NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Susi Segera Tenggelamkan

38 Kapal Vietnam

Susi Segera Tenggelamkan

38 Kapal VietnamR

Protes Kapal Pukat Trawl

Nelayan Sergai Demo di Laut

Bank Plat Merah Hadapi Lebaran

Sediakan Likuiditas Tunai Rp 200 T

Kredit Perbankan Sektor Maritim Rendah

Padahal, banyak peluang bisa dikembangkan

Pelabuhan New Priok Tekan Biaya Logistik

Juli 2016 Siap Dioperasikan

3.500 Kapal Akan Dibagikan Ke Nelayan

Menko Maritim Tinjau Pelabuhan Banyuwangi

Pesawat Intai Asing Tanpa Awak Jatuh di Batam

Dilengkapi 4 Kamera

Inilah Isi Perjanjian Konsesi Kereta Cepat

50 Tahun Aset Dikembalikan ke Negara

10 Kampung Nelayan Ditata

Prioritas Tegal,Bengkuku dan Pontianak

Poll

Subscribe Newsletter

Susi Segera Tenggelamkan
38 Kapal Vietnam

Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA:Pasca ditabraknya KRI Tjiptadi oleh kapal Vietnam Fisheries Resource Surveillance, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bereaksi. Ia bakan menenggelamkan 38 kapal Vietnam yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Susi kian membulatkan tekad untuk bersikap tegas terhadap kapal-kapal asing yang menjarah ikan di laut Indonesia. Menurut Susi, KK (Kementerian Kelautan dan Perikanan) bersama Satgas 115 segera menyidik, menindak kapal-kapal yang terbukti melanggar kapal-kapal yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Nantinya kapal-kapal asing tersebut akan ditenggelamkan."Sampai April ini sudah inkrah 51 kapal. Yang belum ada 30-an. Kalau ditotal, 80 kapal, tapi ada yang belum inkrah. Kapalnya itu besar-besar," ujar Susi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019). Dari 51 kapal tersebut, 38 di antaranya kapal Thailand.

Rinciannya: 38 kapal milik Vietnam, 6 kapal milik Malaysia, 2 kapal milik Tiongkok, 1 kapal milik Filipina, dan 4 kapal asing namun berbendera Indonesia."Kita mulai (tenggelamkan) tanggal 4 Mei di Pontianak dulu sebanyak 26, itu semua Vietnam. Kemudian ada di Batam 4, di Belawan 3, Natuna 12 kapal, kemudian di Merauke 3 kapal," jelas Susi.

Kapal-kapal tersebut rata-rata berukuran 100-200gross ton (GT) dengan tinggi mencapai 7 meter. Penenggelaman kapal tidak bisa dilakukan sekaligus dan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.

Susi mengatakan ia tidak pernah setuju dengan kebijakan lelang kapal ikan asing ilegal karena akan mengurangi ketegasan Indonesia di mata para pelaku illegal fishing.

BERBENDERA INDONESIA
Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Agus Suherman menambahkan, kapal asing namun berbendera Indonesia juga kerap mencuri di perairan Indonesia. Kapal asing bisa menggunakan bendera Indonesia biasanya karena ada oknum-oknum perusahaan asing yang menggunakan kapal laut lokal. Setelah itu, hasil tangkapan dibawa ke laut lepas lalu dipindahkan ke kapal asing.

Ditegaskan Agus, kapal asing yang tertangkap pasti ditenggelamkan, bukan dilelang. Sebab, melelang kapal-kapal itu Wwmalah merugikan Indonesia karena akan digunakan kembali melakukan kejahatan yang sama.

Kapal yang dilelang biasanya laku Rp 100 juta sampai Rp 500 juta. Padahal, keuntungan perusahaan asing yang mengeruk kekayaan laut Indonesia mencapai Rp 2 miliar sekali melaut. Itu sebabnya banyak ditemukan kapal residivis atau kapal yang pernah ditangkap.

Di sisi lain, uang hasil lelang yang masuk pendapatan negara bukan pajak (PNBP) masih terlalu kecil jika dibanding keuntungan yang diraup perusahaan perikanan asing pelaku pencurian, serta tidak sepadan dengan kerugian ekonomi dan risiko keselamatan petugas patroli di lapangan.

Penenggelaman kapal merupakan sikap tegas pemerintah Indonesia untuk memberikan efek jera. Karena kapal asing semakin agresif melakukan illegal fishing terutama di wilayah Natuna, Kepulauan Riau. Sepanjang 2019 terjadi empat kali insiden kapal patroli serta KRI milik TNI diintimidasi kapal asing. Dua kali oleh Malaysia dan dua kali oleh Vietnam.

Seperti diberitakan sebelumnya,KRI Tjiptadi 381 ditabrak Kapal Pengawas Perikanan Vietnam/Coast Guard Vietnam ketika menghentikan kapal Vietnam BD 979 yang dipergoki menangkap ikan di Laut Natuna Utara pada Sabtu (27/4/2019) pukul 14.45 WIB. Rekaman video insiden tersebut menjadi viral di dunia maya. (Oriz/MAR/IMN)