NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Ketua INSA Carmelita Hartoto:" Berikan Pelayaran Equal Treatment"

"Pelayaran lokomotif logistik , efisienkan, bila mogok ekonomi terhenti"

Sinergitas Polairud -Forwami

Upaya Memajukan Maritim

Dani Rusli Utama: Panjang Tahun Ini Dredging

Sisi Teknis Layak Hub Regional

Dani Rusli Utama: Panjang Tahun Ini Dredging

Sisi Teknis Layak Hub Regional

Bank Plat Merah Hadapi Lebaran

Sediakan Likuiditas Tunai Rp 200 T

Bank Plat Merah Hadapi Lebaran

Sediakan Likuiditas Tunai Rp 200 T

Votalitas Logistik Indonesia

Diklaim Tertinggi di ASEAN

Kembangkan Pelabuhan Belawan

Kemenhub Gelontorkan Rp683 Miliar

Seminar STMT Trisakti " Penguatan Transportasi Hadapi AEC"

SDM dan Inovasi kunci memenangkan persaingan

Jalur KA Besitang-Binjai Sumut Diaktifkan Lagi

Peninggalan Belanda Sepanjang 80 Km

Poll

Subscribe Newsletter

Ketua INSA Carmelita Hartoto:" Berikan Pelayaran Equal Treatment"
"Pelayaran lokomotif logistik , efisienkan, bila mogok ekonomi terhenti"

Indonesiamaritimenews.com(IMN): Mentari mulai condong ke Barat, sinarnya lembut menyapa di balik awan menembus kaca gedung pencakar langit.Tim IMN menuju lantai 29 Gedung Menara Kadin Jakarta,untuk memenuhi janji mewawancarai Ketua Indonenesia National Shipownwers Association (INSA) Carmelita Hartoto.Adalah INSA yang diakui oleh pemerintah, berdiri serta beroperasi secara legal yang sudah diputuskan inchracht oleh pengadilan.

Carmelita terlihat masih melayani tamu-tamu,seriusberdikusi.Kendati demikian, ia tetap memberikan slot waktu, sehingga mewawancara tetap berjalan sesuai skedul. Stafnya mempersilahkan kami duduk diruang tunggu bernuansa jawa,dengan latar tokoh perwayangan. Instrumentalia lembut menyentuh dawai menghanyutkan dan mengingatkan kami ke masa silam. "Silahkan masuk Pak sudah ditunggu Ibu,"Suara stafnya menyadarkan bahwa kami sedang menunggu waktu untuk berbincang dengan seorang wanita sukses pengusaha dan tokoh pelayaran.
Perbincangan kami pun dimulai dan mengalir seputar Merah Putih memperinngati hari Kemerdekaan RI 74 dan Sejauh mana pemerintah memberikan dukungan terhadapa INSA agar menjadi tuan di Negeri Sendiri.

Carmelita sebelumnya di media, mengajak seluruh anggota INSA bekerja lebih keras agar pelayaran tetap eksis di negeri sendiri. Pelayaran saat ini masih dihantui pinjamaman modal dari Bank nasional dengan bunga tinggi.INSA berteriak agar pemerintah menyamakan mereka dengan pelayaran asing dengan segala kemudahannya termasuk tentang pajak dan memberikan equal treatment dalam semualini.

"Dukungan Pemerintah terhadap industri Pelayaran Nasional, sudah cukup banyak,"ungkap Carmelita mengawali penjelasannya. Saat ditanyakan apa saja dukungan yang diberikan pemerintah,sebagai negara Merdeka yang saat ini dalam suasana memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 74,Rabu (21/8/2019).

"Seperti adanya UU Pelayaran no 17 th 2008,"kata Carmelita melanjutkan, "Serta paket-paket kebijakan eknonomi yang juga banyak mendengar aspirasi dari industri pelayaran nasional, sudah terasa.Walaupun masih belum maksimal."

INSA pernah mengajukan paket ekonomi di antaranya penerapan beyond cabotage dengan perubahan skema term of trade. Kebijakan term of trade ekspor impor barang tertentu merupakan kelanjutan dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemendag dengan dunia usaha untuk mengubah term of trade ekspor dari sistem FOB menjadi CIF.

