NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Kredit Perbankan Sektor Maritim Rendah

Padahal, banyak peluang bisa dikembangkan

Pelabuhan New Priok Tekan Biaya Logistik

Juli 2016 Siap Dioperasikan

3.500 Kapal Akan Dibagikan Ke Nelayan

Menko Maritim Tinjau Pelabuhan Banyuwangi

Pesawat Intai Asing Tanpa Awak Jatuh di Batam

Dilengkapi 4 Kamera

Inilah Isi Perjanjian Konsesi Kereta Cepat

50 Tahun Aset Dikembalikan ke Negara

10 Kampung Nelayan Ditata

Prioritas Tegal,Bengkuku dan Pontianak

Presiden Jokowi Terimakasih Pada Google

Ikut Perangi Illegal Fishing di Indonesia

Lagi, 31 Kapal Ditenggelamkan

Pelaku Illegal Fishing di Indonesia

KM Marina Karam, 70 Penumpang Hilang

Di Teluk Bone Sulawesi Selatan

SpeedBoat Terbalik, 4 Tewas, 10 Hilang

Di Sungai Kubu Kalimantan Barat

Poll

Subscribe Newsletter

Pesawat Intai Asing Tanpa Awak Jatuh di Batam
Dilengkapi 4 Kamera

Indonesiamaritimenews.com(IMN),BATAM : Sebuah pesawat intai milik asing tanpa awak (drone) jatuh di perairan Batam, Kepulauan Riau dekat Selat Philip. Pesawat berwarna oranye itu ditemukan oleh nahkoda Kapal Pintas Samudra-9, Kamis (31/3/2016).

Kapten Lambok Tampubolon, nakhoda? tersebut, menemukan pesawat tanpa awak (drone) sekitar pukul 15.45 WIB sekitar satu mil dari Pelabuhan Ferry International Batam Center. Diduga pesawat tersebut sedang merekam data karena di bagian sayap kiri dan kanan terdapat kamera.

Kapal Pintas Samudra-9 sedang berlayar dari Pelabuhan Ferry Stulang Laut-Johor Bahru, Malaysia, menuju Pelabuhan Ferry Batam Center. Nakhoda kapal melihat ada pesawat kecil langsung melapor kepada otoritas Batam Center.

Kapolda Kepri? Brigjen Sam Budigusdian mengatakan, pesawat tanpa awak serupa pernah jatuh pada tahun 2012 di Perairan Bintan, Kepri. Aparat Polri dan TNI datang ke lokasi mengecek temuan pesawat berwarna oranye yang bertuliskan Banshee Target? tersebut.

Pesawat tersebut dilengkapi empat kamera yang terletak pada bagian sayap kiri dan kanan, dua kamera lainnya di bagian bawah dan pada bagian ekor pesawat. Pesawat tersebut dibawa ke Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan fisik serta penyelidikan isi rekaman dalam kamera.

MILIK ASING
Sementara itu Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Marsma TNI Henri Alfiandi, menjelaskan pesawat tanpa awak jenis Drone Target yang ditemukan tersebut memang dikhususkan untuk menembak sasaran.

Drone Target ini produk Meggitt Defence Systems, perusahaan asal Inggris, yang spesialisasinya mengembangkan produk aviasi untuk keperluan pertahanan dan roduknya digunakan di berbagai negara.

Drone ini memiliki kecepatan maksimum 200 knot, dapat digunakan berkali-kali, diluncurkan menggunakan katapel dari dek kapal, memiliki jangka waktu penggunaan hingga 25 tahun.

Negara Brunei Darussalam dan Malaysia termasuk negara pengguna drone. Brunei misalnya, sudah menggunakan Banshee sejak 1987 dan menambahnya pada 2010 dengan memesan Banget 600.

Tahun 2012, pesawat tanpa awak juga ditemukan di perairan Tanjung Berakit, Bintan, Kepulauan Riau. Pesawat oranye sepanjang 2,5 meter tersebut ditemukan oleh Mukri, nelayan, pada Senin (12/11/2012). Di badan pesawat tertulis "Banshee 5498?. (SUM/Oriza/Mar)