NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
SP JICT Secara Sepihak Berhenti Mogok
Namun belum beraktivitas, operasional di kendalikan Koja


Indonesiamaritimenews (IMN),JAKARTA, Serikat Pekerja (SP) PT. Jakarta
Internasional Container Terminal (JICT), mengakhiri
secara sepihak aksi mogok, pada sore ini, Senin (7/8/2017), pukul 16.00 WIB kendati tuntutan hak mereka belum dikabulkan, demi kepentingan yang yang lebih besar yaitu kepentingan nasional.

Kendati sudah berhenti melakukan aksi mogok, SP JICT belun bisa melakukan aktivitas oleh karena kegiatan operasional masih dikendalikan dari Koja.

"Aksi mogok sudah berhenti sejak pukul 16.00 WIB, bagian operasional kami semua sudah siap bekerja. Namun saat ini operasional dikendalikan manajemen Koja," terang seorang anggota SP JICT kepada IMN.

Pemberitahuan berhenti mogok disampaikan Ketua Umum SP JICT Nova Sofyan Hakim dan Sekjen.M.Firmansyah
Sukardiman melalui surat No : SPJICT/PBT/145/V111/2017 tanggal 7 Agustus 2017, perihal pengakhiran mogok kerja yang sebelumnya direncanakan tanggal 3 s/d 10 Agustus 2017.

Surat itu ditujukan kepada dua instansi. Pertama, Direksi PT. Jakarta International Container Terminal (PT. JICT); Kedua, Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jakarta Utara di Jakarta

Surat yang di sampaikan itu merujuk kepada Surat No. SPJICT/PBT/136/V11/2017 Perihal Pemberitahuan Mogok Kerja.

Pada surat itu SP JICT menyampaikan empat hal. Pertama, mereka menyatakan bahwa mogok kerja merupakan hak yang dimiliki oleh pekerja yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku;

Ke dua, pengakhiran mogok dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas yaitu untuk kepentingan perekonomian nasional dan menjaga kelancaran arus barang serta pertimbangan masukan-masukan dari berbagai pihak dan Pemerintah.

Ke tiga, Berdasarkan hat-hal tersebut diatas, maka SPJICT mengakhiri mogok kerja terhitung mulai tanggal 7 Agustus 2017 pukul 16.00 WIB dan menginstruksikan pekerja untuk kembali bekerja.

Ke empat, terkait dengan tidak dilaksanakannya komitmen dalam kesepakatan 9 Mei 2017, ekses dari pelaksanaan mogok kerja dan terkait proses Perpanjangan Kontrak JICT, SPJICT tetap konsisten untuk terus memperjuangkan, menyuarakan dan mengkritisi proses perpanjangan yang berdasar audit investigatif BPK ditemukan berbagai penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan dan indikasi kerugian keuangan Negara, minimal RP. 4.08 Triliun ? melalui instrumen-instrumen lainnya.
(Arry/Orz/Mar)

Image

Index

SP JICT Secara Sepihak Berhenti Mogok

Namun belum beraktivitas, operasional di kendalikan Koja

SP JICT Mogok

Elvyn: Tak Perlu Kuatir

Dirut IPC, Elvyn G. Masassya:

IPC Ingin Dekat Dengan Semua Lini

Sharing Session MTI

Perusahaan LakukanTransformasi Bisnis

TPK Koja Tingkatkan Performance

Faktor X & ancaman persaingan menghantui

MTI Mendapat Apresiasi

Para Dirut BUMN Peserta ELP

Sekjen DPP INSA Lolok Sudjatmiko:

Lancarkan Tol Laut, Pelindo jalankan no service no pay

Proyek Pelabuhan Patimban Telan Anggaran Rp43 Triliun

Dikerjakan Selama 10 Tahun

IPC Berangkatkan 18.412 Pemudik Gratis

Naik 185 Bus ke 14 Kota

Kemenhub Resmikan 6 Pelabuhan di Sumatera & Bangka

Diharapkan jadi pelopor peningkatan ekonomi daerah

Poll

Subscribe Newsletter