NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Petamina Bangun Kilang di Tuban & Bontang
Penuhi Kebutuhan BBM Nasional

Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA : Pertamina berencana membangun kilang baru di Tuban, Jawa Timur, dan Bontang, Kalimantan Timur. Kapasitas kilang minyak Indonesia saat ini 1,043 juta barel per hari, padahal kebutuhan BBM nasional mencapai 1,578 juta barel per hari.

Pembangunan kilang-kilang baru ditambah upgrade kilang-kilang existing, ditargetkan produksi BBM di dalam negeri PADA TAHUN 20130 bisa mencapai 2,5 juta barel per hari.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/4/2016) membeberkan, Grass Root Refinery (GRR) West 1 Tuban dijadwalkan dibangun tahun 2021. Sedangkan GRR East I Bontang pada 2023, dan GRR West 2 serta East 2 Bontang tahun 2030.

GRR Tuban direncanakan selesai 2021, capex atau investasi yang dibutuhkan US$ 12-14 miliar dengan kapasitas 300.000 barel per hari. Saat ini Pertamina telah menyelesaikan penilaian teknis untuk memilih calon partner dalam membangun kilang di Tuban.

Dwi Soetjipto membandingkan Indonesia dengan Singapura. Luas wilayah serta jumlah penduduk negara tersebut jauh lebih kecil dibanding Indonesia."Namun Singapura memiliki kilang minyak dengan total kapasitas 1,382 juta barel per hari. Sementara kebutuhan BBM-nya hanya 148 ribu barel per hari,"jelas dia.

KOMPLEKSITAS RENDAH
Persoalan yang dihadapi Indonesia dalam hal pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bukan hanya masalah kapasitas produksi. Tingkat kompleksitas kilang-kilang di Indonesia juga masih rendah, teknologinya sudah tertinggal, rata-rata tua sehingga tidak dapat berproduksi efisien.

Rata-rata kompleksitas kilang Pertamina hanya 4,9 lebih unggul sedikit dibanding Singapura yang tingkat kompleksitas kilangnya 4,8. Namun Indonesia berada di bawah Thailand (6), rata-rata Asia (5,8), dan rata-rata global (7,1).

Rencana membangun kilang di Tuban, pihak Pertamina telah menyelesaikan penilaian teknis untuk memilih calon partner.Setelah itu keputusan final untuk joint venture dengan partner terpilih, menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan partner terpilih serta finalisasi alokasi lahan dari Pemda Jatim, Kementerian LHK, dan DJKN. Sedangkan GRR Bontang, ditargetkan selesai 2023 dan Capex yang dibutuhkan US$ 14 miliar. Sedangkan kapasitas produksinya mencapai 300.000 barel per hari.

Pertamina juga berencana melakukan upgrade (Refinery Development Master Plan/RDMP) untuk meningkatkan kapasitas Kilang Balikpapan RDMP Balikpapan yang bisa menambah kapasitas kilang hingga 100.000 barel per hari dan direncanakan selesai tahun 2022. Investasi yang dibutuhkan mencapai US$ 2 miliar.

Selain itu juga kilang di Cilacap yang ditargetkan selesai tahun 2022 yang bisa menambah kapasitas produksi mencapai 20 ribu barel per hari, dengan investasi US$ 5 miliar. Pertamina menggandeng Saudi Aramco sebagai strategic partner.


(SUM/Oriza/Mar)

Image

Index

6 Holding Company BUMN Disiapkan

Menko Perekonomian Membahas bersama Rini Soemarno dan Sri Mulyani

JAI Terima Tiga Sertifkat ISO 2015

"Membanggakan namun merupakan tantangan"

INSA Minta Proyek Drilling Dikerjakan Perusahaan Lokal

SKK Migas Dukung Azas Cabotage

FSRU Lampung Serap Kargo LNG Tangguh

Akhir Mei 2016

Petamina Bangun Kilang di Tuban & Bontang

Penuhi Kebutuhan BBM Nasional

Urusan Izin di 21 Kementerian Dialihkan ke BKPM

Jokowi: Selama Ini Bagi-bagi Kue

Pasar Logistik Asia Tenggara Bisa Direbut

11 Pusat Logistik Berikat Diresmikan

Primus Sebut BUMN Kaum Dhuafa

Tahun ini pemerintah ,menyuntik dana Rp 80 Triliun

BUMN Dapat Kucuran PMN Rp34,32 Triliun

Dilarang Dipakai Proyek KA Cepat

3 Bank Pelat Merah Utang Ke Tiongkok

Rp43 Triliun Untuk Pembanguan Infrastruktur

Poll

Subscribe Newsletter