NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Sekjen DPP INSA Lolok Sudjatmiko:

'Lancarkan Tol Laut, Pelindo jalankan no service no pay

Proyek Pelabuhan Patimban Telan Anggaran Rp43 Triliun

Dikerjakan Selama 10 Tahun

Tonny Budiono Jabat Dirjen Hubla

Menteri Jonan Lantik 3 Pejabat

4 ABK Indonesia Akhirnya Dibebaskan

Ditawan Kelompok Bersenjata di Filipina

Elvyn G. Masassya Bos Baru PT Pelindo II

Mantan Dirut BPJS Ketenagakerjaan

MenjawabTuduhan Ahok

Nelayan Asli Bawa Jaring dan Ikan Teluk Jakarta ke Balaikota DKI

Wika, Gadis Penjelajah Langit Tewas Terjun Payung

Insiden Jogja Air Show 2016

Harmony Of The Seas Kapal Pesiar Raksasa

Dilayani 2.000 ABK

Harris J, Remaja Muslim

Dijuluki Justin Beiber

Atraksi Kapal Perang Pukau Ribuan Warga

HUT ke-70 TNI di Cilegon

Poll

Subscribe Newsletter

4 ABK Indonesia Akhirnya Dibebaskan
Ditawan Kelompok Bersenjata di Filipina

Indonesiamaritimenews.com(IMN): Kelompok bersenjata di Filipina akhirnya membebaskan 4 ABK Indonesia yang disandera. Presiden Joko Widodo mengucapkan terimakasih kepada otoritas Filipina atas kerjasamanya.

Presiden Jokowi mengumumkan hal tersebut di Istana Merdeka, Rabu (11/5/2016)."Alhamdulillah puji syukur pada Allah,akhirnya 4 WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata sudah dapat dibebaskan,"kata Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Keempat WNI tersebut sudah berada di tangan otoritas Filipina dan akan segera diserahterimakan pada Pemerintah Indonesia. "Saya bersyukur bahwa inisiatif Indonesia dalam menyelenggarakan pertemuan triliateral di Jogjakarta pada 5 Mei 2016 lalu membuahkan hasil. Operasi ini adalah salah satu hasil implementasi semangat pertemuan tersebut," katanya.

Sebelumnya, kelompok bersenjata di Filipina juga membebaskan 10 Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang disandera mereka. Pembebasan 10 WNI tersebut tak lepas dari peran serta Mayjen (purn) Kivlan Zein yang melakukan negosiasi dengan Nur Misuari, pendiri MNLF (Moro National Liberation Front) yang punya pengaruh kuat di Provinsi Sulu, bekas Kesultanan Sulu, Filipina.

Seperti diketahui, pasca penculikan dan penyanderaan 10 WNI, kelompok bersenjata di Filipina kembali membajak dua kapal berbendera Indonesia, yakni Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi di perairan perbatasan Malaysia-Filipina pada 15 April 2016. Dari 10 anak buah kapal (ABK) yang diserang, 4 di antaranya diculik dan disandera. Enam lainnya berhasil lolos diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia, 1 di antaranya tertembak. Kapal tersebut dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina menuju Tarakan.

Keempat Korban yang Diculik dan Disandera: 1. Moch Ariyanto Misnan 2. Lorens MPS 3. Dede Irfan Hilmi 4. Samsir

Setelah dibebaskan, mereka akan diserahkan kepada pemerintah Indonesia. (Arry/Oryza/Mar)