NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Jokowi Tawarkan Pelabuhan Patimban ke Jepang

Berikut Proyek KA Jakarta-Surabaya

PT AP II Kembangkan Bandara Silangit

Dukung Konektivitas Kawasan Pariwisata

Diluncurkan Mei 2016

Satelit A3 Pantau Pertanian & Maritim

Agus Raharjo Pimpin KPK

Busyro dan Johan Budi Tersisih

Akhirnya, Dirjen Hubla Bobby Mamahit Tersangka

Dugaan Korupsi Pembangunan BPI2IP

IPC WAY

Wadah karyawan berinovasi mengembangkan diri dan perusahaan

Giliran Denny Indrayana Jadi Tersangka

?Bismillah, Haram Menyerah?

Menanti UU Perlindungan Nelayan

DPR & KKP Diminta Mengesahkan

Pungutan Bea cukai Menurun

Dipengaruhi kebijakan impor,Mineral dan harga CPO

Tahun Depan Tol Laut Dimulai

Jonan: Kita negara kepulauan terbesar

Poll

Subscribe Newsletter

Pungutan Bea cukai Menurun
Dipengaruhi kebijakan impor,Mineral dan harga CPO

Indonesiamaritimenews.com, JAKARTA: Pungutan Bea Cukai menurun, target hingga akhir 2014 diperkirakan hanya mencapai 92,8 persen dari target Rp 173,7 triliun.Penyebab utama, anjloknya harga komoditas crude palm oil (CPO) dan pelarangan eksportasi mineral dan kebijakan impor

Hingga November penerimaan bea dan cukai baru mencapai Rp 141,5 triliun. Capaian tersebut terdiri dari pungutan cukai sebesar Rp 101,48 triliun, bea masuk Rp 29,28 triliun, dan pungutan bea keluar sebesar Rp 10,72 triliun.

Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono mengatakan tidak tercapainya penerimaan negara kepabaean dan cukai lebih dikarenakan menurunnya sisi bea keluar (BK) yang diproyeksikan hanya mampu mencapai 57% dari APBNP 2014 Rp20,6 triliun.

"Selama ini 100%, tapi baru kali ini kering. Sejak 2007, kita selalu tercapai. Baru kali ini kita shortfall," ungkapnya.

CPO&Mineral

Menurunnya harga crude palm oil (CPO) membuat pemerintah memastikan penerimaan bea dan cukai hingga akhir tahun hanya 92% dari target APBNP 2014 Rp173,73 triliun atau sekitar Rp159,83 triliun

Penurunan pendapatan Bea Cukai menurut Direktur Penerimaan dan Peraturan Bea dan Cukai Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Susiwijono Moegiarso ,"Karena harga komoditas jatuh dan kemudian mineral eksportasi dilarang," jelasnya di Jakarta, Selasa (23/12).

Ia juga mengungkapkan realisasi bea masuk juga cukup rendah karena beberapa kebijakan dalam upaya kinerja menekan impor. Nilai impor tercatat menurun sebesar 4,05 persen .

Pemerintah memastikan penerimaan bea dan cukai hingga akhir tahun hanya 92% dari target atau sekitar Rp159,83 triliun dari target yang ditentukan.Capaian tersebut akan mempengaruhi target penerimaan negara dari sektor perpajakan

APBN-P 2014 menargetkan penerimaan melalui bea masuk ditargetkan sebesar Rp 35,7 triliun dan bea keluar Rp 20,6 triliun. Sementara itu penerimaan pungutan cukai ditargetkan Rp 117,5 triliun.

Susiwijono memproyeksikan hingga akhir tahun setoran dari pungutan cukai masih akan mencapai target. Hingga akhir tahun pungutan cukai diperkirakan bisa mencapai Rp 118,1 triliun atau 100,6 persen. Sementara itu penerimaan dari sisi kepabeanan diperkirakan tidak akan mencapai target.
(Arry/Oryza/Mar)