NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Pasar Logistik Asia Tenggara Bisa Direbut
11 Pusat Logistik Berikat Diresmikan


Indonesiamaritime(IMN),JAKARTA: Pemerintah optimistis Indonesia mampu mengambil alih pasar logistik Singapura serta Malaysia, dan dalam waktu dekat akan menjadi pusat logistik di Asia Tenggara. Biaya logistik bisa dihemat setelah diresmikannya 11 Pusat Logistik Berikat (PLB) yang tersebar di berbagai daerah.

PLB diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Kamis (10/3/2016). Peresmian 11 Pusat Logistik Berikat (PLB), salah satunya Pusat Logistik Berikat Cakung-Cilincing, Jakarta Utara, ditargetkan mampu mengambil alih pasar logistik Asean yang kini didominasi Singapura dan Malaysia. Indonesia diharapkan bisa menjadi logistic hub di Asia Tenggara dalam 2-3 tahun mendatang.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dalam konferensi pers peresmian PLB Cakung-Cilincing menyatakan optistis target tersebut bisa dicapai. "Dalam waktu dekat ini akan menjadi pusat logistik Asia Tenggara. Pasar sebagian besar ada di Indonesia," kata Bambang. PLB dinilai mampu menghemat hingga Rp60 miliar biaya dari pre clearance dan post clearance.

"Dwelling besar di pre clearance dan post clearance. Sehingga nantinya barang keluar dari clearance dapat langsung dibawa ke PLB," ungkapnya. Pemerintah memastikan tahun ini 11 perusahaan yang tergabung di PLB berjalan dengan lancar dan tahun depan targetnya 50 perusahaan bergabung di PLB.

HEMAT BIAYA LOGISTIK
Sementara itu Presiden Jokowi mengakui biaya logistik di dalam negeri yang masih sangat tinggi, namun bisa ditekan. Jokowi mengibaratkan tempat penimbunan logistik dulu seperti warung, sementara saat ini sudah seperti supermarket, bisa menampung lebih banyak barang dan fasilitasnya lebih baik.

"Nantinya biaya logistik lebih akan jauh lebih murah karena apa tidak harus mengambil dengan transportasi ke negara lain," jelas Jokowi. Dia optimistis adanya PLB maka akan banyak pindahan besar-besaran dari pusat logistik di Malaysia dan Singapura. Adanya fasilitas-fasilitas di PLB, perusahaan yang butuh bahan baku dan bahan penolong tidak perlu lagi ke negara tetangga.

LAHAN 10 HEKTAR
PT Cipta Krida Bahari (CKB), salah satu dari 11 perusahaan pemegang izin pengelolaan PLB, dipercaya pemerintah memegang kendali 10 hektar lahan di kawasan Industri Cipta Krida Bahari, Cakung, Jakarta Utara.

Presiden Direktur CKB, Iman Sjafei mengatakan baru 8 hektar yang beroperasi. "So far importir interested, sekarang lihat komitmen pemerintah, mudah-mudahan, baru ya kan," kata Iman.? Sebagian besar industri saat ini diisi industri alat berat dan suku cadang dari berbagai negara. Menurut Iman, ada 80 persen alat berat dan spare part dari Amerika, Inggris, India, China dan Jepang.

"Tugas kami juga memastikan customer kami itu benar, jadi perlu screening supaya tidak sembarangan impor," pungkas Iman. CKB telah mengalokasikan dana Rp2 miliar untuk infrastruktur dan sistem di kawasan tersebut.



(Arry/Oryza/Mar)

Image

Index

6 Holding Company BUMN Disiapkan

Menko Perekonomian Membahas bersama Rini Soemarno dan Sri Mulyani

JAI Terima Tiga Sertifkat ISO 2015

"Membanggakan namun merupakan tantangan"

INSA Minta Proyek Drilling Dikerjakan Perusahaan Lokal

SKK Migas Dukung Azas Cabotage

FSRU Lampung Serap Kargo LNG Tangguh

Akhir Mei 2016

Petamina Bangun Kilang di Tuban & Bontang

Penuhi Kebutuhan BBM Nasional

Urusan Izin di 21 Kementerian Dialihkan ke BKPM

Jokowi: Selama Ini Bagi-bagi Kue

Pasar Logistik Asia Tenggara Bisa Direbut

11 Pusat Logistik Berikat Diresmikan

Primus Sebut BUMN Kaum Dhuafa

Tahun ini pemerintah ,menyuntik dana Rp 80 Triliun

BUMN Dapat Kucuran PMN Rp34,32 Triliun

Dilarang Dipakai Proyek KA Cepat

3 Bank Pelat Merah Utang Ke Tiongkok

Rp43 Triliun Untuk Pembanguan Infrastruktur

Poll

Subscribe Newsletter