NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Kredit Perbankan Sektor Maritim Rendah

Padahal, banyak peluang bisa dikembangkan

Pelabuhan New Priok Tekan Biaya Logistik

Juli 2016 Siap Dioperasikan

3.500 Kapal Akan Dibagikan Ke Nelayan

Menko Maritim Tinjau Pelabuhan Banyuwangi

Pesawat Intai Asing Tanpa Awak Jatuh di Batam

Dilengkapi 4 Kamera

Inilah Isi Perjanjian Konsesi Kereta Cepat

50 Tahun Aset Dikembalikan ke Negara

10 Kampung Nelayan Ditata

Prioritas Tegal,Bengkuku dan Pontianak

Presiden Jokowi Terimakasih Pada Google

Ikut Perangi Illegal Fishing di Indonesia

Lagi, 31 Kapal Ditenggelamkan

Pelaku Illegal Fishing di Indonesia

KM Marina Karam, 70 Penumpang Hilang

Di Teluk Bone Sulawesi Selatan

SpeedBoat Terbalik, 4 Tewas, 10 Hilang

Di Sungai Kubu Kalimantan Barat

Poll

Subscribe Newsletter

10 Kampung Nelayan Ditata
Prioritas Tegal,Bengkuku dan Pontianak

Indonesiamaritime.ccom(IMN),BENGKULU : Kampung nelayan di 10 Daerah akan ditata dan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pembangunan infrastruktur tahun 2016 diprioritaskan di Tegal, Bengkulu dan Pontianak.

Infrastruktur di kampung nelayan di pesisir pantai perlu diperbaiki untuk meningkatkan taraf hidup rakyat. Penataan permukiman nelayan tahun ini diprioritaskan di tiga kota yaitu Tegal (Jawa Tengah), Bengkulu dan Pontianak (Kalimantan Barat).

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Rina Farida, Kamis (3/3/2016) meninjau kawasan permukiman yang jadi sasaran pembangunan, yaitu di Desa Sumber Jaya, Kampung Melayu, Bengkulu.

Rina didampingi oleh Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Dewi serta pejabat satuan kerja dan Pemerintah Daerah Bengkulu. Rombongan melihat langsung permukiman yang kumuh, padahal lokasinya di tak jauh dari kota provinsi dan dekat dengan jalan raya. ?Nyaris tidak tersentuh pembangunan,? kata Rina.

RENTAN TERSERANG PENYAKIT
Rumah penduduk rata-rata berdinding kayu, beratap seng serta tidak dilengkapi kamar mandi dan WC. Setiap hari penduduk mandi dan mencuci pakaian serta buang air di sungai terdekat. Kondisi ini menurut Rina sangat rentan terserang penyakit, terutama demam berdarah dengue (DBD).

Menurut Ribna, penataan permukiman akan difokuskan pada pembangunan infrasutruktur mulai dari pembuatan jalan lingkungan, drainase, air bersih serta tempat pengolahan sampah.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan rapat kerja dengan Komisi II DPD RI salah satunya membahas pembangunan infrastruktur kampung nelayan di 10 kota. Tujuannya, meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan.

Pembangunan secara fisik menurut Menteri tahun ini diprioritaskan di tiga kota, sedangkan tujuh lainnya baru didesain. (Arry/Oryza/Mar)