NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
6 Kontainer Pupuk Palsu Disita
Di Pelabuhan Tanjung Priok


Indonesiamaritinenews.com(IMN),JAKARTA : Aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok 6 kontainer pupuk palsu seberat 136 ton. Pupuk palsu tersebut diproduksi di Sukabumi, Jawa Barat dan dipasarkan ke sejumlah daerah.

Pengungkapan kasus ini dan penyitaan barang bukti dilakukan secara bertahap sejak Februari hingga Maret 2016.?? Pupuk palsu tersebut diproduksi oleh empat pabrik dengan berbagai merk antara lain CV Kujang Muda Perkasa, NPK Plus Ponskha, Phospate Alam SP-36, Raja Sawit Ponskha, NPK Berlian 151515 dan pupuk NPK Berlian 161616. Merk tersebut tidak terdaftar di Kementerian Perdagangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Nandang Jumantara, Jumat (8/4) datang ke Tanjung Priok mengecek langsung barang bukti yang disita.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Hengki Haryadi mengatakan Pelabuhan Tanjung Priok sering dijadikan tempat distribusi pupuk palsu. Menurut dia, rata-rata 1.000 ton pupuk palsu bisa diproduksi diedarkan setiap tahunnya.

Pupuk palsu ini diedarkan ke sejumlah daerah antara lain Medan, Aceh, Riau, Jawa Barat dan Jawa Tengah."Kami sudah mengamankan barang bukti lainnya di Sukabumi,"jelas Hengki.

Barang bukti lainnya yang disita yaitu: 12 mesin pembuat pupuk, 41 peralatan dan perlengkapan pembuat pupuk, 10 karung dan setengah galon bahan pembuat pupuk, 5 macam dokumen terkait pupuk, serta 6 alat percetakan yang digunakan untuk membuat karung pupuk.

RUGIKAN PETANI
Sementara itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi hasil pengungkapan kasus ini. Ia meminta polisi mengungkap jaringan pemalsu pupuk. Peredaran pupuk palsu yang sudah beroperasi sejak 2007, mengakibatkan petani merugi Rp 720 miliar.

"Kami minta kepolisian terus mengungkap jaringan pupuk palsu ini sampai ke akar-akarnya karena sangat merugikan petani," katanya.

Pupuk palsu tersebut tidak mengandung usur hara, mutunya sangat rendah sehingga tidak memenuhiu Standar Nasional Indonesia (SNI). Pupuk palsu ini dijual rata-rata Rp 800 per kilogram (kg). Sedangkan harga pupuk asli sebesar Rp 2.000 per kg - Rp 2.300 per kg setelah disubsidi pemerintah.
(Arry/Oryza/Mar)

Image

Index

Kapal Meledak, 5 Pekerja Tewas

Sedang Dirakit di Serang

MTI Minta Opini Jaksa

Pengelolaan aset dan dana perusahaan

Istri Kapolri Menyelam Kibarkan Merah Putih

Di Bawah Laut Raja Ampat

6 Kontainer Pupuk Palsu Disita

Di Pelabuhan Tanjung Priok

BC Tangkap CAJMAV Warga Perancis

Selundupan Marijuana dan Hashish di dubur

Nelayan Tetap Tolak

Reklamasi Teluk Jakarta

Dirjen Hubla Kemenhub, Bobby Mamahit Ditahan

Kasus Pembangunan BP2IP di Sorong

Insinyur Perkapalan Tembak Mati Teroris

AKBP Ir. Ahmad Untung Sangaji

Gayus Tambunan Keluyuran Lagi

Kepergok Makan Di Restoran

57 Kg Shabu China Dibawa Pakai Kontener

Diselundupkan di Pelabuhan Panjang

Poll

Subscribe Newsletter