NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Votalitas Logistik Indonesia

Diklaim Tertinggi di ASEAN

Kembangkan Pelabuhan Belawan

Kemenhub Gelontorkan Rp683 Miliar

Seminar STMT Trisakti " Penguatan Transportasi Hadapi AEC"

SDM dan Inovasi kunci memenangkan persaingan

Jalur KA Besitang-Binjai Sumut Diaktifkan Lagi

Peninggalan Belanda Sepanjang 80 Km

Garuda & Lion Air Nyaris Tabrakan

Di Langit Bali

IPC Tetap Stabil dan Menguntungkan

Meningkatkan pelayanan & perpanjangan JICT upaya dukung koneksitas maritim

IPC Kucurkan Rp 2 Triliun

Dukung Car Terminal menjadi yang terbesar & modern di dunia

Obligasi Global IPC Capai US$ 1,6 Milyar

Bukti kemandirian & kesungguhan korporasi kembangkan logistik nasional

IPC Kembangkan Transportasi Laut

Dukung Program Tol Laut Presiden, tekan kemacetan,efisiensi dan lancarkan Logistik

Strategi IPC Menghadapi MEA

Upaya tingkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global

Poll

Subscribe Newsletter

Strategi IPC Menghadapi MEA
Upaya tingkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global

Indonesiamaritimenews.com (IMN): Asean Free Trade Area (AFTA) 2015 dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tinggal menghitung hari. Kisi peluang dan hambatan akan dihadapi Indonesia menjelang era itu ditetapkan. Perdagangan di kawasan ini menjadi tantangan serius bagi perusahaan dalam negeri agar bisa kompetitif. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero ) atau Indonesia Port Corporation (IPC) sebagai perusahaan operator pelabuhan terbesar di Indonesia berada dalam mata rantai supply chain logistik, berperan menekan ongkos logistik.

Pada saatnya, persaingan produk regional tak bisa dihindarkan. Apalagi pemimpin ASEAN telah sepakat untuk mentransformasi wilayah ini menjadi area bebas aliran barang, jasa, investasi, permodalan, dan tenaga kerja.

MEA melahirkan perekonomian yang mengglobal di antara negara anggotanya untuk meningkatkan daya saing ekonomi regional.

AFTA berdasarkan kesepakatan di antara negara-negara anggotanya membentuk kawasan bebas perdagangan. Bertujuan untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan bisnis kawasan ini di kancah dunia. Sehingga bisa menjadi basis produksi menghadapi Cina dan India.

Tarif akan diturunkan hingga menjadi 0-5%, kemudian penghapusan pembatasan kuantitatif dan hambatan. Implementasinya melalui skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area (CEPT-AFTA).

Perjuangan negara anggota untuk membuat produk dalam negeri masing-masing menjadi kompetitif menjadi kalkulasi utama- termasuk Indonesia. Selain faktor pabrik rantai logistik adalah bagian yang menentukan nilai barang.

PELABUHAN
Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola IPC adalah bagian dari supply chain management tersebut.Pelabuhan terbesar melayani ekspor -impor di Indonesia ini turut berperan mentukan nilai dari hasil sebuah produk.Itu Artinya, peran pelabuhan sangat dibutuhkan menghadapi dan memenangkan produk dalam negeri dipersaingan regional dan global.

Menurut UU No.21 Tahun 1992, pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan pantai di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik-turun penumpang, dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan, serta sebagai tempat pemindahan intra dan antar moda transportasi.

Laode M Kamaluddin menambahkan peranan pelabuhan sebagai stabilitator harga, penghubung antara darat dan laut dan sebagai tempat percepatan pertumbuhan industri dan perdagangan.

Kajian lain menyebutkan lebih dari 90 % volume barang ekspor-impor dan sekitar 88% pergerakan barang antar pulau diangkut melalui laut/pelabuhan (Prayitno,2000).

Dapat diartikan, pelabuhan sebagai tempat bongkar muat barang, pemindahan intra dan antar transportasi, stabilitator harga, dan tempat percepatan pertumbuhan industri dan perdagangan wilayah atau negara yang bersangkutan.

ANGKUTAN LAUT
Dirut IPC R.J. Lino menginginkan khusus untuk Pulau Jawa yang menjadi pusat konsentrasi industri perdagangan dan konsumsi agar digalakkan pola angkutan barang melalui laut.

Alasannya, "Saat ini, 90% dari barang yang didistribusikan antarkota di Pulau Jawa diangkut melalui darat yang highly subsidized dan hanya 9% saja yang melalui laut," ungkap Lino.

