NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Jokowi Tawarkan Pelabuhan Patimban ke Jepang

Berikut Proyek KA Jakarta-Surabaya

PT AP II Kembangkan Bandara Silangit

Dukung Konektivitas Kawasan Pariwisata

Diluncurkan Mei 2016

Satelit A3 Pantau Pertanian & Maritim

Agus Raharjo Pimpin KPK

Busyro dan Johan Budi Tersisih

Akhirnya, Dirjen Hubla Bobby Mamahit Tersangka

Dugaan Korupsi Pembangunan BPI2IP

IPC WAY

Wadah karyawan berinovasi mengembangkan diri dan perusahaan

Giliran Denny Indrayana Jadi Tersangka

?Bismillah, Haram Menyerah?

Menanti UU Perlindungan Nelayan

DPR & KKP Diminta Mengesahkan

Pungutan Bea cukai Menurun

Dipengaruhi kebijakan impor,Mineral dan harga CPO

Tahun Depan Tol Laut Dimulai

Jonan: Kita negara kepulauan terbesar

Poll

Subscribe Newsletter

Tahun Depan Tol Laut Dimulai
Jonan: Kita negara kepulauan terbesar

Indonesiamaritimenews.com,JAKARTA: Tahun 2015, pemerintah akan merintis program tol laut dengam memulai membernahi sistem pelayaran kapal barang. Hal ini dikemukakan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan di Semarang, Kamis (4/12/2014).

Di Semarang, mantan Dirut PT KAI ini meninjau Pelabuhan Tanjung Emas. Ia juga memantau Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) dan naik ke menara mercusuar. Menurut Jonan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. ?Penggunaan transportasi berbasis perairan juga harus tinggi. Kalau nggak, dihubungkan pakai apa,? kata mantan Dirut PT KAI ini.

Dijelaskan Jonan, pelayaran hampir seluruh kapal di Indonesia terjadwal. Hal ini berbeda dengan pelayaran kapal barang yang tidak terjadwal, kecuali di Indonesia wilayah barat. ?Namun di Timur banyak yang tidak ada, terutama di daerah-daerah kecil," tambahnya.

Mulai tahun depan pemerintah akan mendorong pembangunan freightliner, atau kapal angkutan barang terjadwal sehingga tingkat kepastiannya lebih tinggi. Implikasinya, harga barang di wilayah Timur Indonesia tidak setinggi saat ini. Harga barang gila-gilaan karena tidak ada kepastian jadwal pelayaran.

Menurut Jonan, pembangunan 24 pelabuhan baik yang baru maupun pengembangan pelabuhan yang ada, juga diprioritaskan. (Oryza)