NEWS - Indonesia Maritime News (IMN)

TERDAFTAR: IDM000087670
DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Image

Index

Walkot Tangerang Tarling

Ajak masyarakat solat berjamaah di Masjid

Alhamdulillah,Arab Saudi Memberi 250 Ton Kurma

Bisa dinikmati saat berbuka puasa

Lampung Mengaji 99

Ramadhan 99 Kali Khatam

Lampung Mengaji 99

Ramadhan 99 Kali Khatam

Syaikh Muhammad Ayyub Wafat

Imam Masjid Nabawi

Musa Juara Hafiz Quran di Mesir

Peserta Termuda Harumkan Indonesia

Awas! Narkoba Nyusup ke Pesantren

Sebagai Doping

Bersujudlah Ketika Gerhana

Bulan & Matahari Mahluk Allah

KH Toto Penyemangat Pemuda

Pergi untuk selamanya saat Salat Jenazah

Jamaah RI Wafat di Mina 120 Orang

Tambah 17 orang korban Mina

Poll

Subscribe Newsletter

Bersujudlah Ketika Gerhana
Bulan & Matahari Mahluk Allah

Indonesiamaritimenews.com(IMN),GERHANA: matahari atau pun gerhana bulan, adalah salah satu keajaiban alam ciptaan Allh SWT. Matahari dan bulan, adalah dua dari jutaan mahluk ciptaan Allah.

Fenomena alam berupa gerhana matahari total (GMT), akan terjadi di langit Indonesia tepatnya di 12 provinsi, pada Rabu (9/3/2016) bertepatan dengan tanggal 29 Jumadilawal 1437H. GMT akan melintasi langit Indonesia pukul? 07:20 WIB selama 1,5 - 2 menit, atau pukul 08:35 WITA selama 2 menit dan wilayah Indonesia timur pada pukul 09:50 WIT selama 2-3 menit.

Sebanyak 12 propinsi yang letaknya tepat di bawah posisi matahari (bayangan inti) akan mengalami gelap total seperti senja menjelang malam. Ke-12 provinsi tersebut yaitu: Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulbar, Sulteng dan Maluku Utara.

Masyarakat dunia termasuk Indonesia menyambut peristiwa langka ini dengan berbagai cara, sesuai pandangan masing-masing. GMT dianggap fenomena alam yang langka sehingga sayang bila terlewatkan begitu saja dan tidak dinikmati.

Di sejumlah daerah bahkan sudah menyiapkan tempat khusus dan teropong khusus untuk menonton detik-detik saat posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari, dan konfigurasi benda-benda di antariksa. Kala itu seluruh cahaya matahari atau sebagian akan tertutup sehingga langit akan gelap gulita. Keajaiban alam ini pun dijadikan rekreasi menarik wisatawan. Para ilmuan dan pakar juga sibuk meneliti peristiwa ini.

TANDA KEBESARAN ALLAH

Matahari, bulan dan planet-planet lainnya adalah ciptaan Allah SWT, dan Allah sudah mengatur pergerakan semua benda di alam semesta ini. Di dalam kitab suci Al Qur?an, Allah berfirman, matahari dan bulan berputar menurut perhitungan.

?Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kalian sujud (menyembah) matahari maupun bulan, tapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika memang kalian beribadah hanya kepada-Nya.? (Fushshilat: 37)

Banyak manusia di belahan dunia, menyikapi gerhana dengan cara-cara keluar dari syari?at Islam, syirik dan percaya pada mitos-mitos tertentu. Misalnya, meramal peristiwa yang terjadi setelah gerhana, atau menyembah matahari dan bulan ketika gerhana terjadi.

Gerhana matahari atau pun bulan, dalam khazanah Islam, gerhana matahari disebut ?kusuf? sedangkan gerhana bulan disebut ?khusuf?. Hampir semua kitab fiqih, di antara yang dibahas adalah gerhana termasuk perintah melaksanakan salat sunnah. Gerhana menyadarkan manusia akan kebesaran Allah SWT dan disikapi dengan ibadah melaksanakan shalat, zikir dan lainnya.

BERSUJUDLAH
Rasululllah Shalallahhu?alaihi Wassalam memerintahkan melaksanakan shalat ketika gerhana matahari, bulan atau gerhana total.? ?Jika kalian melihat kedua gerhana yaitu gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan shalat.? (HR. Bukhari no. 1047)

Rasulullah juga bersabda: ?Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdo?alah pada Allah, lalu shalatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir).? (HR. Bukhari no. 1060 dan Muslim no. 904)

Rasulullah mengajarkan umat manusia tentang tuntunan syariat kala gerhana terjadi, di antaranya adalah berlindung dari azab kubur. Di dalam beberapa hadist disebutkan, ada tujuh tuntunan yang dilakukan ketika gerhana terjadi yaitu: Shalat Gerhana, Berdoa, Beristigfar, Zikir, Shadaqah dan memerdekakan budak.

Islam menyikapi peristiwa gerhana, sebagai peristiwa penting dan mengajak semua hamba Allah bersujud, taffaqur dan mendekatkan diri pada penguasa alam semesta ketika tanda-tanda kebesaran Allah terjadi.

(ORYZA)