NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Lagi, 4 Pelaut Indonesia Disandera
Total 14 ABK Ditawan di Filipina


Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA:Sepuluh ABK Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina belum berhasil dibebaskan. Kini 4 pelaut Indonesia kembali diculik dan ditawan.

Kelompok bersenjata kembali membajak dua kapal berbendera Indonesia, yakni Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi di perairan perbatasan Malaysia-Filipina. Dari 10 anak buah kapal (ABK) yang diserang, 4 di antaranya diculik dan disandera. Enam lainnya berhasil lolos diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia, 1 di antaranya tertembak.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dalam siaran persnya menjelaskan, pembajakan terjadi Jumat 15 April 2016 sekira pukul 18.31 WIB. Kapal tersebut dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina menuju Tarakan.

"Dalam peristiwa tersebut satu orang ABK tertembak, lima orang selamat dan empat orang diculik. Lima ABK lain yang selamat bersama kedua kapal dibawa oleh polisi maritim Malaysia

ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia," demikian bunyi siaran pers Kemenlu, Sabtu (16/4/2016).

Kemenlu RI terus berkoordinasi dengan otoritas Malaysia serta perusahaan tempat 10 ABK tersebut bekerja. Konsulat RI Tawau juga terus melakukan koordinasi dengan otoritas di Malaysia. Pemerintah Indonesia akan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi sering terjadinya pembajakan di kawasan tersebut. Indonesia juga akan mengajak negara-negara tetangga untuk meningkatkan keamanan.

KERAHKAN KAPAL PERANG
Di tempat terpisah, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan militer Indonesia mengerahkan dua kapal perang ke perbatasan Filipina. "Saya sudah siapkan pasukan di darat, laut dan udara untuk mengambil tindakan di perbatasan Filipina," kata Panglima TNI di sela peringatan HUT ke-64 Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (16/4/2016).

Menurut Jenderal Gatot, satu ABK ditembak di bawah ketiak, kemudian empat orang disandera. ?Enam orang selamat sekarang ada di Sabah. Yang tertembak dalam kondisi selamat di Malaysia. Terindikasi adalah kelompok Abu Sayaf tapi masih dalam penyelidikan," katanya.

Sejak Jumat malam TNI sudah mengerahkan dua kapal perang KRI Badau-841 dan KRI Slamet Riyadi-352 ke daerah perbatasan. "Saya tegaskan TNI sudah menyiapkan pasukan untuk melakukan tindakan tegas, saya ulangi TNI sudah menyiapkan pasukan untuk melaksanakan tindakan tegas baik di laut, darat dan hutan saya siap," tegasnya.

Pasca terjadi penculikan dan penyanderaan 10 ABK yang terjadi sebelumnya, aparat TNI dan Brimob Polri sudah siaga di Tarakan, Kalimantan Timur. Namun otoritas Filipina tidak menolak bantuan militer Indonesia. Pemerintah Malaysia ingin mengatasi sendiri kasus penyanderaan 10 ABK Indonesia dan mengutamakan keselamatan mereka.

Seperti diketahui, sebelumnya kelompok bersenjata Abu Sayyaf membajak Tug Boat Brahma 12 dan kapal Anand 12 berikut 10 ABK pada 28 Maret 2016. Mereka minta tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar.

10 ABK Indonesia yang masih disandera adalah:

1.Alvian Elvis Peti, asal Tanjung Priok Jakarta Utara.
2.Julian Philip, asal Tondang Utara, Minahasa.
3.Peter Tonsen Barahama, asal Batu Aji, Batam.
4.?Mahmud, asal Banjarmasin Kalimantan Selatan.
5.Surian Syah, asal Kendari Sulawesi Tenggara.
6.Surianto, asal Gilireng Wajo Sulawesi Selatan.
7.Wawan Saputra, asal Malili Palopo.
8.Bayu Oktavianto, asal Delanggu Klaten.

9.Rinaldi,Makassar, Sulawesi Selatan.
10.Wendi Raknadian, asal Sumatera Barat.

Belum diketahui nasib mereka saat ini. (Arry/Oryza/Mar)

Image

Index

Kredit Perbankan Sektor Maritim Rendah

Padahal, banyak peluang bisa dikembangkan

PTUN Batalkan Izin Reklamasi Pulau G

Kabulkan Gugatan KNTI

3 Pulau Reklamasi di Teluk Jakarta Disegel

Kementerian LHK Pasang Plang

Anggota Polair Hilang Ditelan Ombak

Menyergap Kapal Pencuri Ikan

6 Kapal Indonesia Ada di Perairan Filipina

Menhub: Jangan Pulang Tanpa Dikawal

Inilah Identitas 4 ABK Indonesia

Diculik & Ditawan di Filipina

Pemerintah Stop Reklamasi Teluk Jakarta

Harus Ada Izin Amdal Regional

Lagi, 4 Pelaut Indonesia Disandera

Total 14 ABK Ditawan di Filipina

Hentikan Reklamasi Pantai Jakarta

Kesepakatan Pemerintah & DPR

DPRD Stop Pembahasan

Raperda Reklamasi

Poll

Subscribe Newsletter