NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

DuaKontaener Minuman Keras Disita Bea Cukai

Di Pelabuhan Tanjung Priok

Solar Turun Rp200, Pertamax Rp250

Avtur internasional turun 5,33 %

Medan Plaza Center Terbakar

Ludes jadi abu

Medan Plaza Center Terbakar

Ludes abu

Hawa Panas Di India

1.100 Orang Tewas

Pemerintah Sebut Ada Upaya Makar

Kasus Beredarnya Beras Plastik

Kapal Pembawa Narkoba Diledakkan BNN

Disewa Mengangkut 862 Kg Shabu

Istri Dubes RI Tewas di Pakistan

Kecelakaan Helikopter

Diduga Menipu, 33 WN Tiongkok Ditangkap

Rumah Digerebek, 1 Tewas Melompat

2 Kapal Asing ditangkap TNI AL

Curi kan di laut Indonesia

Poll

Subscribe Newsletter

Pemerintah Sebut Ada Upaya Makar
Kasus Beredarnya Beras Plastik

Indonesiamaritimenews.com(IMN),JAKARTA: Pemerintah mencurigai ada upaya sabotase dan makar terkait temuan beras plastik yang beredar di masyarakat. Motifnya, ingin mengacaukan politik di Indonesia.

Pernyataan ini dilontarkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. "Saya menilai peredaran beras plastik tidak semata mencari keuntungan saja, tapi sudah ada motif politik, ada usaha makar terhadap negara dan sabotase kepada pemerintah," kata Tjahjo, Sabtu (23/5/2015).

Politisi PDIP ini menegaskan, Menteri Perdagangan dan Bulog sejak jauh hari menegaskan tidak akan melakukan impor beras. "Berarti ada penyelundupan masuknya beras ke Indonesia," ucapnya.

Menurut Tjahyo, pemerintah menyerahkan kasus ini kepada Polri dan BIN untuk menyelidiki. "Sudah saatnya tata kelola beras nasional dan tata kelola impor di tata ulang dan adanya pembersihan terkait oknum-oknum yang bermain masalah pangan yang berakibat kepada sengsaranya petani dan masyarakat luas yang mengkonsumsi beras," tegasnya.

Mendagri mengaku sudah memberi instruksi kepada seluruh kepala daerah agar waspada dan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

Pernyataan keras Mendagri ini dilontarkan terkait temuan beras sintesis di Bekasi dan Bogor. Seperti diketahui, warga di Bekasi dan Bogor sempat menanak beras plastik tersebut. Beras palsu tersebut diduga berasal dari Tiongkok.

Kasus tersebut sedang ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri dan sampel beras diteliti oleh Laboratorium Polri, Sucofindo dan BPOM. Sedangkan warga Bekasi pembeli beras palsu, Dewi, pedagang nasi, didamping pengacara dari LBH Jakarta sudah dimintai keterangan di Polresta Bekasi. (Mardi/Oryza/war)