NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Jokowi Tawarkan Pelabuhan Patimban ke Jepang

Berikut Proyek KA Jakarta-Surabaya

PT AP II Kembangkan Bandara Silangit

Dukung Konektivitas Kawasan Pariwisata

Diluncurkan Mei 2016

Satelit A3 Pantau Pertanian & Maritim

Agus Raharjo Pimpin KPK

Busyro dan Johan Budi Tersisih

Akhirnya, Dirjen Hubla Bobby Mamahit Tersangka

Dugaan Korupsi Pembangunan BPI2IP

IPC WAY

Wadah karyawan berinovasi mengembangkan diri dan perusahaan

Giliran Denny Indrayana Jadi Tersangka

?Bismillah, Haram Menyerah?

Menanti UU Perlindungan Nelayan

DPR & KKP Diminta Mengesahkan

Pungutan Bea cukai Menurun

Dipengaruhi kebijakan impor,Mineral dan harga CPO

Tahun Depan Tol Laut Dimulai

Jonan: Kita negara kepulauan terbesar

Poll

Subscribe Newsletter

Diluncurkan Mei 2016
Satelit A3 Pantau Pertanian & Maritim

Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA : Satelit mikro generasi kedua Lapan A3/IPB yang memiliki dua fungsi, memantau pertanian dan maritim siap diluncurkan Mei 2016. Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) sedang melakukan finalisasi.

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin menyatakan kesiapan peluncuran satelit akan diputuskan pada April 2016. Satelit mikro ini dikembangkan oleh Lapan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diperkirakan menelan dana Rp55 miliar.

"Saat ini masuk uji terakhir untuk finalisasi dari fungsi satelit itu sendiri,? ungkap Thomas, seusai membuka lokakarya Satellite and Surveillance Capabilities in Broader Maritime Applications in Indonesia di Jakarta, Selasa (1/3/2016). Uji yang dimaksud yaitu uji getar dan uji frekwensi.

Satelit ini dilengkapi sensor Automatic Identification System (AIS) untuk memantau kapal-kapal penangkap ikan. Satelit ini akan diluncurkan melalui roket milik India dengan orbit polar dengan inklimasi 98 derajat. Rencananya Satelit Lapan A3/IPB akan mengorbit di ketinggian 650 kilometer di atas permukaan bumi.

Satelit ini bisa memantau pertumbuhan padi, daerah siap tanam dan panen, serta pemantauan penggunaan atau kebutuhan pupuk. Lapan bekerja sama dengan BMKG, juga akan membuat satelit Lapan A4 yang berfungsi memantau meteorologi. Selain itu akan dikembangkan Lapan A5 untuk kepentingan pertahanan.

SATELIT LAPAN A2
Sebelumnya satelit Lapan A2/Orari telah diluncurkan dan dilepas oleh Presiden Joko Widodo pada 28 September 2015, di Pusat Teknologi Lapan di Rancabungur, Bogor, Jabar. Satelit ini diluncurkan menumpang piggyback? (roket peluncur) India Polar Satellite Launch Vehicle (PSLV) C30 melalui Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India.

Satelit seberat 76 kilogram tersebut sukses mengorbit di ketinggian 650,16 kilometer. Menurut Thomas, satelit tersebut berfungsi baik dan telah mengirim banyak data serta citra satelit ke stasiun bumi. Salah satunya menghasilkan citra satelit dari jalan sepanjang 10 meter di daerah perbatasan.

Fungsi Satelit Lapan A2/Orari adalah sebagai alat pemantau, alat identifikasi otomatik kapal-kapal di laut, komunikasi orari, terutama saat bencana, serta alat identifikasi pulau-pulau terluar. Satelit ini memiliki fungsi 80 persen eksperimen dan 20 persen operasional, dan akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari dengan periode orbit 100 menit.

Satelit mikro Lapan A2 membawa video dan kamera digital untuk mengambil gambar bumi dari orbit ekuator dengan inklinasi enam derajat, ditambah muatan untuk sistem pelacakan kapal dan peralatan radio amatir.

(SUM/Oriza/Mar)