NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Votalitas Logistik Indonesia

Diklaim Tertinggi di ASEAN

Kembangkan Pelabuhan Belawan

Kemenhub Gelontorkan Rp683 Miliar

Seminar STMT Trisakti " Penguatan Transportasi Hadapi AEC"

SDM dan Inovasi kunci memenangkan persaingan

Jalur KA Besitang-Binjai Sumut Diaktifkan Lagi

Peninggalan Belanda Sepanjang 80 Km

Garuda & Lion Air Nyaris Tabrakan

Di Langit Bali

IPC Tetap Stabil dan Menguntungkan

Meningkatkan pelayanan & perpanjangan JICT upaya dukung koneksitas maritim

IPC Kucurkan Rp 2 Triliun

Dukung Car Terminal menjadi yang terbesar & modern di dunia

Obligasi Global IPC Capai US$ 1,6 Milyar

Bukti kemandirian & kesungguhan korporasi kembangkan logistik nasional

IPC Kembangkan Transportasi Laut

Dukung Program Tol Laut Presiden, tekan kemacetan,efisiensi dan lancarkan Logistik

Strategi IPC Menghadapi MEA

Upaya tingkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global

Poll

Subscribe Newsletter

IPC Kucurkan Rp 2 Triliun
Dukung Car Terminal menjadi yang terbesar & modern di dunia

Indonesiamaritimenews.com (IMN): DUNIA bergerak cepat terjadi perubahan dan persaingan. Korporasi yang terus mengantisipasi perubahan melakukan inovasi dan menggalang ide cemerlang awak perusahaan, dan mampu mengadopsi teknologi terkini, akan tampil menjadi" The winning team".

Sebuah korporasi yang ingin tetap eksis dan memenangkan persaingan di era globalisasi membutuhkan perubahan dengan berbagai inovasi agar tetap tumbuh dan berkembang.

Hussey ( 2006 ) meyebutkan perubahan itu terjadi karena adanya beberapa dorongan, diantaranya: adanya perubahan teknologi yang terus meningkat, persaingan yang semakin intensif dan mejadi lebih mengglobal, semakin banyaknya tuntutan pelanggan, dan tuntutan pemilik saham agar korporasi meningkatkan nilai.

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) sebagi induk perusahan IPC Car Terminal atau PT Indonesia Kenderaan Terminal (IKT) mahfum akan hal itu.

IPC sebagai induk perusahaan memotivasi dan mendukung berbagai langkah IKT mencapai obsesi menjadi terminal kenderaan terbesar, terkemuka dan modern di dunia.

Implementasi dukungan IPC dalam upaya pencapaian obsesi IKT, tak tanggung-tanggung, dengan mengucurkan dana cukup besar, "Kami mendapat dana Rp 2 triliun dari IPC, " Jelas Armen Direktur Utama IKT.

Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan lahan dan menjalankan beberapa program IKT yang sudah di canangkan, serta meningkatkan Jasa kepelabuhan di bidang bongkar muat kenderaan, alat berat dan suku cadang, showroom dan VPC. Modal yang dibutuhkkan seluruhnya Rp 4,4 triliuan

IT Terbesar 3 di Dunia
IPC Car Terminal berjalan mengikuti setiap perubahan dan perkembangan teknologi pelabuhan di dunia. Berbagai perkembangan teknology pelabuhan di dunia diamati kemudian diadopsi untuk memodernisasi pelayanan.

Sebagai car terminal yang pertama, terbesar dan terkemuka dan termodern, IKT menggunakan Car Terminal Operating system- informasi berbasis IT.

Keunggulan sistem ini, "Pertama, dengan sistem itu, orang-orang itu bisa mengetahui pergerakan barang. Semua perusahaan otomatif, pemilik barang, pelayaran dan buyers di luar negeri bisa mengetahui bagaimana proses barangnya dan dimana posisi barang dengan mengakses sistem itu. Sekarang kita kirim 500 barang, mereka akan tahu sudah sampai dimana barang itu.Apakah sudah masuk ke kapal atau belum," jelas Armen.