Berdasarkan studi dari McKinsey Global Institute. sebuah lembaga riset internasional yang menyebutkan. "Apabila kita dapat mengalihkan 50% saja pola distribusi barang Intra Pulau Jawa dan Jawa-Sumatera dari angkutan darat ke angkutan laut maka akan ada penghematan biaya logistik sekitar Rp 300 triliun yang artinya sama dengan membantu menurunkan biaya logistik sebesar 3.69% dari GDP," jelas Lino mengutip hasil riset lembaga tersebut

Perlu digaris bawahi, "Bahwa 44% dari total biaya di Indonesia disumbang oleh Inventory Carrying Cost ini akibat dari rendahnya keterandalan bagi pemasok barang dan disparitas yang lebar dari waktu tunggu,"papar Lino.

Hal ini ini menunjukan peran pelabuhan dan transportasi laut begitu penting dalam mendorong produk dalam negeri sehingga bisa berkompetisi di kawasan AFTA.

Rasio biaya logistik terhadap nilai tambah barang yang diproduksi di Indonesia relatif lebih tinggi dibanding degan negara pesaing sehingga diperlukan pendekatan yang komprehensif untuk mengurangi biaya logistik.

Biaya logistik Indonesia memakan porsi 24,6 %, kata Dirut PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) R.J. Lino, dari Produk Domestik Brutol GDP .Dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya biaya logistik di Indonesia adalah yang tertinggi.Porsi terbesar dari komponen biaya logistik yang tinggi menyebabkan stock inventory yang mahal dan tinggi .

Pelabuhan adalah bagian dari rantai logistik. Lino berpendapat pelabuhan dapat menekan biaya logistik dengan meningkatkan produktivitas.

LANGKAH IPC
Pendekatan supply chain management yang terintegrasi efisien dan efektif dapat meningkatkan daya saing nasional.

IPC sebagai pengelola pelabuhan terbesar di Indonesia berada dalam mata rantai itu. Prusahaan plat merah ini bergegas melakukan antisipasi. Apa saja langkah IPC menghadapi MEA?

"IPC, berkaitan pasar bebas ASEAN, akan meningkat perdagangan antar Negara. Berbicara perdagangan antara negara berarti menumbuhkan volume barang .Kita harus menangani dengan baik. IPC sudah menyiapkan inprastruktur sesuai kapasistasnya," jelas Saptono R Irianto Direktur Komersial dan pengembangan Usaha IPC tentang langkah perusahaannya menghadapi AFTA.

Sesuai kapasitasnya, lajut Saptono, pelabuhan menyiapkan dan meningkatkan kinerja serta produktivitas . IPC juga menyiapkan SDM agar mampu menangani volume barang yang datang baik ekspor maupun impor dengan cepat. Korporasi mempersiapkan beberapa anak perusahaan agar fokus di bidang logistik dan meningkatkannya pada indeks logistik yang panjang agar biaya lebih murah dari sebelumnya . "Sehingga bisa mendorong ekonomi kita."

Tinggi rendahnya biaya logistik dilihat dari proses bisnisnya dor to dor. Biaya logistik tidak hanya di pelabuhan tetapi di darat , di pabrik atau pada pemilik barang itu sendiri. Seandainya barang bisa diangkut melalui laut barang tersebut akan lebih murah.

Jadi perlu komitmen semua pihak dalam menghadapi MEA termasuk stake holder. Kalau stake holder ikut, tambah Saptono, kepastian barang, angkutan di laut dan di pabrik semua bisa diefesienkan semaksimal mungkin. Masyarakat bisa menumbuhkan ekonomi di berbagai lokasi masing-masing.

KAPASITAS
Pelabuhan Tanjaung Priok ditingkatkan kapasitasnya di samping membangun NewPriok. "Kapasitas ditingkatkan dengan cara meningkatkan produktivitas, yang kita butuhkan soft and hard structure,"ungkap |Saptono. Kapasitas ditingkatkan jika fasilitas mumpuni. Mumpuni Bila pelabuhan punya draft dalam maka pelabuhan bisa menangani kargo yang ukuran besar karena teknologi kapal sekarang menggunakan teknologi besar. IPC harus melihat pelabuhan 20-30 kedepan disesuaikan dengan teknologi kapal dan pelabuhan.

"Terminal kali baru dibangun dalam rangka meningkat kapasitas. Kita bisa meningkat kapasitas melalui existing. Kemudian buat terminal baru.Thorughtput ,volume barang sudah dihitung 30 tahun ke depan. Sebelum barang datang kita sudah siapkan fasilitas. Jangan sampai barang datang fasilitas belum siap. Makanya IPC menyiapkan kapasitas Priok yang kita sebut NewPriok," jelas Saptono.

