut Indonesia Diminati Dunia

Etos Kerja Lebih Unggul tapi jumlah yang dihasilkan masih kurang

Poll

Subscribe Newsletter