NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

DuaKontaener Minuman Keras Disita Bea Cukai

Di Pelabuhan Tanjung Priok

Solar Turun Rp200, Pertamax Rp250

Avtur internasional turun 5,33 %

Medan Plaza Center Terbakar

Ludes jadi abu

Medan Plaza Center Terbakar

Ludes abu

Hawa Panas Di India

1.100 Orang Tewas

Pemerintah Sebut Ada Upaya Makar

Kasus Beredarnya Beras Plastik

Kapal Pembawa Narkoba Diledakkan BNN

Disewa Mengangkut 862 Kg Shabu

Istri Dubes RI Tewas di Pakistan

Kecelakaan Helikopter

Diduga Menipu, 33 WN Tiongkok Ditangkap

Rumah Digerebek, 1 Tewas Melompat

2 Kapal Asing ditangkap TNI AL

Curi kan di laut Indonesia

Poll

Subscribe Newsletter

Diduga Menipu, 33 WN Tiongkok Ditangkap
Rumah Digerebek, 1 Tewas Melompat

Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Rumah mewah di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang diduga jadi markas pelaku kejahatan lintas negara digerebek aparat Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Rabu (6/5/2015) malam. Polisi menangkap 33 WN Tiongkok, seorang di antaranya tewas melompat dari lantai dua.

Mereka yang ditangkap terdiri dari 19 laki-laki dan 14 perempuan. Seorang tewas akibat mau melarikan diri dan melompat dari lantai dua saat petugas menggerebek. Rumah yang digerebek tersebut berlokasi di Jl Kenanga, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jaksel.

"Mereka diduga melakukan aktivitas penipuan," kata Kepala Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan. Indikasi ini terlihat dari barang bukti yang disita petugas yaitu 54 unit handphone dan 65 unit telepon PSTN (Public Switched Telephone Network). Barang bukti lain yang disita yaitu 7 unit laptop, 14 unit iPad, 15 unit kalkulator, 36 unit port interface modem, 1 unit printer, 8 unit HT dan 14 kartu identitas.

PENIPUAN
AKBP Herry menduga puluhan orang WNA tersebut menipu dengan sasaran sesama warga Tiongkok yang berada di negaranya. Modus ini termasuk modus lama yang kerap dilakukan para penipu asal Tiongkok yang kerap melakukan aksi jahatnya dari Indonesia.

Sindikat penipu menyewa rumah di Indonesia yang dijadikan tempat mengendalikan aksi penipuan. Modus yang dilakukan, menghubungi korban baik via telepon maupun internet dan minta ditransfer uang. Korban biasanya pejabat atau pengusaha di negara asal pelaku.

Penipu asal negara lain kerap menjalankan aktivitasnya di Indonesia. Mereka bukan hanya membuka ?sarang? di Jakarta, tapi juga di kota lain. Belum lama ini, tepatnya 28 April 2015, Polrestabes Semarang juga menggerebek rumah mewah yang disewa puluhan warga negara asing.

Polisi menciduk 33 orang, terdiri dari 19 warga Cina dan 21 warga Taiwan, sedangkan 7 lainnya melarikan diri. Polisi menyita 36 paspor, puluhan handphone, komputer, serta ratusan lembar berkas bertuliskan huruf Tiongkok.

(Arry/Oryza/Mar)