NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Votalitas Logistik Indonesia

Diklaim Tertinggi di ASEAN

Kembangkan Pelabuhan Belawan

Kemenhub Gelontorkan Rp683 Miliar

Seminar STMT Trisakti " Penguatan Transportasi Hadapi AEC"

SDM dan Inovasi kunci memenangkan persaingan

Jalur KA Besitang-Binjai Sumut Diaktifkan Lagi

Peninggalan Belanda Sepanjang 80 Km

Garuda & Lion Air Nyaris Tabrakan

Di Langit Bali

IPC Tetap Stabil dan Menguntungkan

Meningkatkan pelayanan & perpanjangan JICT upaya dukung koneksitas maritim

IPC Kucurkan Rp 2 Triliun

Dukung Car Terminal menjadi yang terbesar & modern di dunia

Obligasi Global IPC Capai US$ 1,6 Milyar

Bukti kemandirian & kesungguhan korporasi kembangkan logistik nasional

IPC Kembangkan Transportasi Laut

Dukung Program Tol Laut Presiden, tekan kemacetan,efisiensi dan lancarkan Logistik

Strategi IPC Menghadapi MEA

Upaya tingkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global

Poll

Subscribe Newsletter

Kembangkan Pelabuhan Belawan
Kemenhub Gelontorkan Rp683 Miliar

Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA : Kementerian Perhubungan gelontorkan dana Rp683,88 miliar untuk mengembangkan Pelabuhan Belawan. Dana tersebut berasal dari pinjaman dari Islamic Development Bank (IDB).

Hal ini diungkapkan Plt Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Umar Aris, saat penandatanganan kerja sama bersama PT Pelindo I dan PT Waskita Karya (WK) di kantor Kemenhub, Senin (25/4/2016).

Pengembangan Pelabuhan Belawan Fase 1 secara fisik dilaksanakan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dengan nilai pekerjaan Rp683,88 miliar. Pengembangan dermaga sepanjang 350 meter Palet I jadi tanggungjawab Kemenhub, sedangkan 350 meter akan dibiayai oleh PT Pelindo I (Persero) pada Paket II.

"Secara rencana induk pelabuhan itu harus diperpanjang 700 meter, 350 meter dibiayai oleh Satker Perhubungan dan Islamic Development Bank," jelas Umar. Kemenhub? menggandeng Islamic Development Bank, yang dituangkan dalam bentuk Penandatanganan Kontrak Pekerjaan Fisik Paket I Pengembangan Pelabuhan Belawan Fase 1.

Pinjaman IDB senilai US$ 87,5 tersebut bertenor 15 tahun. "Karena keterbatasan anggaran, maka kita cari donator, kita lihat IDB ini tanpa bunga," tambah Umar.

Kerjasama tersebut dilaksanakan berdasarkan Istisna'a Agreement yang telah ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dengan Islamic Development Bank, 14 Desember 2009 yang melingkupi pekerjaan fisik, jasa konsultansi dan dukungan Project Management Unit.

SELESAI 2018
Proyek ini diperkirakan selesai pada pertengahan 2018. Umar merinci pengerjaan proyek tersebut antara lain fisik 94,7 %, jasa konsultan 4,7 %, dukungan PMU 0,5 %, auditor 0,1 % dan kontijensi 10 % dan total anggaran yang dibayarkan terhadap kontraktor senilai Rp683,88 miliar.

Pengerjaan Paket I, yaitu dermaga peti kemas (pier) dan arena lapang penumpukan seperti tercantum dalam Rencana Induk Plebuhan Belawan yang telah ditetapkan Menteri Perhubungan pada 2012.Area penumpukan kontainer seluas 28 hektar dibagi dalam Fase 1 seluas 12 hektar dan Fase 2 seluas 16 hektar.Soal pengoperasian, tetap dilaksanakan oleh Pelindo I lewat konsesi dengan pemerintah.

Menurut Umar, Paket 2 yang dikerjakan oleh Pelindo I berjalan beriringan sehingga nanti selesainya bersamaan. "Total Paket 1 dan Paket 2 nilainya Rp 6 triliun, termasuk peralatan," tukasnya.

Pengembangan terminal peti kemas tersebut akan membuat kapasitas eksisting Pelabuhan Belawan bertambah dari 1,2 juta TEUs menjadi 2 juta TEUs, atau meningkat 800.000 TEUs. (Arrj9iy/Oryza/Mar)