NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Kredit Perbankan Sektor Maritim Rendah

Padahal, banyak peluang bisa dikembangkan

Pelabuhan New Priok Tekan Biaya Logistik

Juli 2016 Siap Dioperasikan

3.500 Kapal Akan Dibagikan Ke Nelayan

Menko Maritim Tinjau Pelabuhan Banyuwangi

Pesawat Intai Asing Tanpa Awak Jatuh di Batam

Dilengkapi 4 Kamera

Inilah Isi Perjanjian Konsesi Kereta Cepat

50 Tahun Aset Dikembalikan ke Negara

10 Kampung Nelayan Ditata

Prioritas Tegal,Bengkuku dan Pontianak

Presiden Jokowi Terimakasih Pada Google

Ikut Perangi Illegal Fishing di Indonesia

Lagi, 31 Kapal Ditenggelamkan

Pelaku Illegal Fishing di Indonesia

KM Marina Karam, 70 Penumpang Hilang

Di Teluk Bone Sulawesi Selatan

SpeedBoat Terbalik, 4 Tewas, 10 Hilang

Di Sungai Kubu Kalimantan Barat

Poll

Subscribe Newsletter

Lagi, 31 Kapal Ditenggelamkan
Pelaku Illegal Fishing di Indonesia

Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA : Pemerintah Indonesia kembali menenggelamkan kapal-kapal yang terbukti mencuri ikan (illegal fishing). Sebanyak 31 kapal diledakkan dan ditenggelamkan oleh Satgas 115 di lima titik berbeda.

Penenggelaman dilakukan secara serentak dikomandoi Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Senin (22/2/2015) tepat pukul 11:00 WIB melalui live streaming dari kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta tepat. Pemusnahan barang bukti kapal ini pertama kali untuk periode 2016 setelah pada tahun kali beberapa kali dilakukan.

Lima titik lokasi yakni penenggelaman kapal yaitu: Batam-Kepulauan Riau sebanyak 10 kapal (7 Malaysia, 3 Vietnam), Bitung-Sulawesi Utara sebanyak 10 kapal (6 Filipina, Pontianak-Kalimantan Barat sebanyak 8 kapal (Vietnam), 4 Indonesia), Tahuna-Sulawesi Utara sebanyak 1 kapal (Filipina) dan Belawan - Sumatera Utara 2 kapal (Malaysia dan Belize).

Ini komitmen pemerintah memberantas kapal-kapal pencuri ikan di Indonesia. Kami akan terus memantau semua titik perairan Indonesia?, tegas Susi. Ia mengucapkan terima kasih kepada TNI Angkatan Laut, Bea Cukai, tim di daerah maupun di pusat yang melakukan eksekusi.

Pemusnahan barang bukti ini sesuai Pasal 76A UU No. 45/2009 tentang Perubahan Atas UU No 31/2004 tentang Perikanan.? Pasal itu menyebutkan, benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atau yang dihasilkan dari tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan, setelah mendapat persetujuan Ketua Pengadilan Negeri, dan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) sebagaimana diatur dalam KUHAP.

Sejak Oktober 2014 sudah 151 kapal pencuri ikan ditenggelamkan di berbagai wilayah. Rinciannya: 14 kapal berbendera Indonesia, 50 kapal Vietnam, 43 kapal Filipina, 21 kapal Thailand, 20 kapal Malaysia, 2 kapal Papua Nugini, 1 kapal Tiongkok. (Arry/Oryza/Mar)