NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Votalitas Logistik Indonesia

Diklaim Tertinggi di ASEAN

Kembangkan Pelabuhan Belawan

Kemenhub Gelontorkan Rp683 Miliar

Seminar STMT Trisakti " Penguatan Transportasi Hadapi AEC"

SDM dan Inovasi kunci memenangkan persaingan

Jalur KA Besitang-Binjai Sumut Diaktifkan Lagi

Peninggalan Belanda Sepanjang 80 Km

Garuda & Lion Air Nyaris Tabrakan

Di Langit Bali

IPC Tetap Stabil dan Menguntungkan

Meningkatkan pelayanan & perpanjangan JICT upaya dukung koneksitas maritim

IPC Kucurkan Rp 2 Triliun

Dukung Car Terminal menjadi yang terbesar & modern di dunia

Obligasi Global IPC Capai US$ 1,6 Milyar

Bukti kemandirian & kesungguhan korporasi kembangkan logistik nasional

IPC Kembangkan Transportasi Laut

Dukung Program Tol Laut Presiden, tekan kemacetan,efisiensi dan lancarkan Logistik

Strategi IPC Menghadapi MEA

Upaya tingkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global

Poll

Subscribe Newsletter

Garuda & Lion Air Nyaris Tabrakan
Di Langit Bali

Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA:Padatnya jadwal pendaratan di Bandara Ngurah Rai Bali ditambah cuaca buruk, membuat pesawat Garuda dan Lion Air nyaris tabrakan di udara. Peristiwa ini terjadi Rabu (10/2/2015) sekitar pukul 14:00.

Informasi ini membuat ramai di dunia maya setelah dilansir oleh Flightradar24.com. Disebutkan, pesawat Boeing 737 Garuda nomor penerbangan GA 340 rute Surabaya-Denpasar, dan Lion Air JT 960 dari Bandung, berputar-putar di ketinggian 16.300 feet. Cuaca saat itu sangat buruk dan jarak pandang di Bandara Ngurah Rai Bali kurang dari 200 meter.

Dua pesawat itu sempat melintasi titik yang berdekatan. Pada pukul 06.38 UTC (14.38 WITA), Lion Air terpantau berada di barat laut Pulau Bali, tepatnya di Negara dan Pulukan, atau tepat di sebelah selatan Selat Bali, dengan ketinggian 14.575 feet. Saat yang sama Garuda GA 340 berputar-putar di selatan Negara pada ketinggian 14.000 feet.

Disebutkan, pukul 14:27 WITA Garuda terbang ke arah utara pada ketinggian 16.300 feet, menurun 612 kaki/menit dengan kecepatan 501 km/jam. Sedangkan Lion Air terbang ke arah selatan pada ketinggian 15.900 kaki, menurun 512 kaki/menit, dan kecepatan 524 km/jam.

Salah seorang penumpang Garuda GA 340 Surabaya-Denpasar melihat pesawat yang ditumpanginya 'nyaris tabrakan' (near miss) di langit. Pilot Garuda akhirnya memutuskan kembali ke Bandara Juanda Surabaya. Pesawat lalu melanjutkan terbang ke Bali dan mendarat di Ngurah Rai pukul 15:01 WITA. Sedangkan Lion Air lebih dulu landing di Bandara Ngurah Rai pukul 16:59 WITA.

KEDUA PESAWAT HOLDING Sementara itu Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono menjelaskan, kedua pesawat tersebut tidak nyaris tabrakan. Kedua pesawat holding dalam rangka landing di Bandara Ngurah Rai. Saat itu cuaca buruk dan antrean panjang. Lion di 16.000feet Garuda di 17.000 feet," jelas Wisnu.

Holding Lion di 16.000 feet dan Garuda di 17.00 feet menurut Wisnu terlihat dekat sekali, namun jarak 1.000 feet masih termasuk standar internasional. Lion Air kemudian diturunkan ke 15.000 feet, sedangkan Garuda ke 16.000 feet.

Bila kurang dari 1.000 feet alarm akan bunyi, karena minimum jarak adalah 1.000 feet. Pada kejadian kemarin, selisihnya 700 feet atau sekitar 200 meter. AirNav Indonesia akan melakukan investigasi, apakah Garuda yang cepat turun, atau Lion Air yang lambat turun. (Arry/Yasmin/Mar)