NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Priok Penuhi Standar Internasional
IPC & pewaris makam Mbah Priok sepakat

JAKARTA (indonesiamaritimenews.com-IMN). Akhirnya PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC dan ahli waris Makam Mbah Priok mencapai kesepakatan .

Kesepakatan dicapai kedua belah pihak demi kontinuitas pengelolaan makam dan kegiatan kepelabuhanan yang memenuhi standar ISPS Code.

Isi kesepakatan antara lain bahwa keberadaan makam Mbah Priok tetap dipertahankan dengan konsep cluster yang dibatasi dengan tembok setinggi 3 (tiga) meter.

Kemudian dibangun akses khusus jalan ke area makam Mbah Priok yang sekaligus dapat dipakai sebagai area parkir dengan daya tampung hingga 80 bus peziarah.

Pembangunan akses khusus ini terintegrasi dengan pembangunan jalan bebas hambatan Akses Tanjung Priok.

Disisi lain, untuk wilayah eks-TPU Dobo yang berada di luar wilayah makam Mbah Priok akan dibangun dan digunakan oleh IPC sebagai pintu masuk pelabuhan kontainer JICT dan Terminal Peti Kemas (TPK) Koja serta pembangunan ramp on dan ramp off Koja.

Para ahli waris makam Mbah Priok memberikan jaminan terhadap kelancaran proses pembangunan dan penataan pelabuhan yang dilakukan oleh JICT maupun pembangunan jalan bebas hambatan Akses Tanjung Priok oleh Kementerian Pekerjaan Umum

Penandatanganan kesepakatan bersama disaksikan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kota Jakarta Utara terkait pengembangan proyek Pelabuhan Tanjung Priok di area eks-TPU Dobo.

Acara tersebut juga dihadiri Dirut IPC JR Lino, Zulhendri Hasan kuasa hukum dan ahli waris makam “Mbah Priok”.

ISPS Code

Kesepakatan itu adalah bagian dari upaya IPC sebagai operator terminal-terminal di Pelabuhan Tanjung Priok menetapkan standar internasional . Ketentuan ini diatur dalam International Ship and Port Facility Security atau ISPS Code.

ISPS Code merupakan seperangkat aturan maritim yang bertujuan memberikan perlindungan keamanan, termasuk bagi pelabuhan sebagai salah satu sektor strategis negara.

Aturan ini menginstruksikan seluruh area pelabuhan untuk steril dari semua aktivitas masyarakat umum.

Beragam aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan, di antaranya yang berhubungan dengan makam “Mbah Priok”, membuat IPC cukup kesulitan dalam mengimplementasikan ISPS Code secara penuh

“IPC menghargai keberadaan makam Mbah Priok dan berupaya memfasilitasi peziarah yang berkunjung ke area tersebut. Namun di sisi lain, Pelabuhan Tanjung Priok harus secepatnya memenuhi seluruh persyaratan ISPS Code. Maka kesepakatan dengan ahli waris makam “Mbah Priok” ini menjadi jembatan kedua kepentingan tersebut,” papar Direktur Utama IPC RJ Lino.

IPC mengedepankan sikap profesionalisme dalam menyelesaikan hambatan-hambatan bisnis yang ada dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat umum.

Menurut Lino, IPC juga mengharapkan pembangunan jalan bebas hambatan Akses Tanjung Priok dapat segera terealisasi untuk semakin mendukung aktivitas pelabuhan.

Kuasa hukum dan ahli waris makam “Mbah Priok” menjamin tidak akan ada pihak lain yang mengklaim sebagai ahli waris makam Mbah Priok. (Ted/Oryza/Mar)

Image

Index

Siswa SMP Digigit Hiu Di Papua

Berenang di Pantai Nabire

Turis Rusia Diserang Buaya di Raja Ampat

Ditemukan Tewas

Danau Toba Dibuat Seperti di Paris

Genjot Industri Pariwisata

18 Pelabuhan Siap Layani Yacht Asing

Untuk mendongkrak kunjungan wisatawan

HUT RI ke 70 Ancol

Panjat pinang kolosal dan panggung musisi

Sail Raja Ampat 2014

Kapal Perang Lakukan Sailing Pass Penghormatan Pada SBY

Priok Penuhi Standar Internasional

IPC & pewaris makam Mbah Priok sepakat

Travel Luar Negeri Tertarik Ancol

Sebagai wisata bahari terpadu, punya resort di tengah kota

Poll

Subscribe Newsletter