NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Votalitas Logistik Indonesia

Diklaim Tertinggi di ASEAN

Kembangkan Pelabuhan Belawan

Kemenhub Gelontorkan Rp683 Miliar

Seminar STMT Trisakti " Penguatan Transportasi Hadapi AEC"

SDM dan Inovasi kunci memenangkan persaingan

Jalur KA Besitang-Binjai Sumut Diaktifkan Lagi

Peninggalan Belanda Sepanjang 80 Km

Garuda & Lion Air Nyaris Tabrakan

Di Langit Bali

IPC Tetap Stabil dan Menguntungkan

Meningkatkan pelayanan & perpanjangan JICT upaya dukung koneksitas maritim

IPC Kucurkan Rp 2 Triliun

Dukung Car Terminal menjadi yang terbesar & modern di dunia

Obligasi Global IPC Capai US$ 1,6 Milyar

Bukti kemandirian & kesungguhan korporasi kembangkan logistik nasional

IPC Kembangkan Transportasi Laut

Dukung Program Tol Laut Presiden, tekan kemacetan,efisiensi dan lancarkan Logistik

Strategi IPC Menghadapi MEA

Upaya tingkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global

Poll

Subscribe Newsletter

Seminar STMT Trisakti " Penguatan Transportasi Hadapi AEC"
SDM dan Inovasi kunci memenangkan persaingan

Indonesiamaritimenws.com (IMN),JAKARTA: Sektor Transportasi Indonesia memiliki peran strategis untuk memenangkan persaingan di era Asean Economic Community (AEC) tahun 2016, karena itu harus dikuatkan, kuncinya melalui peningkatan infrastruktur, kuliatas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kemampuan berinovasi bila tidak Indonesia hanya menjadi penonton.

Demikian benang merah yang dapat diambil dari kesimpulan seminar "Penguatan Peran Strategis Sektor Transportasi Dalam era Kompetisi ASEAN Economic Community (AEC) tahun 2016"dengan keynote speaker Menteri Perhubungan Ignasius Jonan,Sabtu, (5/3/2016) di Kampus Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti, Jakarta.

Jonan memaparkan, perkembangan kerjasama ekonomi ASEAN berjalan relatif lebih cepat dibandingkan kerjasama dibidang politik, keamanan maupun sosial budaya. Perkembangan pesat tersebut mempercepat pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economy Community (AEC) yang membuka aliran barang, jasa, investasi dan tenaga ahli dari negara-negara kawasan ASEAN bebas bersaing di pasar domestik.

ASEAN Economy Community harus disikapi dengan upaya meningkatkan daya saing dan efisiensi dan berinovasi. Terbukanya pasar bebas menjadi peluang sekaligus tantangan dalam hal perdagangan internasional. Dengan populasipenduduk terbesar di kawasan ASEAN dan sumber daya alam yang melimpah menjadi modal utama bagi Indonesia untuk berperan dalam Masayarakat Ekonomi ASEAN.

Sektor Transportasi merupakan pendukung utama dalam pembangunan bangsa, harus mengambil peranan dalam mendorong bertumbuhnya iklim investasi dan aktivitas perekonomian bangsa, kata Jonan, disampaikannya secara tertulis yang dibacakan Bintang Hidayat Kapuslitbang Transportasi Udara Kemenhub.

Peranan transportasi, lanjut Jonan, salah satunya adalah dengan peningkatan ketersediaan kuantitas dan kualitas infrastruktur transportasi untuk menjamin kelancaran arus barang, pasokan bahan baku maupun bahan jadi di kawasan ASEAN.

Infrastruktur transportasi tersebut berupa sarana dan prasarana seperti: jalan raya, reI kereta api,pelabuhan dan bandara.Keberadaannya berpengaruh terhadap proses produksi dan distribusi barang. Jonan mengingatkan, tersendatnya logistik dapat meningkatkan inflasi dan secara tidak langsung akan menurunkan daya saing.

INFRASRUKTUR BELUM MENDUKUNG.
Menurut Jonan, infrastruktur transportasi yang tersedia saat ini belum sepenuhnya mendukung kinerja logistik Indonesia. Salah satu contoh adalah jarak rata-rata antara pelabuhan maupun bandara dengan produsen atau konsumen dalam negeri untuk keperluan ekspor maupun impor.

