NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
3 Bank Pelat Merah Utang Ke Tiongkok
Rp43 Triliun Untuk Pembanguan Infrastruktur



Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Tiga bank pelat merah, menandatangani utang senilai US$3 miliar, atau setara Rp43,38 triliun dengan China Development Bank (CDB). Pinjaman-pinjaman tersebut, akan dialokasikan membiayai pembangunan infrastruktur.

Pinjaman ini adalah awal dari komitmen bank CDB senilai US$30 miliar. Penandatanganan kesepakatan pinjaman dilakukan oleh Budi, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk, Ahmad Baiquni, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Asmawi Syam, dan President of China Development Bank, Zheng Zhijieyang pada 16 September 2015.

Pinjaman ini adalah bagian dari penandatangan MoU yang ditandatangani oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Minister/Chairman of National Development and Reform Committee, Xu Shaoshi.

Dari total pinjaman US$3 miliar, masing-masing bank mendapatkan pinjaman US$1 miliar dengan tenor 10 tahun. Dana ini akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur, serta perdagangan, khususnya antarkedua negara.

Beredar informasi bahwa tiga bank BUMN itu dijadikan jaminan utang. Namun hal ini dibantah oleh PT Bank Mandiri Tbk, yang menyebut informasi itu menyesatkan atau hoax.

Program pembangunan infrastruktur, membutuhkan dana besar sebagai investasi jangka panjang. Padahal aset kredit yang mampu diberikan oleh perbankan di Indonesia tidak akan mencukupi bila tidak melakukan pinjaman.

Dari data Bank Mandiri, bank plat merah ini memiliki aset Rp1.000 triliun,sedangkan kredit yang bisa dikucurkan hanya Rp700 triliun. Sedangkan biaya proyek infrastruktur antara lain proyek pembangkit listrik 35.000 watt, butuh dana sebesar Rp1.200 triliun selama lima tahun.

RINI MEMBANTAH

Sementara itu Menteri BUMN Rini Soemarno membantah soal informasi menjadikan tiga bank pelat merah sebagai jaminan pinjaman dari China.

Rini menegaskan, pinjaman tersebut murni ditarik sebagai aksi korporasi ketiga bank tersebut, untuk pembiayaan infrastruktur dan pemerintah tidak ikut campur. "Ini, kan business to business (b-b) antarbank," tegas Rini Senin (21/9/2015). Dia meminta semua pihak tidak berspekulasi mengenai hal ini sehingga informasi yang diperoleh tidak simpang siur.

Soal pinjaman ke CBD sudah dijajaki sejak lama. Pada Selasa 30 Juni lalu, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rini menjelaskan sedang menjajaki pinjaman sebesar US$3 miliar untuk mendukung dana pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Dalam MoU, disepakati komitmen pinjaman dari dua lembaga keuangan Tiongkok yaitu CBD dan Industrial and Commercial Bank of China Limited (ICBC).

(Arry/Yasmin/Mar)

Image

Index

6 Holding Company BUMN Disiapkan

Menko Perekonomian Membahas bersama Rini Soemarno dan Sri Mulyani

JAI Terima Tiga Sertifkat ISO 2015

"Membanggakan namun merupakan tantangan"

INSA Minta Proyek Drilling Dikerjakan Perusahaan Lokal

SKK Migas Dukung Azas Cabotage

FSRU Lampung Serap Kargo LNG Tangguh

Akhir Mei 2016

Petamina Bangun Kilang di Tuban & Bontang

Penuhi Kebutuhan BBM Nasional

Urusan Izin di 21 Kementerian Dialihkan ke BKPM

Jokowi: Selama Ini Bagi-bagi Kue

Pasar Logistik Asia Tenggara Bisa Direbut

11 Pusat Logistik Berikat Diresmikan

Primus Sebut BUMN Kaum Dhuafa

Tahun ini pemerintah ,menyuntik dana Rp 80 Triliun

BUMN Dapat Kucuran PMN Rp34,32 Triliun

Dilarang Dipakai Proyek KA Cepat

3 Bank Pelat Merah Utang Ke Tiongkok

Rp43 Triliun Untuk Pembanguan Infrastruktur

Poll

Subscribe Newsletter