EQUAL TREATMEN
Kendati demikian, Carmelita melihat, Indonesia sebagai negara kepulauan yang mengklaim dirinya sebagai negara maritim,"Masih saja ada hal-hal yang kita rasakan belum maksimal, Sebagaimana yang kita harapkan adalah equal treatment, seperti negara lain memperlakukan industrimaritimnya," tandasnya.

"Kita menghendaki equal treatment sebagaimana kapal-kapak di internasional.Terutama dalam hal pendanaan investasi kapal. Di luar negeri, bunga investasi berkisar antara 1 atau 2% diatas Sibor atau Liboer sedangkan bunga perbankan nasional kita diatas 11%. Belum lagi jaminan kolateral yang dipersyaratkan," Kata Carmelita mengharapkan, agar pelayaran Indonesia bisa bersaing dengan pelayaran asing.

Wanita yang selalu menjadi nara sumber di berbagai seminar ini,mengusulkan "Seyogyanya bahwa investasi pengadaan Kapal, disetarakan dengan invesvest infrastruktur, dengan tenor yang panjang dan bunga investasi yang rendah. Selain itu, kebijakan fiskal serta perpajakan kita juga masih berbeda dengan dengan pelayaran asing di negaranya masing-masing."

MUATAN
Wanita Direktur Utama Andika Lines ini, menilai muatan dalam negeri. sudah dikuasai pelayaran nasional sebagian besar.

"Dengan adanya INPRES 5 th 2005 mengenai pemberdayaan pelayaran nasional"tambah Carmelita,"Serta UU Pelayaran no 17 th 2008, Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri.99% muatan dalam negeri sudah diangkut oleh kapal-kapal bendera nasional. Hanya 1 % yang masih di industri lepas pantai pengeboran minyak."

"Itupun pekerjaan teknoloqi tinggi untuk eksplorasi yang sifat pekerjaannya hanya jangka pendek,"ungkap Carmelita membatasi sekaligus menjawab pertanyaan IMN apakah pelayaran nasional sudah berjaya di negeri sendiri?

lOKOMOTIF RANTAI LOGISTIK
Carmelita menilai erat kaitan pradigma pelayaran dengan rantai logistik mengangkut barang atau muatan, dari hulu hingga hilir sebagai denyut ekonomi.

"Shipping menganut paradigma Ship Follow the trade.Dimana ada arus barang, maka kapal akan datang untuk megambil muatan perdagangan. Seburuk apapun fasilitas pelabuhan tersebut, kalau ada barang, pasti kapal akan datang. Sebagai contoh, adalah di era booming kayu glondongan. Tanpa ada pelabuhan, kapal-kapal pengangkut kayu glondongan datang ke muara-muara sungai untuk menambil muatan,"jelasnya, sehingga alur logistik berjalan.

Lantas sinergi apa yang dibutuhkan agar pelabuhan sebagai pintu ekonomi dan pelayaran dan bagian dari hal itu berjalan lebih efektif untuk meningkatkan ekonomi?"Saya balik.Kapal atau Pelayaran adalah sebagai lokomotif rantai logistik. Pelabuban memang sebagai gateway atau pintu gerbang yang memfasilitasi lokomotif itu untuk berbagai kegiatan ekspor impor, pengisian bahan bakar, perbaikan dan lain lain. Dengan sendirinya, diperlukan sinergi yang efficient untuk lancarnya rantai logistik tersebut terus bergerak,"kata Carmelita memaparkan.

Carmelita menegaskan,"Jangan sampai lokomotifnya mogok. Kalau lokomotif mogok,pelabuhanpun akan sepi dan ekonomi berhenti," ungkap wanita yang terlihat smart ini dalam perbincangan.

Ia masih melakukan aktivitasnya,mencatat isi pertemuan dari berbagai relasi dan menginventarisir apa saja yang belum dan akan di Follow up, kemudian ia sampaikan pada stafnya.Namun kami harus menyudahi perbincangan dan berpisah kesibukan lain menunggu.

Carmelita menggunakan dress tradsional unggu bermotif cantring emas hari itu. Menunjukan ia,seorang wanita pebisnis juga piawai memilih gaun.Sambil tersenyum ia mengantar dan melepaskan kami di Pintu.

Di luar gedung, senja mendekati ufuk Barat diselimuti awan menebal.

Instrumentalia di ruang itu masih mengalun, merekat dawai-dawai di qalbu membuat kami berat melangkah meninggalkan kantor Best Womens obsesion 2017 ini.
(M.Arifin Mukendar) (-)