"Hal itu akan berakibat pada lamanya waktu pengangkutan dan tingginya biaya logistic,"kata Jonan menggaris bawahi.

Kenyataan ini,bisa membuat kondisi Indonesia kalah bersaing dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura,Filiphina, Thailand dan Myanmar.

KEBIJAKAN
Pada sektor penerbangan, Kemenhub membuat kebijakan membatasi kebebasan hak angkut penumpang hanya pada 5 bandara internasional yang infrastrukturnya sudah memadai dengan destinasi kota besardi Indonesia yaitu Jakarta, Denpasar, Surabaya, Medandan Makassar. Selain itu pemerintah tetap mempertahankan prinsip cabotage dan ratifikasi agreement secara bertahap dengan prinsip fairness dan reciprocity.
Terbukanya pasar bebas atau liberalisasi sektor penerbangan (ASEAN Open Sky) menjadi tantangan dan peluang besar bagi maskapai nasional untuk terus tumbuh dan memperluas pasar ke negara-negara ASEAN.

Terdapat 3 hal yang menjadi obyek dari ASEAN Open Sky di bidang tansportasi udara yaitu kebebasan hak angkut, jasa penunjang penerbangan dan jasa profesi penerbangan. Untuk mengatasi,"Awareness- keterbukaan ruang udara itu harus selalu didengungkan rasa nasionalisme dalam mempergunakan produk dalam negeri,"saran Jonan.

Kemenhub juga mendorong pelaku usaha penerbangan nasional membuat inovasi atau terobosan-terobosan dalam strategi usaha (business plan) serta menjajagi potensi pasar secara tepat agar dapat memenangkan kompetisi dalam wilayah ASEAN.

Pada sektor laut ada ASEAN Single Shipping Market sebagai langkah mewujudkan pasar tunggal yang menghapus bea masuk (FreeTrade Area) pada kawasan ASEAN. Kementerian Perhubungan berupaya memperkuat pasar pelayaran intra-ASEAN.

Salah satu upaya yang dilakukan pada sektor ini adalah pembangunan infrastruktur transportasi laut dan pengembangan kualitas SDM dalam melayani penyediaan jasa transportasi laut. Kemenhub akan mengoperasionalisasikan ASEAN RO- RO shiping network. Rute yang direkomendasikan adalah rute Dumai-Malaka (PelabuhanDumai) dan Rute Belawan-Penang-Phuket (Pelabuhan Dumai) .

Kebijakan Kemenhub pada sektor transportasi darat untuk menghadapi masayarakat ekonomi ASEAN adalah dengan meratifikasi ASEAN Framework Agreement on the Facilitation of Goods inTransit melalui Kepres No. 169 tahun 1999. Ratifikasi terhadap agreement tersebut diharapkan akan lebih mempermudah dalam perpindahan barang.

Jonan menjelaskan, sektor transportasi darat juga sedang berupaya menyelesaikan pemasangan tanda-tanda jalan umum dan sistem penomoran rute padasemua transit transport route ASEAN Highway. Penyelesaian ruasjalan dalam waktu dekat yaitu tahun 2017 hingga 2018 antara lain adalah ruasjalan Dumai-Medan-Banda Aceh, ruas jalan Pontianak-Sosok-Tayan-Entikong danruas jalan Semarang-Cikampek-Jakarta-Merak, selain itu masih terdapat beberapa ruas jalan lainnya yang akan ditargetkan selesai pada tahun 2022.

TANTANGAN.
Akses perdagangan di kawasan ASEAN yang terbuka menjadi tantangan global Indonesia. Keadaan ini akan memunculkan kondisi ketidaksiapan. kebijakan,undang-undang, peraturan-peraturan yang tidak mendukung, kualitas tenaga kerjaserta pelaku dunia usaha yang belum dapat bersaing secara head to head dengan negara lain yang lebih kuat.