Kedua, sistem itu dapat diakses ke kapal pelayaran, semua perusahaan otomatif, pemilik barang, logistik dan buyers. Sehingga, lanjut Armen, mereka bisa mengetahui termasuk yang di luar negeri sudah sampai dimana proses dan posisi barangmereka. Transaksi pun tak perlu lagi harus kepelabuhan.

Menurut Armen, sistem ini tidak dibangun sendiri, "Pak Lino melarang, takut tak jadi -jadi tetapi langsung dibeli langsung dari Belgia yang selama ini dipakai Jerman. Sekarang kita pakai. Kita beruntung, sistem IT ini terbesar ke 3 di dunia," papar Armen.

Pengelolaan Terminal Kendaraan Priok
Pengelolaan Car Terminal Tanjung Priok dilakukan oleh: Unit Tanjung Priok Car Terminal yang merupakan unit strategis PT. Pelabuhan Indonesia II pada tahap awal 2007-Oktober 2012.

Selanjutnya pengelolaan hanya dilakukan PT. Indonesia Kenderaan Terminal yang merupakan anak perusahaan dari PT.Pelabuhan Indonesia II (Persero).Perusahaan ini berdiri pada tanggal 5 November 2012.

Ketentuan itu berdasarkan Akta Pendirian Perusahaan No.10 Th.2012 yang dibuat oleh Yulianti Irawati,SH.Notaris pengganti dari NM.Dipo Nusantara PUA UPA,S.H.M.Kn Notaris di Jakarta dan beroperasi secara penuh pada tanggal 1 Desember 2012."Kami yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan IKT," tegas Armen.

Pengoperasian Fasilitas & Terintergrasi
IPC Car Terminal mengusahakan terminal seluas 23 Ha untuk 750 ribu slot kendaraan, terdiri dari lapangan penumpukan dan gedung parkir, 3 lines car wash dan 2 lines gate in/out.

IKT memberikan pelayanan seperti: bongkar muat (stevedooring & cargodooring), penumpukan, receiving & delivery, pemerikssaan jelang pengiringiriman, penyediaan alat bantu bongkar muat dan penyediaan sistem Informasi berbasis IT.



IPC Car Terminal menyediakan fasilitas untuk terminal internasional dan domestik.Untuk terminal internasional disediakan lahan seluas 18,6 ha dan dermaga sepanjang 220 kedalaman 12 LWS.

Pada terminal domestik disediakan lahan seluas 4,4 ha dan dermaga sepanjang 304 Kedalaman 12 LWS dan 148 m kedalaman 7 LWS, termasuk di dalamnya dermaga sepanjang 42 m kedalaman LWS untuk LCT.

Terminal Internasional dan domestik sesuai ketentuan dari Bea Cukai terpisah namun terintegrasi. Bila kapal masuk dan bongkar di Internasional tidak perlu lagi barang dikeluarkan dari terminal dan menumpuk barang di luar, " Bisa menambah biaya. Barang itu bisa langsung di muat di terminal domestik.Sehingga kapal bisa langsung berangkat. Jadi ada kepastian dan lebih efisien", ungkap lelaki berlogat Minang ini.

IKT juga menyediakan fasilitas personil dan sistem informasi atau Car Terminal Operating system (CARTOS) yang handal menunjang kelancaran pelayanan di kedua terminal.

Peralatan yang dimiliki car terminal ada dua macam terdiri dari peralatan yang pokok dan penunjang . Peralatan pokok ialah: Tug Master:2 unit, Head Truck: 4 unit, Chasis:4 unit dan Taxi Car: 8 unit.Peralatan penunjang : Shuttle Service:2 unit, Yard Sweeper:3 unit, dan Fire Rescue:1 unit.

Kapal Domestik
Pelaksanaan bongkar muat dilakukan Car Terminal sendiri. IKT adalah perusahaan yang diamanatkan sebagai mengelola terminal menyediakan fasilitas bongkar muat sendiri tanpa disubkan."Sekarang pelayaran lokal sudah banyak kemari,"kata Armen.

Ada berapa-berapa hal yang membuat hal itu terjadi. Menurut Armen, mereka -pelayaran domestik-datang ke Car Terminal, "Karena melihat dermaga IKT yang luas dan aman, lapangan terukur dengan standar internasional. Disini tidak ada orang yang lalu lalang untuk minta dilayani karena memang tidak boleh lagi bisa sembarangan orang masuk ke mari. Disini harus steril."

