NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

DuaKontaener Minuman Keras Disita Bea Cukai

Di Pelabuhan Tanjung Priok

Solar Turun Rp200, Pertamax Rp250

Avtur internasional turun 5,33 %

Medan Plaza Center Terbakar

Ludes jadi abu

Medan Plaza Center Terbakar

Ludes abu

Hawa Panas Di India

1.100 Orang Tewas

Pemerintah Sebut Ada Upaya Makar

Kasus Beredarnya Beras Plastik

Kapal Pembawa Narkoba Diledakkan BNN

Disewa Mengangkut 862 Kg Shabu

Istri Dubes RI Tewas di Pakistan

Kecelakaan Helikopter

Diduga Menipu, 33 WN Tiongkok Ditangkap

Rumah Digerebek, 1 Tewas Melompat

2 Kapal Asing ditangkap TNI AL

Curi kan di laut Indonesia

Poll

Subscribe Newsletter

Kapal Pembawa Narkoba Diledakkan BNN
Disewa Mengangkut 862 Kg Shabu

Kapal Pembawa Narkoba Diledakkan BNN Disewa Mengangkut 862 Kg Shabu Indonesiamaritimenews,com (IMN),JAKARTA: Kapal nelayan yang disewa mafia narkoba untuk menyelundupkan 862 Kg shabu, diledakkan aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) di kawasan Pantai Dadap, Tangerang, Selasa (10/3/2015) siang.

Pemusnahan kapal kurir narkoba ini baru pertama kali dilakukan sepanjang sejarah pengungkapan kasus narkotika. Kapal milik nelayan tersebut disewa Wong Chi Ping, gembong narkoba jaringan Hongkong, untuk mengangkut shabu senilai sekitar Rp1,7 triliun.

Proses peledakan barang bukti kapal dipimpin Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Dedy Fauzi, di di Dermaga Pantai Dadap, Kosambi, Tangerang. Wilayah Pantai Dadap dipilih sebagai tempat peledakan kapal sesuai tempat kejadian perkara (TKP) penangkapan.

Menurut Dedy, pemusnahan kapal bertujuan memberi efek jera kepada nelayan yang menyewakan kapal kepada jaringan narkotika.

"Kami tidak akan segan-segan menindak mereka yang terlibat penyelundupan narkoba," tegas Dedy. Tindakan tegas dilakukan supaya nelayan berfikir ulang menyewakan kapalnya kepada jaringan narkotika meskipun harga sewanya tinggi.

NELAYAN DIPERALAT
Penyelundupan shabu 862 Kg asal Hongkong yang dibawa lewat laut dibongkar BNN pada Januari 2015 di Dermaga di Pantai Dadap. Barang laknat itu diserahkan bandar di tengah laut dan dipindahkan ke kapal nelayan. Shabu dibawa ke darat melalui rute Kepulauan Seribu dan berlabuh di Dermaga Dadap.

Mafia internasional memperalat nelayan untuk menjadi kurir pembawa shabu. "Nelayan diiming-imingi uang banyak dan dijanjikan jadi nahkoda di kapal besar," kata Dedy.

Selanjutnya BNN menggerebek rumah yang disewa jaringan tersebut di Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat. Dalam kasus ini aparat menangkap 9 orang, 4 di antaranya WNI. Lima orang lainnya masih diburu. Bila shabu 862 Kg tersebut sempat beredar di masyarakat, menurut Dedy ada 4 juta sampai 6 juta jiwa yang akan teracuni.

Atas pengungkapan kasus narkotika terbesar di Asean itu, Kepolisian Narkotika Hongkong atau Narcotic Berau of Hongkong Police memberi penghargaan kepada BNN. Kepolisian setempat menilai Wong Chi Ping merupakan gembong besar sehingga penangkapan ini bisa memutus jaringan internasional. Indonesiamaritimenews,com (IMN),JAKARTA: Kapal nelayan yang disewa mafia narkoba untuk menyelundupkan 862 Kg shabu, diledakkan aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) di kawasan Pantai Dadap, Tangerang, Selasa (10/3/2015) siang.

Pemusnahan kapal kurir narkoba ini baru pertama kali dilakukan sepanjang sejarah pengungkapan kasus narkotika. Kapal milik nelayan tersebut disewa Wong Chi Ping, gembong narkoba jaringan Hongkong, untuk mengangkut shabu senilai sekitar Rp1,7 triliun.

Proses peledakan barang bukti kapal dipimpin Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Dedy Fauzi, di di Dermaga Pantai Dadap, Kosambi, Tangerang. Wilayah Pantai Dadap dipilih sebagai tempat peledakan kapal sesuai tempat kejadian perkara (TKP) penangkapan.

Menurut Dedy, pemusnahan kapal bertujuan memberi efek jera kepada nelayan yang menyewakan kapal kepada jaringan narkotika.

"Kami tidak akan segan-segan menindak mereka yang terlibat penyelundupan narkoba," tegas Dedy. Tindakan tegas dilakukan supaya nelayan berfikir ulang menyewakan kapalnya kepada jaringan narkotika meskipun harga sewanya tinggi.

NELAYAN DIPERALAT
Penyelundupan shabu 862 Kg asal Hongkong yang dibawa lewat laut dibongkar BNN pada Januari 2015 di Dermaga di Pantai Dadap. Barang laknat itu diserahkan bandar di tengah laut dan dipindahkan ke kapal nelayan. Shabu dibawa ke darat melalui rute Kepulauan Seribu dan berlabuh di Dermaga Dadap.

Mafia internasional memperalat nelayan untuk menjadi kurir pembawa shabu. "Nelayan diiming-imingi uang banyak dan dijanjikan jadi nahkoda di kapal besar," kata Dedy.

Selanjutnya BNN menggerebek rumah yang disewa jaringan tersebut di Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat. Dalam kasus ini aparat menangkap 9 orang, 4 di antaranya WNI. Lima orang lainnya masih diburu. Bila shabu 862 Kg tersebut sempat beredar di masyarakat, menurut Dedy ada 4 juta sampai 6 juta jiwa yang akan teracuni.

Atas pengungkapan kasus narkotika terbesar di Asean itu, Kepolisian Narkotika Hongkong atau Narcotic Berau of Hongkong Police memberi penghargaan kepada BNN. Kepolisian setempat menilai Wong Chi Ping merupakan gembong besar sehingga penangkapan ini bisa memutus jaringan internasional. (Arry/Oryza/Mar)