NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Dirjen Hubla Kemenhub, Bobby Mamahit Ditahan
Kasus Pembangunan BP2IP di Sorong

Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA :Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub,

Bobby Reynold Mamahit akhirnya ditahan oleh KPK.Dia ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan dan pelaksanaan pembangunan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tahap III di Kabupaten Sorong tahun 2011.

Bobby ditahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi Cabang Pomdam Jaya Guntur,Selasa (16/2/2016).Selain Bobby,KPK juga menahan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia di Direktorat Perhubungan Laut,Djoko Pramono.Bobby ditetapkan sebagai tersangka sejak Oktober 2015.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menjelaskan, diduga kedua tersangka menerima fee dari PT Hutama Karya supaya memuluskan proyek pembanguan BP2IP. "Untuk kepentingan penyidikan, penyidik KPK melakukan penahanan terhadap dua tersangka yaitu BRM (Bobby Reynold Mamahit) dan DJP (Djoko Pramono)," kata Priharsa Nugraha di gedung KPK Jakarta.

Tersangka Bobby selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) diduga menerima Rp480 juta, sedangkan Djoko disinyalir menerima Rp620 juta. Nama Bobby dan Djoko mencuat setelah penyidik memeriksa dan menahan tersangka lainnya.

Sebelumnya,KPK menjerat Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa di Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut Kemenhub Irawan; mantan General Manager PT Hutama Karya,Budi Rachmat Kurniawan; dan pejabat pembuat komitmen satuan kerja di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Kemenhub,Sugiarto.

KASUS LAMA
Kasus yang menjerat Bobby adalah kasus lama di tahun 2011. Kasus ini terungkap setelah KPK menyelidiki dugaan korupsi proyek pembangunan BP2IP dan menetapkan sejumlah tersangka.

Saat sidang di Pengadilan Tipikor,dalam dakwaan yang dibacakan jaksa, Budi selaku General Manager PT Hutama Karya dianggap memengaruhi proses lelang dan memberi imbalan kepada KPA serta pejabat pembuat komitmen.

Budi menemui Bobby selaku atasan ketua panitia pengadaan dan jasa pengadaan modal proyek tersebut. SDalam dakwaan disebutkan, melaui Theofilius Waimuri, Budi menyampaikan kepada Bobby supaya memenangkan PT Hutama Karya dalam proyek pembangunan BP2IP Sorong Tahap III tahun 2011.

Bobby lalu meminta Budi menemui Djoko Pramono yang saat itu menjabat Kepala Pusat Diklat Perhubungan Laut. Djoko mengatakan, ada kebutuhan commitment fee sebesar 10 persen dari nilai kontrak untuk diberikan kepada atasan panitia pengadaan.

LELANG TAK DILAKSANAKAN
Selanjutnya pada Februari 2011 panitia pengadaan mengumumkan proyek BP2IP dengan nilai perkiraan sendiri sebesar Rp 96,4 miliar. Tapi lelang tidak pernah dilaksanakan, dan? PT Hutama Karya memberi imbalan secara bertahap sebesar Rp 20,84 miliar.

Kemenangan PT Hutama Karya dalam lelang diprotes oleh PT Panca Duta Karya Abadi hingga diputuskan lelang ulang.

Namun Budi kembali menghubungi Bobby dan Djoko. Selanjutnya dirancang skenario untuk menghambat PT Panca Duta Karya Abadi dalam mengikuti lelang dan menambahkan syarat lelang.PT Hutama Karya akhirnya kembali memenangkan lelang. Diperkirakan negara dirugikan sebesar Rp 40 miliar.
(Arry/Yasmin/Mar)

Image

Index

Kapal Meledak, 5 Pekerja Tewas

Sedang Dirakit di Serang

MTI Minta Opini Jaksa

Pengelolaan aset dan dana perusahaan

Istri Kapolri Menyelam Kibarkan Merah Putih

Di Bawah Laut Raja Ampat

6 Kontainer Pupuk Palsu Disita

Di Pelabuhan Tanjung Priok

BC Tangkap CAJMAV Warga Perancis

Selundupan Marijuana dan Hashish di dubur

Nelayan Tetap Tolak

Reklamasi Teluk Jakarta

Dirjen Hubla Kemenhub, Bobby Mamahit Ditahan

Kasus Pembangunan BP2IP di Sorong

Insinyur Perkapalan Tembak Mati Teroris

AKBP Ir. Ahmad Untung Sangaji

Gayus Tambunan Keluyuran Lagi

Kepergok Makan Di Restoran

57 Kg Shabu China Dibawa Pakai Kontener

Diselundupkan di Pelabuhan Panjang

Poll

Subscribe Newsletter