NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
Industri Pelayaran Kian Terpuruk
Dihantam Krisis Ekonomi Global

Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA : Industri pelayaran kini mengalami kelesuan akibat dihantam krisis ekonomi global dan turunnya harga minyak dunia. Imbasnya juga dirasakan oleh pengusaha pelayaran Indonesia.

Situasi krisis ekonomi global membuat industri pelayaran tidak terakselerasi seperti beberapa tahun lalu. Lesunya bisnis pelayaran membuat sejumlah perusahaan melakukan efisiensi dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

Sebagai catatan, selama 2015 industri pelayaran nasional terpuruk di tengah melambatnya laju pertumbuhan ekonomi yang tercatat 4,73% pada kwartal III. Kondisi ini makin diperparah dengan merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga menyentuh angka Rp14.000.

Dari sekitar 14.000 unit kapal berbendera Indonesia, 15%-20% di antaranya terutama jenis tug and barge tidak berlayar karena tidak ada muatan. Ambruknya bisnis sektor petambangan terutama batubara, juga berpengaruh besar terhadap lesunya industri pelayaran.

Ketua INSA (Indonesian National Association), Carmelita Hartoto mengakui industri pelayaran saat ini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Saat membuka rapat Rakernas INSA, di Jakarta, Senin (16/5/2016) Carmelita mengatakan penurunan industri pelayaran dimulai sejak krisis ekonomi melanda Eropa pada 2008.?

Situasi kian parah akibat pelambatan ekonomi Tiongkok tiga tahun ini yang berimbas perdagangan dunia juga mengalami penurunan drastis. "Akibatnya, industri pelayaran juga ikut tergerus," kata Carmelita.

Merosotnya harga minyak mentah dunia hingga menyentuh titik terendah dalam sejarah beberapa waktu lalu, juga menambah makin terpuruknya industri pelayaran. Ini menyebabkan kapasitas kapal kargo dan kapal migas menurun drastis.

?Hal ini membuat dunia pelayaran terkapar. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Ini adalah fakta di depan mata kita. Sejumlah perusahaan raksasa pelayaran dunia mengalami kerugian besar, kapasitas angkut turun sehingga melakukan PHK besar-besaran," jelas Carmelita.

INSA meminta pemerintah menyelesaikan permasalahan di sektor maritim antara lain pembenahan regulasi yang kini masih tumpang tindih, serta permasalahan pemungutan liar yang jadi makanan sehari-hari.
(Arry/Oryza/Mar)

Image

Index

Industri Pelayaran Kian Terpuruk

Dihantam Krisis Ekonomi Global

10 ABK Indonesia Akhirnya Dibebaskan Abu Sayyaf

5 Pekan Ditawan di Filipina

Pelaut Demo Damai di Depan Istana

Tuntut Standarisasi Gaji Sesuai ILO

10 ABK Indonesia Akan Ditebus

Abu Sayyaf ancam akan bunuh sandera

Kapal Malaysia Dibajak 3 ABK Indonesia Dilepas

Di Pulau Ligitan

Indonesia Ekspor Kapal Perang Ke Filipina

Buatan PT PAL, Diluncurkan Di Surabaya

KM Marina Karam, 70 Penumpang Hilang

Di Teluk Bone Sulawesi Selatan

SertifikasiI KM Komponen Kapal

Pemerintah Bantu Fasilitas Pembiayaan

Hanya 3 Kapal Tol Laut Diluncurkan

Pelni Gagal Dapat Kucuran PMN

Pelaut Indonesia Diminati Dunia

Etos Kerja Lebih Unggul tapi jumlah yang dihasilkan masih kurang

Poll

Subscribe Newsletter