Performance IPC Car Terminal cukup baik. Perbandingannya sangat signifikan dibandingkan dermaga lainnya. Menurut Armen, bongkar muat di car terminal hanya 4 jam, di terminal lain bisa sampai tiga shif.

Penumpukan kendaraan dilakukan lebih baik. Bila tempat lain hanya bisa menumpuk 500 unit, maka awak car terminal bisa menumpuk kendaraan hingga 700 unit dengan muka mobil mengarah keluar dan tersusun rapi.

Permintaan Pelanggan

Jepang sebagai produsen otomatif adalah pelanggan terbesar, menggunakan IPC Car Terminal.Namun, jelas Armen, mereka meminta dan menggariskan standar tinggi dengan aturan yang ketat agar kendaraan aman dan nyaman.

Misalnya, supir yang memindahkan kendaraan tidak boleh menggunakan baju yang berkancing serta berambut dan dengan kesehatan terukur.

Ada tenaga lead men yang mengatur arus mobil keluar masuk kapal, ada tenaga save thing yang mengumpul penumpukan kenderaan di kapal dan head bos <>/i>yang mengatur dan mengendalikan bongkar muat di kapal." Dia saat bekerja tidak bisa dipengaruhi pihak lain.Direksi pun tidak bisa. Suka-suka dia menyusunnya.Namun, dia tenaga profesional terdidik."Allhamdulillah kami sudah bisa memenuhi ketentuan ini," ungkap Armen.

Ekspor melalui IKT

Saat ini ekspor kenderaan Indonesia 73 % dan Impor 23 %. Indonesia memperoleh kepercayaan dari Jepang untuk memproduksi kenderaan ekspor. Pengiriman melalui IPC Car Terminal seperti gambar di bawah ini.



Pengembangan
Berkaitan langkah IKT menuju terminal kenderaan yang terbesar, terkemuka dan modern di dunia, berbagai langkah perubahan dan pengembangan terus dilakukan .

Pada Tahun ini, IKT sedang memproses pengembangan lahan ex PP untuk terminal domestik dan pembangunan extensi gedung parkir.

Pada tahun 2016 Penambahan lahan terus dilakukan untuk terminal internasional, gedung parkir 6 lantai seluas 9 ha, dan 6 lantai pada gedung parkir existing seluas 1 ha.

Hal yang sama juga dilakukan pada terminal domestik dengan menambah ex PP 1,7 ha dan gedung parkir 5 lantai seluas 6,5 ha sehingga total lahan menjadi 39,1 ha.

Pata tahun 2017 total lahan dipersiapkan menjadi 48,5 ha. Pengembangan lahan meliputi penambahan lahan terminal internasional di lahan ex DKP dan ex Meco 2,4 ha dan perpanjangan dermaga ex DKP sepanjang 290 M sehingga panjang dermaga menjadi 510 M. Panjang dermaga ini diharapkan bisa melayani 2 kapal mother vessel ocean going sekaligus.

Perluasan lahan terus dilakukan. Pada tahun 2018 menjadi 62,5 ha.Perinciannya 4 ha ex DKB dan 3 ha ex Airin yang diperuntukan untuk gedung parkir port Stck seluas 2 ha 5 tingkat. Pembangunan ini setara dengan 1 ha untuk office dan masjid.

IPC Car Terminal berupaya meningkatkan aset dan nilai dengan membuka berbagai peluang usaha.Pada tahun 2019 s/d 2022 korporasi akan mengembangkan segmen usaha baru yaitu Vehicle Processing Center (VPC) sebagai salah satu usaha penunjang.

Pengembangan direncanakan menggunakan lahan ex DKB II seluas 14 ha. Terdiri dari hanggar 2 ha dan lapangan penumpukan 12 ha dan juga menawarkan lahan industrial park seluas 13 ha untuk dijadikan pabrik kenderaan. Pembangunan fisik diperkirakan selesai tahun 2022 sehingga total lahan menjadi 89,5 ha.

Upaya Car Terminal menyediakan fasilitas VPC, untuk memudahkan produsen mobil memasang tape, spanduk, kaca mobil dsb . Kemudian disediakan Showroom mobil sehingga pembeli bisa langsung melihat ke dapur produksi dan memilih mobil yang hendak dibeli.