Selain itu,akan masuk tenaga kerja asing yang lebih berkualitas, modal asing yang berlimpah,produk asing yang lebih murah membuatIndonesia tidak mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Kementerian Perhubungan selaku regulator di bidangtransportasi melakukan berbagai upaya untuk menjawab tantangan-tantangantersebut dengan melakukan berbagai hal antara lain adalah:

1.Melakukan legislasi dan restrukturisasidari sisi regulator maupun operator dan transparansi biaya dan penentuan harga;
2.Meningkatkan keselamatan operasi dengan mengembangkansistem manajemen keselamatan dan keamanan, menumbuhkan safety culture, melakukanpelatihan, sertifikasi , lisensi dan audit pada SDM-SDM di bidang transportasi;
3.Investasi staff yang memiliki kemampuan dan motivasi denganmengembangkan program pelatihan dan kapabilitas SDM di bidang transportasi dan peningkatan komunikasi serta koordinasi antar stakeholder di bidang transportasi.
4.Meningkatkan efisiensi operasi dan pelayananpenyediaan jasa transportasi;
5.Percepatan implementasi teknologi.

SUMBER DAYA MANUSIA.
Ka.Propendik Pasca Sarjana STMT Trisakti ,Suharto Abdul Majid dalam sambutannya menyatakan, Indonesia kini memasuki era persaingan di EAC, untuk memenangkan persaingan tersebut kuncinya adalah di SDM . Penguatan trasportasi menurutnya,bisa dilakukandengan meningkatkan kualitas SDM sesuai dengan kompetensinya kalau tidak akanterlindas,"Kita hanya menjadi penonton saja,"tandasnya.

Persaingan di EAC semakin berat danlebih kompleks ,Ia mengingatkan,"Kalau kita tidak memiliki kompetensi jangan coba-coba ikut kompetisi..."katanya.

KOMPETISI.
Soeratman Doerahman Komisaris airAsia, penyaji makalah pertama, yakin Indonesia bisa berkompetisi di EAC. Iamembuat analisa SWOT. Indonesia memiliki kekuatan saing di bidang transporasi udara dengan memiliki banyak armada dan bisa melakukan proteksi.

Namun Indonesia memiliki kelemahan karena banyak sekali aturannya. Kendati demikian EAC menjadi peluang karena pasar yang ingin diraup penerbangan lebih luas. Bisa dilakukan dengan membuat slot.Ancamannya penerbangan asing semakin banyak masuk mengambil pangsa pasar dalam negeri. Untuk itu pengusaha penerbangan dituntut membuat berbagai inovasi agar dapat memenangkan persaingan.

BAHAN BAKAR GAS.
Untuk menekan ongkos di sektor angkutan laut lebih murah dan produk Indonesia bisa bersaing di EAC, Harry Boediarto soewanto direktur Komersial Pelni, penyaji makalah kedua menyarankan, kapal Indonesia menggunakan bahan bakar gas. Alasannya harga gas lebih murah dari solar.

Bila hal itu diterapkan ongkos kapal lebih rendah sehingga barang Indonesia dapat berkompetisi di tataran ASEAN. Untuka memuluskan pemikiran itu ia mengharapkan semua pelabuhan di Indonesia menyediakan fasilitas kilang-kilang LNG.

PERPANJANG WAKTU KELAIKAN JALAN TRUK.
Gemilang Tarigan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia, penyaji makalah ketiga berpendapat, tingginya ongkos di sektor angkutan darat disebabkan masa kelaikan jalan truk terlalu cepat hanya 10 tahun lebihcepat dari Amerika yang bisa mencapai 17 tahun.

Ketentuan laik jalan yang singkat membuatongkos logistik tinggi sebab truk dibeli dengan harga mahal mencapai Rp 1 miliar per unit dengan bunga tinggi. Ia menyarankan agar pemerintah memperpanjang waktu kelaikan jalan trukdari 10 tahun menjadi 20 tahun,dengan demikian pemilik truk bisa menetapkan ongkos ang kutan lebih rendah karena bisa membayar angsuran truk lebih murah.

Pada acara seminar tersebut KetuaYayasan STMT Trisakti Bimo Prakoso memberikan sambutan, selanjutnya,Ka.Propendik Pasca Sarjana STMT Trisakti , Suharto Abdul Majid, diteruskan dengan pembukaan oleh Bapak Tjuk Sukardiman Ketua Sekolah Tinggi Manajamenen Transportasi (STMT) Trisakti yang diwakili oleh Yuliantini Waket IV, dilanjutkan Menhub Ignasius Jonan dengan sambutan tertulisnya dan diskusi yang disampaikan oleh tiga penyaji makalah, kemudian evaluasi serta tanya jawab peserta seminar dengan penyaji makalah. (Arry/Oryza/Mar)