NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Pasar Ikan Digempur, Warga Menjerit
Kampung Luar Batang Tinggal Puing

Indonesiamaritimenews.comJAKARTA Kawasan Pasar Ikan di Kampung Luar Batang di pesisir pantai utara Jakarta, kini tinggal nama. Lebih dari 4.000 aparat gabungan Satpol PP, Polri dan TNI menggempur kampung tersebut hingga rata dengan tanah.

Jerit tangis kaum ibu dan anak-anak mewarnai penggusuran yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin (11/4/2016) pagi. Aksi perlawanan 4.000 lebih warga, dipatahkan oleh 4.000 aparat. Tidak sampai satu hari, Kampung Luar Batang, rata dengan tanah. Hanya tinggal puing dan batu bekas bangunan berserakan.

Tinggal Masjid Jami? Keramat Luar Batang yang menjadi saksi sejarah, bahwa di kawasan tersebut pernah dihuni oleh ribuan warga yang mengisi mesjid dan mengumandangkan azan. Di masjid yang kerap dikunjungi oleh wisatawan mancanegara seperti dari Malaysia, Brunei Darussalam, Hadramaut dan negara lainnya. Di mesjid inilah terdapat makam Habib Husein bin Abubakar Alaydrus, ulama besar yang datang dari Hadramaut.

Warga tetap menolak penggusuran tersebut. Alhasil, terjadi saling dorong antara aparat keamanan dan warga. Tangis histeris serta takbir dan salawat, mewarnai penertiban yang dilakukan petugas. Sebisa mungkin mereka melawan, ada yang melempar batu, botol bahkan kayu ke arah aparat. Sirine mobil aparat berbunyi nyaring, warga yang tetap kukuh bertahan diangkut petugas. Kaum lelaki diangkat oleh Satpol PP, sedangkan kaum perempuan diangkat oleh polwan.

Sebanyak 893 bangunan terdiri dari kios dan rumah tinggal di RT 01, RT 02, RT11, dan RT 12 dirobohkan menggunakan alat berat. Sebanyak 596 Kepala Keluarga (KK) Kampung Luar Batang yang memiliki KTP DKI serta memiliki sertifikat rumah dan tanah, direlokasi ke Rusun Marunda dan rusun di Rawa Bebek, Jakarta Timur. Sedangkan sekitar 200 KK lainnya yang tidak memiliki surat kepemilikan, terpaksa luntang-lantung.

RATNA SARUMPAET DIHADANG
Ratna Sarumpaet, aktivis yang kencang menolak penggusuran Kampung Luar Batang, mengalami hal yang tidak menyenangkan. Dia tidak tahu apakah kejadian yang dialaminya sudah diatur sedemikian rupa atau tidak hingga ia terhalang tidak bisa masuk untuk mendampingi warga.

Sejak pukul 08:00 Ratna dihadang dan dilarang masuk ke lokasi. Ia mengatakan, saat sedang diwawancarai sejumlah wartawan, tiba-tiba ia ditarik. "Satpol PP tarik saya, jadi tadi terjadi tarik-menarik. Rakyat narik saya, polwan juga, sampai dibawa ke mobil tahanan," kata Ratna.

Ia menanyakan kenapa digiring ke mobil Satpol PP, petugas pun menjawab pernyataan yang disampaikan Ratna dianggap provokatif. Ratna lalu menuju mobilnya yang diparkir di seberang Pasar Ikan. Namun, kendaraan Ratna dicegat oleh sebuah mobil Provost Polda Metro Jaya. Mobil Ratna pun terhalang dan tidak bisa bergerak sama sekali.

Pemprov DKI rencananya akan membuat kawasan Kampung Luar Batang menjadi kawasan wisata terpadu. Menurut Gubernur Ahok, bila kawasan ini ditata, wisatawan akan semakin banyak berkunjung di tempat tersebut.

Warga sebetulnya tidak menolak kawasan tersebut ditata, tapi tidak setuju bila mereka digusur karena akan mematikan usaha mereka. Warga juga setuju pemerintah membangun sheet piles (dinding turap) di pinggiran Pelabuhan Sunda Kelapa. Namun mereka keberatan bila proyek normalisasi justru membuat rakyat sengsara.
(Arry/Oryza/Mar)

Image

Index

Meriam Meledak 4 Prajurit TNI Gugur

LAtihan PPRC di Natuna

Kementerian BUMN Berangkatkan 93.334 Pemudik

Pemudik Masuk Rekor MURI

TNI AL Tangkap Kapal Tiongkok di Aceh

Buronan Interpol

Angkatan Laut 35 Negara Tampil di Komodo 2016

Latihan Bersama di Padang

Pasar Ikan Digempur, Warga Menjerit

Kampung Luar Batang Tinggal Puing

2 Penerjun Payung Tewas Jatuh di Halim

Gladi Bersih HUT ke-70 TNI AU

Helikopter TNI Jatuh 13 Prajurit Gugur

Tersambar Petir di Poso

Inilah Kapal Baru TNI -AL KRI Rigel 933

Buatan Perancis canggih se-Asia

Presiden Jokowi Terimakasih Pada Google

Ikut Perangi Illegal Fishing di Indonesia

Maroef Sjamsoeddin Mundur

Tinggalkan Jabatan Presdir Freeport

Poll

Subscribe Newsletter