Untuk memudahkan transaksi, IPC Car Terminal berencana membangun Samsat agar mudah membayar pajak kendaraan dan membuat dokumen kendaraan serta faktur ."Polisi bisa membuat STNK dan BPKB di sini juga. Sistem ini direncanakan on line. Jadi orang daerah ngak perlu lagi ke sini," kata Armen.

Terminal Transhipment
IPC Car Terminal memiliki potensi transhipment dengan pangsa pasar cargo dari India dan Jepang untuk tujuan Australia dan Selandia Baru.

Sebaliknya, cargo dari India bisa diangkut seperti Tata, Suzuki dan Mahindra. Termasuk kargo dari Jepang mempunyai pasar besar di Australia dan Selandia Baru.

Sehingga IKT menjadi sangat menarik, bisa menjadi relay transhipment antara India dan Jepang menuju Australia dan Selandia Baru atau sebaliknya.

Selain itu, Shipping line dari Jepang menuju Australia dapat berhenti di Jakarta dan kembali ke Jepang tak perlu ke Australia namun cargonya dapat diangkut oleh kapal dari India yang menuju Australia sehingga dapat menghemat biaya operasi kapal.

IKT juga memiliki potensi hub and spoke transhipment melalui pangsa pasar Timur Tengah di Arab Saudi, Oman, Bahrain, Yaman, Uni Emirat Arab dan Iraq.

Harapan itu bisa direalisasikan bersama mitra usaha.Salah satunya dengan cara industri otomatif di Indonesia meningkatkan volume ekspor. Sehingga Indonesia menjadi negara mayoritas dalam pengapalan kargo khusus merk Toyota, Dhaitsu dan Suzuki tujuan Timur Tengah dengan kapal Mother Vessel.

Sementara, kargo dengan volume minor dari Thailand, Australia, Taiwan atau Jepang dapat di konsolidasi di Indonesia menggunakan kapal feeder di terminal transhipmen IKT.

Pendulum Car Terminal
Sisi lain, misi IPC Car Terminal adalah berperan aktif mengembangkan sektor maritim nasional program pemerintah . Implementasinya konsentrasi membangun fasiitas terminal kenderaan sesuai standar internasional dan mengembangkan jalur atau koridor bagi kapal RoRo domestik.

Car terminal berperan sebagai back up koridor tol laut atau pendulun nusantara terhadap cargo yang tidak bisa diayani kapal kontainer.

Langkah lain yang dilakukan Car Terminal adalah efisiensi angkutan laut. Upaya yang dilakukan dengan membangun fasilitas kenderaan pada 2 main sea -coridor. Yaitu: Indonesia East-West Pendulum dan Indonesia North-south Pendulum dengan kapasitas mampu melayani kapal dengan kapasisitas 1.200 unit CEU.

Terdiri dari pelabuhan Belawan, Palembang, Jakarta, Surabya dan Makasar dan Teluk Bayur Jakarta, Banjarmasin dan Balikpapan.Sehingga perbedaan jual harga kenderaan Jakarta dan daerah bisa ditekan 50 %.

IPC Car Terminal berjalan dengan dua sisi idealisme dan pragmatis. Sisi idealisme, korporasi diharapkan dapat melancarkan program tol laut pemerintah sesuai bidangnya yang fokus pada bisnis terminal kenderaan dan bisnis terkait.

Sisi Pragmatis, korporasi berjalan dengan profit oriented. Sebagai sebuah korporasi dengan segala kemampuan dituntut dapat memenangkan persaingan bisnis teminal kendaraan di tataran global.

Antisipasi, itulah salah tu yang dilakukan IPC Car Terminal , terhadap segala perubahan dan perkembangan pelabuhan global, khususnya terminal kendaraan. IKT menunjukkan bukti bukan janji, melangkah gemilang, mampu mensejajarkan korporasi dengan pelabuhan besar,"Saat ini kami urutan 5 terbesar dunia," ungkap Armen.

Pencapaian itu belum berhenti, IKT terus berkiprah menggapai obsesi menuju terminal kendaraan terbesar, terkemuka dan modern yang diminati pelayaran dunia. (M.Arifin Mukendar)