NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
10 ABK Indonesia Masih Disandera
Filipina Tolak Bantuan TNI


Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA:Sampai batas terakhir ultimatum yang dikeluarkan kelompok Abu Sayyaf yang meminta Rp15 miliar untuk menebus 10 ABK yang disandera, Indonesia tidak memenuhi permintaan itu.

Perompak memberi batas waktu Jumat 8 April 2016 dan minta uang Rp15 miliar bila 10 ABK Indonesia yang disandera ingin dibebaskan. Tapi hingga Sabtu (9/4/2016) belum dicapai kata sepakat, kapan panyandera akan membebaskan para pelaut Indonesia.

Aparat TNI dan Brimob sudah diterjunkan dan siaga sejak 31 Maret lalu di Tarakan, Kalimantan Timur. Militer Indonesia siap membantu Filipina pembebasan melalui sebuah operasi, namun bantuan yang ditawarkan ditolak oleh otoritas negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah menemui pemerintah Indonesia guna mengupayakan pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Indonesia tidak akan mengabulkan permintaan penyandera, di sisi lain prioritas utama yang dilakukan adalah menyelamatkan WNI. Namun hingga tenggat waktu terakhir yang diultimatum kelompok Abu Sayyaf, belum dicapai kata sepakat.

Ke-sepuluh pelaut tersebut adalah ABK Tug Boat Brahma 2 yang menarik kapal tongkang Anand 12 bermuatan 7.000 ton batubara.

DALAM KONDISI BAIK
Sekretaris Kabinet, Pramono Anung memastikan kondisi 10 WNI tersebut baik. Posisi mereka sudah diketahui berdasarkan pantauan satelit.

"Bapak Presiden melalui Ibu Menlu memantau perkembangan terakhir," jelas Pramono Anung di Istana, Jakarta, Jumat (8/4/2016).
Pemerintah, lanjut Pramono, menghormati konstitusi yang berlaku di Filipina yang tak mengizinkan tentara Indonesia memberi bantuan untuk pembebasan sandera. Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti maupun Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah melapor ke Presiden soal kesiapan membebaskan 10 WNI yang disandera.

?Jadi intinya kalau memang katakanlah pemerintah Filipina tidak bisa segera menyelesaikan itu, kalau memang diizinkan kita siap," tambah Pramono. Soal tenggat waktu 8 April, informasinya pemerintah Filipina sudah negosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf sehingga batasnya tidak ditentukan.

Seperti diketahui, Tug Boat Brahma 12 dan kapal Anand 12 berikut 10 ABK? disandera kelompok Abu Sayyaf. Mereka minta tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar.

10 ABK Indonesia yang disandera adalah:
1. Alvian Elvis Peti, asal Tanjung Priok Jakarta Utara.
2. Julian Philip, asal Tondang Utara, Minahasa.
3. Peter Tonsen Barahama, asal Batu Aji, Batam.
4.? Mahmud, asal Banjarmasin Kalimantan Selatan.
5. Surian Syah, asal Kendari Sulawesi Tenggara.
6. Surianto, asal Gilireng Wajo Sulawesi Selatan.
7. Wawan Saputra, asal Malili Palopo.
8. Bayu Oktavianto, asal Delanggu Klaten.
9. Rinaldi,? Makassar, Sulawesi Selatan.
10. Wendi Raknadian, asal Sumatera Barat.
Belum diketahui nasib mereka saat ini. (Mad Pandir)
(SUM/Oriza/Mar)

Image

Index

Dermaga Eksekutif

Ada di Merak dan Bakauheni

Pungli di Kemhub Dibongkar Polri

Suap Pengurusan Izin Kapal

Belawan Terapkan Sistem Inaportnet

Memberantas praktik nakal

Resmikan VTS Distrik Navigasi Kelas I Makassar

Jonan: Keselamatan Pelayaran Terjamin

Tonny Budiono Jabat Dirjen Hubla

Menteri Jonan Lantik 3 Pejabat

9 Perompak Disergap KRI Untung Suropati

Diduga Dikendalikan dari Singapura

Pelni Siapkan 25 Kapal

Hadapi Mudik Lebaran 2016

10 ABK Indonesia Masih Disandera

Filipina Tolak Bantuan TNI

Tahun Depan Pelni Tambah 3 Kapal

Program Tol Laut

Pesawat Batik Air Tabrak TransNusa

Di Runway Halim Perdanakusuma

Poll

Subscribe Newsletter