NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Dwelling Time Menurun

Kok Biaya Logistik Tetap Tinggi

Dwelling Time Menurun

Kok Biaya Logistik Tetap Tinggi

Sekjen DPP INSA Lolok Sudjatmiko:

'Lancarkan Tol Laut, Pelindo jalankan no service no pay

Proyek Pelabuhan Patimban Telan Anggaran Rp43 Triliun

Dikerjakan Selama 10 Tahun

Tonny Budiono Jabat Dirjen Hubla

Menteri Jonan Lantik 3 Pejabat

4 ABK Indonesia Akhirnya Dibebaskan

Ditawan Kelompok Bersenjata di Filipina

Elvyn G. Masassya Bos Baru PT Pelindo II

Mantan Dirut BPJS Ketenagakerjaan

MenjawabTuduhan Ahok

Nelayan Asli Bawa Jaring dan Ikan Teluk Jakarta ke Balaikota DKI

Wika, Gadis Penjelajah Langit Tewas Terjun Payung

Insiden Jogja Air Show 2016

Harmony Of The Seas Kapal Pesiar Raksasa

Dilayani 2.000 ABK

Poll

Subscribe Newsletter

Dwelling Time Menurun
Kok Biaya Logistik Tetap Tinggi

Indonesiamaritimenews.com(IMN)-JAKARTA:Presiden Joko Widodo sempat meminta dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok ditekan yang dulu sempat mencapai 6 hari sekarang 3 hari.

Data dari Kementerian Perhubungan, Pelabuhan Tanjung Priok memiliki waktu (dwelling time) 3,33 hari, sedangkan Pelabuhan Belawan 3,46 hari, dan Pelabuhan Tanjung Emas/Tanjung Perak selama 3,73 hari.

Dengan asumsi bila dweling time turun maka biaya logistik menurun. Ternyata hal itu belum sesui dengan yang diharapkan sehingga menjadi pertanyaan komponen apa yang mempengaruhinya?

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah telah melakukan simulasi(dwelling time) terhadap dampak penurunan waktu bongkar muat hingga keluar pelabuhan.

Menurut dia, penurunan angka dwelling time belum mampu menekan biaya logistik.

"Dari yang kita temukan," jelas Budi, "Bahwasanya dwelling time tidak berbanding lurus dengan biaya logistik."

Hal itu dusampaikan Menhub,dalam diskusi Dwelling Time: Meningkatkan atau Menurunkan Biaya Logistik, di Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Diskusi ini dihadiri oleh asosiasi pengusaha antara lain Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia dan Gabungan Importir Nasional Indonesia (Ginsi).

KOMPONEN LAIN
Lebih lanjut Budi menjelaskan, belum berdampaknya penurunan dwelling time terhadap biaya logistik karena ada komponen lain yang ikut berkontribusi.

Dia menjelaskan, komponen lain yang mempengaruhi biaya logistik tersebut. Contohnya biaya terminal dan non-terminal.?

Komponen diterminal, lanjutnya, disebabkan pemilik menahan barang keluar pelabuhan. Semakin lama menahan barang maka biaya yang dikeluarkan semakin besar.

Artinya,semakin lama peti kemas menggunakan lapangan terminal semakin besar biayanya.

Berkaitan hal itu,Budi mengajak para pengusaha bersama untuk mencari solusi menurunkan biaya logistik. (Arry/0ryza/Mar)