Luas NewPriok 500 ha. Terbagai dalam dua tahap. Tahap 1 seselai tahun 2017 ada tiga sesi. Terminal kontainer pertama diharapkan selesai 2015, kapasitas 1,5 juta TEUs dengan fasilitas kedalaman 16 M. Kedalam dermaga didesain 20 M .Kapal besar di atas 5000 TEUs bisa ditangani di dermaga itu. Apa bila barang diangkut kapal besar maka cost akan lebih murah.

Pada intinya, ulas Saptono, pelabuhan seluruh Indonesia harus mumpuni sama kapasitasnya di Barat , Tengah dan Timur. Berkaitan hal itu, untuk wilayah Timur, IPC melontarkan akan memangun pelabuhan di Sorong untuk dijadikan hub port. Sehigga Indonesia punya perdagangan Utara-Selatan, Jepang, Selandira Baru dan Australia.

Sorong bisa menumbuhkan ekonomi wilayah Timur . Barang dari Timur ke Barat punya volume ruang di kapal fraight sama yang tadinya tak ada volume ke Barat. Kargo menjadi ada dan lebih murah perunitnya . "Ini membuktikan ongkos logistik di Indonesia bisa ditekan dan lebih efisien. Dengan adanya pemerataan dipelabuhan lain," kata Saptono menggaris bawahi.

Selain pelabuhan Tanjung Priok IPC mempunyai 12 cabang pelabuhan yang tersebar di berbagai daerah. Di antaranya: cabang Palembang, Padang, Jambi , Pontianak dan Lampung , Bengkulu, Cirebon dll. Kapasitas dan Produktivitas ditingkatkan, tambah Saptono, yang tidak ada alat bongkar muat diadakan mekaniknya.Sehingga percepatan produksi bisa ditingkatkan .

Pelabuhan yang lainnya pun demikian agar level of service (LOS) semua sama. Pada saat LOS Pelabuhan I s/d IV sama maka bongkar muat bisa ditentukan berapa lama di pelabuhan.JIka LOS sama, lama barang di pelabuhan dan di perairan serta gerakan barang bisa dihitung berapa besar biayanya.

MINDSET
IPC menerapkan sistem komputer untuk memudahkan pelayanan. Pengguna jasa tak perlu datang ke pelabuhan semua bisa dengan on line. Salah satunya dengan ESD. Transforsmasi dilakukan agar SDM bertangung jawab dan lebih bersemangat bekerja untuk Negara. Mindset SDM Pelindo diperkuat dengan adanya berbagai macam program pendidikann antara lain , traning dan sekolah.IPC merekrutmen generasi muda Indonesia dengan seleksi terbaik menjadi karyawan. Di antaranya disekolahkan sampai sampai master dan bahkan ada yang sampai pada program doctor melalui program beasiswa.

Di lapangan , kata Saprono, IPC mendidik trainer agar mereka mampu dan serius menangani kerjanya. Mindset dan pengalaman di sekolah dan saat dipekerjakan akan mampu memilih apa yang mereka lakukan demi kariernya dan untuk perusahaan dan Negara. "Kita pompa semangat karyawan untuk dapat bersaing di globalisasi."

Saptono berpendapat, bersaing dengan pelabuhan luar negeri adalah sebuah keharusan .IPC memompa semua karyawan menuju ke arah itu. Semua sistem yang digunakan korporasi menuju ke arah persaingan global, khususnya di terminal kontainer internasional KOJA , JICT dan Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan lainnya pun di setting ke sana.

Untuk meningkatkan produktivitas, IPC mengharapkan stakeholder dipelabuhan melakukan aktivitas sama 24 jam selama 7 hari. Bila jam kerja tidak sama barang menjadi stag, hal ini bisa menjadi variabel biaya tinggi.

Upaya IPC meningkatkan kapasitas dengan level of service agar produktivitas tinggi sehingga ada keseimbangan pelabuhan di belahan Barat dan Timur Indonesia. Keseimbangan volume kargo dapat menekan biaya logistik.

IPC patut diberikan apresiasi, melakukan berbagai langkah dalam upaya menangani lonjakan kargo dan sebagai penyeimbang, biaya logistik menjadi efisiensi dan lebih murah, sehinggga dapat membuat barang produk Indonesia kompetitif di pasar AFTA. Berujung pada pertumbuhan ekonomi negara sehingga kita tidak hanya menjadi penonton saat MEA diberlakukan dan tak dilindas negara lain. (M.Arifin Mukendar/Dari berbagai sumber) . . (-)